Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Psikolog: Temani Anak Bermain Bisa Buat Pernikahan Lebih Harmonis

wolipop
Kamis, 09 Okt 2014 19:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Bermain dengan boneka atau permainan lainnya menjadi aktivitas yang menyenangkan untuk anak kecil. Beberapa orangtua membiarkan mereka bermain sendiri tanpa mendampingi atau mengawasinya karena merasa tidak ada yang berbahaya dari permainan tersebut. Padahal orangtua harus selalu ada di samping si kecil ketika sedang bermain. Mengapa?

Psikolog anak, Ajeng Raviando, Psi., mengatakan adanya orangtua di sisi anak-anak membuat mereka lebih terarah dalam mengembangkan imajinasinya. Selain itu, peran kedua orangtua juga penting untuk melatih pola pikir anak kedepannya.

Ajeng melanjutkan, mendidik serta mengajari anak bukan hanya tugas salah satu pihak tapi Anda berdua pasangan. Begitu pula ketika menemani anak bermain, ini harus dilakukan oleh kedua belah pihak karena ketika Anda dan suami mendampingi si kecil berkreasi dengan permainannya, manfaatnya bukan hanya bagus untuk pertumbuhan si kecil tapi juga hubungan pernikahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menemani anak bermain bisa membuat hubungan dengan suami semakin mesra. Ketika menemani anak bermain tentu akan terjalin komunikasi antara Anda dan pasangan, semakin sering dilakukan bersama-sama, komunikasi keduanya akan semakin baik. Salah satu kunci pernikahan yang harmonis kan komunikasi yang baik," tutur Ajeng saat diwawancarai Wolipop usai acara Barbie's Day Out di Mal Kepala Gading, Jakarta Utara, Kamis (9/10/2014).

Psikolog lulusan Universitas Indonesia itu kemudian memberikan contoh. Misalnya saja Anda sedang mengajari anak bermain dengan permainan angka. Ketika sedang bermain bersama anak dan suami, ternyata pasangan memiliki cerita tersendiri mengenai zaman kecil dulu yang terkait dengan permainan tersebut.

Ini bisa menjadi cerita yang menyenangkan untuk berbagi antara Anda dan pasangan. Bisa saja cerita tersebut baru teringat ketika sedang bermain dengan anak. Jika hal seperti ini terjadi terus-menerus maka secara otomatis membuat hubungan pernikahan semakin hangat.

Ajeng pun menyarankan agar Anda dan suami harus meluangkan waktu untuk bermain dengan si kecil setiap hari. Jika sibuk bekerja, Anda dan suami harus membuat kesepakatan untuk menghabiskan waktu bersama anak misalnya di pagi hari sebelum ia bangun tidur atau setelah pulang kerja.

"Kita sibuk bekerja kan sebenarnya juga buat anak, kalau memang demikian, coba cari waktu misalnya pagi hari sebelum berangkat sekolah. Ambil boneka atau barang kesayangannya untuk membangunkannya di pagi hari. Ajak suami meluangkan waktunya sebentar untuk membangunkan anak bersama-sama," tambah pendiri Konseling Teman Hati itu.

(aln/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads