Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Anak Ileran Hingga Minum Air Kelapa, Ini Dia Mitos yang Dipercaya Ibu Hamil

wolipop
Senin, 10 Nov 2014 17:38 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Tidak sedikit wanita hamil percaya dengan mitos-mitos yang beredar luas di masyarakat sehingga mereka melakukannya demi buah hati tercinta. Padahal tidak semuanya harus dilakukan. Menurut dokter obstetru dan ginekologi sekaligus konsultan kandunga, dr. Dian Indah Purnama, Sp.OG., beberapa mitos yang sering dipercaya tidak membawa pengaruh signifikan terhadap bayi. Bahkan salah-salah, mitos tersebut bisa membahayakan ibu hamil. Apa saja mitos yang dimaksud? Berikut lima mitos yang sering dipercaya ibu hamil seperti dijelaskan oleh dokter kandungan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

1. Ngidam Tak Dituruti Anak Ileran

Banyak orang percaya kalau ibu hamil harus dituruti semua kemauannya. Kabarnya bila tak dituruti, anak akan sering mengeluarkan air liur karena hal tersebut. Dian menegaskan kalau ini hanyalah mitos. "Kalau ngidam nggak dituruti anaknya ileran? Itu mitos, nggak benar, nggak ada hubungannya," ujar wanita 37 tahun itu saat berbincang dengan Wolipop usai acara peluncuran buku 'Diary Ibu Hamil' di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (9/11/2014).

Dian melanjutkan, secara medis ngidam sebenarnya ungkapan dari tubuh yang mungkin sedang membutuhkan lebih banyak zat bergizi sehingga ingin mengonsumsi makanan tertentu. Tak hanya itu, ngidam saat hamil bisa juga dikaitkan dengan psikologis sang ibu. Menurut dokter yang berpraktek di RSU Bunda Margonda, Depok, itu, ibu hamil biasanya memiliki mood naik-turun tergantung suasana hati yang sedang dirasakannya. Umumnya, wanita hamil yang tidak ada kegiatan dan setiap hari ditinggal suami kerja lebih sering ngidam dibandingkan yang banyak kegiatan.

2. Air Rumput Fatimah

Banyak orang bilang kalau air rumput fatimah bisa membuat proses melahirkan menjadi lebih mudah. Tumbuhan asal Arab itu juga dipercaya membawa berkah dan akan melancarkan proses persalinan. Namun Dian mengatakan kalau ini belum terbukti kebenarannya. Bahkan ia juga menyarankan agar tidak mengonsumsinya karena berbahaya untuk sang ibu dan janin.

"Nah kalau rumput fatimah ini ada kandungan sejenis oksitosin di dalamnya. Oksitosin itu zat yang memacu kontraksi rahim dan karena tidak terpakai, biasanya kontraksi yang disebabkan rumput fatimah itu kontraksi rahim yang berlebihan dan terus-menerus. Kalau sedang kontraksi itu otomatis menjepit pembuluh-pembuluh darah rahim yang terjepit di janin. Jadi kalau kontraksi terus-terusan nggak ada jeda, bisa berisiko kekurangan oksigen dan risiko mengalami robekan rahim spontan juga lebih tinggi. Jadi kita sangat tidak menganjurkan air rumput fatimah untuk melahirkan," tandas Dian.

3. Air Kelapa

Kabarnya banyak minum mengonsumsi air kelapa muda bisa membuat kulit bayi menjadi lebih bersih dan putih. Dian menjelaskan, bila air kelapa dikaitkan dengan kulit bayi yang bersih dan putih itu mitos. Namun air kelapa muda memang bagus untuk ibu hamil. Wanita kelahiran 3 Februari 1977 itu mengatakan kalau bagus dikonsumsi karena memiliki kandungan elektrolit yang tinggi untuk mengatasi dehidrasi dan baik buat tubuh.

4. Makan Kacang Hijau

Beberapa orang percaya kalau mengonsumsi kacang hijau bisa membuat rambut bayi tebal. Ini juga termasuk mitos. Tebal atau tipisnya rambut bayi tergantung genetik dari ibu atau ayahnya. Kacang hijau disarankan untuk ibu hamil karena mengandung zat-zat bergizi yang dibutuhkan, seperti vitamin D dan vitamin B kompleks yang bagus untuk tubuh.

5. Tak Suka Wewangian Berarti Anaknya Laki-laki

Beberapa wanita juga percaya saat hamil trisemester pertama tidak suka wewangian maka anaknya laki-laki. Ini juga termasuk mitos. "Itu mitos lagi, nggak selamanya seperti itu. Kenapa mitosnya jadi begitu aku nggak tahu tapi mungkin dikaitkan kalau anaknya perempuan lebih mau rapi, cantik, tapi secara medis nggak ada hubungan sama sekali. Kalau nggak suka wewangian secara medis karena mual. Ada beberapa ibu hamil yang tidak suka bau berlebih karena bisa menimbulkan mual. Tapi setiap kehamilan berbeda-beda, ada yang nggak suka bau nasi, parfum, ada juga yang nggak suka bau suaminya," tambah Dian sebelum mengakhiri perbincangan.
(aln/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads