Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Begini Reaksi Orangtua yang Tepat Saat Anak Bertanya Soal Seks

wolipop
Minggu, 11 Jan 2015 10:08 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Seks umumnya menjadi topik pembicaraan yang paling dihindari antara orangtua dan anak. Entah karena malu atau menganggapnya sebagai hal yang tabu, para ayah atau ibu kerap menghindari topik ini dengan harapan anak akan mengerti sendiri. Namun kenyataannya, beberapa buah hati kerap bersikap kritis dengan sering bertanya tentang alat kelamin atau hubungan suami istri. Pertanyaan sederhana seperti darimana datangnya seorang bayi pun tak jarang membuat orangtua pusing. Lalu bagaimana ayah dan ibu harus bersikap ketika anak mulai penasaran dan bertanya mengenai hal seperti itu?

Menurut psikolog Vera Itabilana Hadiwidjojo, Psi, sebaiknya orangtua tidak menghindar, mengganti topik, atau memberi jawaban yang membuat sang anak semakin bingung. Sebaliknya jadikanlah hal terse‎but sebagai momen berharga untuk memberikan edukasi seks pada anak. Karena jika tidak, topik itu akan terus muncul di kepalanya dan membuatnya tambah penasaran. Ketika menjelaskan tidak perlu secara gamblang namun cukup berdasarkan apa yang bisa ditangkap oleh logika anak.

Tak bisa dipungkiri, umumnya ayah atau ibu akan terkejut ketika anaknya bertanya mengenai seks. Vera pun menyarankan agar orangtua menjaga reaksi dengan tidak bersikap marah atau bahkan pura-pura tidak dengar. Hal yang seharusnya dilakukan adalah 'mendengar aktif' yakni dengan bertanya mengapa buah hati ingin mengetahui hal tersebut atau bagaimana pendapatnya sendiri mengenai topik yang bersangkutan? Kemudian berikan penjelasan sesuai usianya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seks memang hal yang tabu dibicarakan orangtua dengan anak karena menimbulkan rasa jengah. Rasa jengah itu yang harus dihilangkan. Karena anak yang tidak diberi edukasi seks rentan menjadi korban kekerasan seksual," ungkap Vera saat mengisi acara Sisterhood Camp yang diadakan brand pembalut Laurier di Hotel Bumi Cikeas, Bogor, Sabtu (10/1/2015).

‎Peran orangtua dalam memberi edukasi seks pada anak sangatlah penting. Karena berdasarkan riset yang dilakukan Laurier, biasanya anak terutama remaja membahas masalah tabu ini kepada teman sebayanya. Padahal teman belum tentu bisa menjadi pemberi informasi yang baik atau menguasai topik. Belum lagi dengan pengaruh media serta pergaulan, jika tidak dibekali dengan ilmu yang benar, anak remaja yang emosinya masih labil rentan salah persepsi.

Untuk menjembatani keterbukaan antara anak perempuan dengan orangtua, Laurier pun mengadakan Sisterhood Camp. Acara yang baru pertama kali diadakan itu merupakan sebuah acara di mana para siswi SMP dari 10 sekolah di Jakarta berkumpul dan diberi edukasi mengenai seks atau masalah remaja terkait. Yang menarik, tak hanya fokus pada anak, Sisterhood Camp juga melatih para orangtua mengenai bagaimana cara memberi edukasi seks yang sesuai.

"Laurier tidak hanya berperan aktif dalam menjual namun juga memberi pengetahuan. Sebelumnya sudah sepuluh tahun kami mengadakan hal seperti ini melalui menstruasi.com. Di mana ada artikel serta tanya jawab dengan dokter tentang masalah alat reproduksi," ungkap Susilowati selaku Associate Vice President Marketing PT. Kao Indonesia.

‎Setelah baik anak dan orang tua dibekali edukasi, di akhir sesi keduanya dipertemukan kembali untuk saling bertanya serta menjawab terkait percintaan atau alat reproduksi. Diharapkan acara ini bisa mendukung sikap keterbukaan dan mendorong pendampingan orangtua pada anak yang masih remaja.

(ami/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads