Anak Broken Home Selalu Identik dengan Kegagalan, Benarkah?
Intan Kemala Sari - wolipop
Sabtu, 27 Jun 2015 16:07 WIB
Jakarta
-
Anak yang tumbuh di keluarga kurang harmonis kerap dianggap bisa memiliki masa depan yang suram dan cenderung mengalami kegagalan. Hal ini dikarenakan mereka kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari orangtua sehingga tak ada sosok figur yang bisa diteladani. Benarkah demikian?
Psikolog Liza Marielly Djaprie mengatakan, hal tersebut tidak sepenuhnya tepat. Gagal atau tidaknya sang anak broken home bergantung dari beberapa faktor yang berperan di dalamnya. Misalnya, perpisahan orangtua, pola asuh, kepribadian, dan lingkungan sekitarnya.
Liza memaparkan, pola asuh anak berperan penting dalam kesuksesan anak. Ada orangtua yang tidak berpisah tetapi pola asuhnya sangat memanja sang anak, ada pula orangtua yang mengasuh anak lebih acuh sehingga membuatnya sulit berkembang dan dewasa.
"Kalau orangtua berpisah, tetapi pola asuh bisa dilakukan secara bijak, kepribadian anak akan menjadi lebih baik. Terlebih lagi jika sang anak berada di lingkungan yang sangat mendukung pada proses perkembangannya, maka kesuksesan pun bisa dicapai," tuturnya saat dihubungi Wolipop, Jumat, (26/6/2015).
Lebih lanjut ibu empat anak ini menjelaskan, pola asuh orangtua yang dilakukan dengan tepat akan membentuk kepribadian anak yang pantang menyerah, tahan banting, dan berani mencoba hal baru. Maka dari itu, meski orangtua sudah berpisah, ada baiknya jika sang anak harus bisa melihat bahwa jati dirinya tak hanya bergantung dari status orangtua semata.
"Ada banyak potensi lain di dalam diri anak yang lebih banyak berperan dalam kesuksesan di masa mendatang. Orangtua harus bijak bagaimana tetap dapat membimbing anak dengan baik bahkan setelah keduanya berpisah," lanjutnya.
Senada dengan Liza, psikolog Melly Puspita Sari juga berpendapat yang sama. Menurutnya, hal tersebut hanya stereotip atau prasangka banyak orang. Banyak orang-orang yang hanya berpikir dari struktur sosial bahwa anak broken home lebih senang mencari kasih sayang di luar rumahnya dengan melakukan hal-hal buruk seperti menggunakan narkoba dan pergaulan bebas.
"Padahal sebenarnya tidak seperti itu. Mereka masih bisa sukses dengan dukungan keluarga meskipun berasal dari keluarga broken home," ujar Melly saat dihubungi Wolipop, Selasa (23/6/2015).
(itn/eny)
Psikolog Liza Marielly Djaprie mengatakan, hal tersebut tidak sepenuhnya tepat. Gagal atau tidaknya sang anak broken home bergantung dari beberapa faktor yang berperan di dalamnya. Misalnya, perpisahan orangtua, pola asuh, kepribadian, dan lingkungan sekitarnya.
Liza memaparkan, pola asuh anak berperan penting dalam kesuksesan anak. Ada orangtua yang tidak berpisah tetapi pola asuhnya sangat memanja sang anak, ada pula orangtua yang mengasuh anak lebih acuh sehingga membuatnya sulit berkembang dan dewasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut ibu empat anak ini menjelaskan, pola asuh orangtua yang dilakukan dengan tepat akan membentuk kepribadian anak yang pantang menyerah, tahan banting, dan berani mencoba hal baru. Maka dari itu, meski orangtua sudah berpisah, ada baiknya jika sang anak harus bisa melihat bahwa jati dirinya tak hanya bergantung dari status orangtua semata.
"Ada banyak potensi lain di dalam diri anak yang lebih banyak berperan dalam kesuksesan di masa mendatang. Orangtua harus bijak bagaimana tetap dapat membimbing anak dengan baik bahkan setelah keduanya berpisah," lanjutnya.
Senada dengan Liza, psikolog Melly Puspita Sari juga berpendapat yang sama. Menurutnya, hal tersebut hanya stereotip atau prasangka banyak orang. Banyak orang-orang yang hanya berpikir dari struktur sosial bahwa anak broken home lebih senang mencari kasih sayang di luar rumahnya dengan melakukan hal-hal buruk seperti menggunakan narkoba dan pergaulan bebas.
"Padahal sebenarnya tidak seperti itu. Mereka masih bisa sukses dengan dukungan keluarga meskipun berasal dari keluarga broken home," ujar Melly saat dihubungi Wolipop, Selasa (23/6/2015).
(itn/eny)
Hobi dan Mainan
Helm Affordable di Bawah Rp200 Ribu yang Siap Lindungi Kepala Saat Berkendara
Olahraga
Adem dan Efektif Lindungi dari Sinar Matahari, 2 Jaket Affordable ini Hanya Rp100 Ribuan!
Olahraga
Bebas Bergerak dukung Permainan Padel Lebih Optimal dengan Set Polo Wanita dari Andara
Kesehatan
Aktivitas Sehari-hari Lebih Terbantu, Rekomendasi Alat Bantu untuk Lansia di Rumah
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Setelah Cincin Berlian Nyaris Rp 1 M, Segini Harga Kalung Lamaran Syifa Hadju
2
10 Drakor Netflix 2026 Paling Dinantikan, Gong Yoo-Song Hye Kyo Bikin Gemas
3
Pangeran Harry Bersaksi, Klaim Meghan Markle Sengsara Selama di Kerajaan
4
Potret Isyana Sarasvati Dengan Gaya Rambut Baru, Tampil Lebih Edgy & Chic
5
Victoria Beckham Dituduh Berdansa Tak Pantas Oleh Brooklyn, Begini Reaksi Cruz
MOST COMMENTED











































