Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Ingin Pergi Berlibur Berdua Suami Tanpa Bawa Anak? Perhatikan 6 Hal Ini

wolipop
Senin, 06 Okt 2014 10:20 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Sebagai seorang ibu yang bertanggung jawab dalam tugas-tugas yang harus dikerjakan dalam mengurus rumah tangga, terkadang timbul rasa jenuh, depresi, atau bahkan stres karena menjalani rutinitasnya setiap hari. Oleh sebab itu, tak jarang mereka ingin memiliki waktu untuk dirinya sendiri atau berdua suami.

Ketika memutuskan akan pergi berlibur, tentunya Anda tidak ingin pergi dalam keadaan gelisah karena meninggalkan anak dengan orangtua. Untuk itu, psikolog anak Hedwig Emiliana Tulus berbagi tips seputar pergi berlibur dengan tenang tanpa khawatir meninggalkan si kecil di rumah.

1. Waktu Berlibur
Seorang ibu yang bertugas selama 24 jam dan 7 hari seminggu selayaknya memang memerlukan waktu rehat sejenak untuk melepas lelah dan rasa jenuh dalam beraktivitas. Namun sebaiknya menentukan waktu yang tepat dapat menjadi pertimbangan sebelum memutuskan untuk pergi berlibur. Carilah waktu di sela-sela kegiatan yang tidak terlalu padat atau ketika anak tidak sedang mengikuti ujian di sekolah atau pasangan yang tidak terlalu sibuk dengan pekerjaannya.
 
2. Lama Berlibur
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pergi menikmati 'me time' tergantung dari para ibu yang merasakannya. Misalnya empat hari, sehari penuh atau bahkan hanya tiga jam. "Ada yang pergi liburan ke luar negeri selama sebulan, tapi merasanya tidak nyaman. Mungkin lebih baik reguler, misalnya setahun dua kali," jelas wanita lulusan Universitas Atmajaya ini ketika ditemui Wolipop beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

3. Lihat Usia Anak
Meninggalkan anak yang usianya masih kecil nampaknya menjadi beban tersendiri bagi para ibu. Mereka yang belum dapat berbicara atau berjalan biasanya akan rewel dan menangis ketika ditinggal oleh sang ibu untuk bepergian. Wanita kelahiran 15 April 1972 ini menyarankan, sebaiknya tunggulah sampai anak memiliki usia yang cukup besar untuk mengerti dan memahami kepergian sang ibu.

4. Ada Penjaga
Tentunya Anda tidak rela apabila harus meninggalkan anak di rumah tanpa ada yang menjaganya. Tidak ada salahnya untuk meminta tolong pada anggota keluarga lain seperti ibu atau saudara untuk menjaganya. Selain itu, biasakan juga anak untuk berinteraksi lebih banyak dengan sang ayah sehingga membuatnya terbiasa dengan kehadirannya. Dengan begitu, anak akan merasa aman sehingga Andapun tidak khawatir untuk meninggalkannya.

5. Buat Daftar
Sebaiknya buatlah daftar kegiatan atau hal-hal yang biasa dilakukan oleh anak Anda. Misalnya, jadwal makan, tidur siang, makanan selingan, jam tidur malam, waktu untuk bermain dan lain sebagainya. Hal ini dimaksudkan agar sang ayah atau orang yang menggantikan Anda untuk menjaga si buah hati di rumah tidak kewalahan dalam menjaganya.

6. Komunikasi
Meskipun tengah berlibur menikmati waktu istirahat dari segala aktivitas, berkomunikasi dengan pasangan dan anak juga merupakan hal penting yang tidak boleh terlewatkan. Apabila Anda tidak ingin diganggu, sebaiknya jelaskan kepada pasangan dan luangkan waktu khusus untuk sekedar menyapa anggota keluarga di rumah melalui telepon. Dengan begitu, mereka tidak merasa khawatir karena telah mengetahui Anda dalam kondisi baik-baik saja.

(aln/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads