Ini Saran Psikolog Agar Bisa Kompak dan Dekat dengan Anak

- wolipop Jumat, 12 Sep 2014 14:08 WIB
dok. Thinkstock
Jakarta - Kehadiran gadget canggih di satu sisi bisa memudahkan orangtua untuk lebih dekat dengan anak-anak mereka. Tapi di sisi lain, hal sebaliknya pun bisa terjadi karena kehadiran alat-alat seperti ponsel, tablet dan game console.

"Orangtua dan anak lebih banyak menghabiskan waktu luang mereka pada aktivitas yang melibatkan alat elektronik," ujar Linda Centeno, PhD, seorang psikolog klinis. "Seringkali yang terjadi, anggota keluarga ada di ruangan yang sama, namun mereka sibuk dengan gadget masing-masing," tambahnya.

Menghadapi ketergantungan pada gadget ini, apa yang sebaiknya dilakukan orangtua agar bisa tetap dekat dan kompak dengan anak? Centeno mengatakan dari curhatan anak-anak yang pernah disampaikan padanya, mereka sebenarnya menginginkan quality time atau waktu berkualitas yang lebih lama. Waktu berkualitas yang didambakan anak-anak misalnya pergi makan bersama, berjalan-jalan atau hanya sekadar berbelanja. Apapun itu, anak menginginkan aktivitas yang bisa berhadapan atau bertemu langsung.

Makan bersama seluruh keluarga bisa menjadi salah satu aktivitas yang dapat membuat anak dan orangtua lebih kompak dan dekat, demikian diungkapkan Mollie Grow, MD, MPH, dokter anak di University of Washington. Di balik kegiatan makan ini, ada banyak hal yang bisa dilakukan bersama selain duduk bareng di meja makan. Aktivitas tersebut misalnya dimulai dari menyiapkan makanan.

"Membuat pizza mulai dari adonan bisa menjadi aktivitas yang disukai anak-anak kecil. Sediakan alat yang lebih kecil sehingga dia bisa ikut membuat adonan bersama," ujar Dr. Grow.

Selain menyiapkan makanan, aktivitas lainnya yang bisa dilakukan anak-anak berkaitan dengan makan bersama ini adalah membuat menu yang mereka sukai. Aktivitas mempersiapkan menu ini selain bisa membuat orangtua dan anak lebih dekat, Anda juga dapat mengenalkan makanan sehat pada mereka.

Dalam membuat menu ini, gadget modern bisa dilibatkan. Misalnya dengan browsing resep di dunia maya atau melihat resep-resep yang ada di permainan online favorit si kecil.

Bagaimana jika anak tidak suka melakukan aktivitas yang berhubungan dengan makanan ini? Centeno mengatakan, jenis aktivitas yang dilakukan sebenearnya bukanlah elemen yang penting. "Setiap keluarga memiliki situasi yang berbeda-beda. Tidak semua keluarga bisa ada di rumah dan duduk bersama pada sore hari," ujarnya.

Centeno menjelaskan dibutuhkan kreativitas dan usaha dari orangtua dan anak untuk bisa memiliki waktu bersama keluarga. "Waktu bersamanya tidak perlu lama. 10 menit asal fokus pada quality time bersama dengan semua gadget mati, bisa setara dengan berjam-jam anggota keluarga menggunakan gadget dan tidak berinteraksi," jelasnya.



(eny/eny)