Bocah Laki-laki Ini Tak Potong Rambut 2 Tahun Demi Bantu Pasien Kanker
Christian McPhilamy awalnya tak tahu kalau rambut bisa bermanfaat untuk orang lain. Hingga suatu hari saat usianya enam tahun dia ditemani ibunya menjelajah situs pencarian Google untuk mencari tahu mengenai berbagai hal mengenai rumah sakit.
Saat tengah menjelajah internet itulah, perhatian Christian teralihkan pada sebuah iklan amal yang menyebutkan menerima sumbangan rambut. Ibunya, Deeanna Thomas pun menjelaskan padanya bahwa rambut manusia bisa disumbangkan pada sesamanya terutama mereka yang menderita kanker.
Hati Christian pun tergerak dan memutuskan untuk menyumbangkan rambutnya. Sejak saat itulah dia mulai memanjangkan mahkotanya tersebut. Sejak 2012 hingga dua tahun berikutnya dia tidak memotong rambutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekan lalu, perjalanan Christian memanjangkan rambutnya berakhir. Panjang rambutnya sudah mencapai lebih dari 12 inch atau 30 cm. Rambut yang panjangnya sudah melebihi pundak itu kemudian dipotong dan disumbangkannya ke Children With Hair Loss.
Perjalanan Christian memanjangkan rambutnya ini tidaklah semudah yang dibayangkan. Selama mempertahankan rambutnya itu, menurut sang ibu, anaknya kerap diledek teman-teman sepermainannya.
"Teman-temannya menyebutnya anak perempuan. Bahkan beberapa teman keluarga dan guru menyuruhnya memotong rambut dan menawarinya uang. Tapi dia tetap tidak bergeming dari tujuannya," cerita Deeanna.
Yang membuat Deeanna semakin bangga pada anaknya adalah meskipun diledek teman-temannya Christian tidak marah. Dia justru meluangkan waktunya untuk menjelaskan pada orang-orang tersebut alasan dia memutuskan memanjangkan rambutnya yang sebenarnya untuk disumbangkan.
Kerja keras Christian ini pastinya tidak sia-sia. Seorang pekerja di sebuah klinik yang menjadi tempat perawatan pasien kanker menyampaikan pujiannya untuk bocah delapan tahun itu.
"Sebagai perawat aku menangis bersama para ibu di sini, sementara mereka memotong rambut terakhir yang ada di anak perempuan mereka karena memang tak ada rambut tersisa akibat kemo. Hal ini sangat sulit untuk anak-anak itu dan orangtua mereka. Jadi tolong berikan ciuman untuknya dariku dan dari semua anak di sini. Dia adalah pahlawan cilik," tulis perawat bernama Brittany MacQuarrie.
(eny/fer)











































