Begini Reaksi Orangtua yang Tepat Saat Anak Bertanya Soal Seks
Seks umumnya menjadi topik pembicaraan yang paling dihindari antara orangtua dan anak. Entah karena malu atau menganggapnya sebagai hal yang tabu, para ayah atau ibu kerap menghindari topik ini dengan harapan anak akan mengerti sendiri. Namun kenyataannya, beberapa buah hati kerap bersikap kritis dengan sering bertanya tentang alat kelamin atau hubungan suami istri. Pertanyaan sederhana seperti darimana datangnya seorang bayi pun tak jarang membuat orangtua pusing. Lalu bagaimana ayah dan ibu harus bersikap ketika anak mulai penasaran dan bertanya mengenai hal seperti itu?
Menurut psikolog Vera Itabilana Hadiwidjojo, Psi, sebaiknya orangtua tidak menghindar, mengganti topik, atau memberi jawaban yang membuat sang anak semakin bingung. Sebaliknya jadikanlah hal tersebut sebagai momen berharga untuk memberikan edukasi seks pada anak. Karena jika tidak, topik itu akan terus muncul di kepalanya dan membuatnya tambah penasaran. Ketika menjelaskan tidak perlu secara gamblang namun cukup berdasarkan apa yang bisa ditangkap oleh logika anak.
Tak bisa dipungkiri, umumnya ayah atau ibu akan terkejut ketika anaknya bertanya mengenai seks. Vera pun menyarankan agar orangtua menjaga reaksi dengan tidak bersikap marah atau bahkan pura-pura tidak dengar. Hal yang seharusnya dilakukan adalah 'mendengar aktif' yakni dengan bertanya mengapa buah hati ingin mengetahui hal tersebut atau bagaimana pendapatnya sendiri mengenai topik yang bersangkutan? Kemudian berikan penjelasan sesuai usianya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peran orangtua dalam memberi edukasi seks pada anak sangatlah penting. Karena berdasarkan riset yang dilakukan Laurier, biasanya anak terutama remaja membahas masalah tabu ini kepada teman sebayanya. Padahal teman belum tentu bisa menjadi pemberi informasi yang baik atau menguasai topik. Belum lagi dengan pengaruh media serta pergaulan, jika tidak dibekali dengan ilmu yang benar, anak remaja yang emosinya masih labil rentan salah persepsi.
Untuk menjembatani keterbukaan antara anak perempuan dengan orangtua, Laurier pun mengadakan Sisterhood Camp. Acara yang baru pertama kali diadakan itu merupakan sebuah acara di mana para siswi SMP dari 10 sekolah di Jakarta berkumpul dan diberi edukasi mengenai seks atau masalah remaja terkait. Yang menarik, tak hanya fokus pada anak, Sisterhood Camp juga melatih para orangtua mengenai bagaimana cara memberi edukasi seks yang sesuai.
"Laurier tidak hanya berperan aktif dalam menjual namun juga memberi pengetahuan. Sebelumnya sudah sepuluh tahun kami mengadakan hal seperti ini melalui menstruasi.com. Di mana ada artikel serta tanya jawab dengan dokter tentang masalah alat reproduksi," ungkap Susilowati selaku Associate Vice President Marketing PT. Kao Indonesia.
Setelah baik anak dan orang tua dibekali edukasi, di akhir sesi keduanya dipertemukan kembali untuk saling bertanya serta menjawab terkait percintaan atau alat reproduksi. Diharapkan acara ini bisa mendukung sikap keterbukaan dan mendorong pendampingan orangtua pada anak yang masih remaja.
(ami/hst)
Elektronik & Gadget
Polytron Partymax PPS 4PH12, Speaker Bluetooth yang Tahan 15 Jam Nonstop
Kesehatan
Cara Praktis Rawat Luka Ringan dengan Betadine Ointment
Pakaian Pria
Jordan Rare Air WSH 84 SS Crew, Worth It Dibeli? Simak Panduannya
Pakaian Wanita
Rekomendasi Pakaian Muslim Wanita yang Cocok di Lebaran 2026
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
9 Parfum Tahan Lama Terbaik untuk Lebaran, Wanginya Awet Tanpa Semprot Ulang
30 Ucapan Idul Fitri Bahasa Arab yang Menyentuh Hati dan Penuh Doa Baik
Kisah Sadis Model yang Jadi Kanibal Setelah Bunuh Suami
Sinopsis Beyond Skyline di Bioskop Trans TV Hari Ini











































