Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Layangkan Protes, Para Ibu Menyusui Massal di Restoran

wolipop
Selasa, 19 Agu 2014 16:10 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. CNN Video
Jakarta -

Kampanye memberikan ASI pada bayi semakin ramai didengungkan di berbagai belahan dunia. Dengan kampanye ini diharapkan kesadaran ibu untuk menyusui bayinya secara eksklusif hingga usia enam bulan, meningkat.

Kesadaran untuk memberikan bayi ASI kapanpun dan dimanapun ini juga ada dalam diri Erin Klein. Wanita asal Oregon, Amerika Serikat itu adalah seorang ibu dari bayi berusia 11 bulan bernama Isaac.

Pada suatu hari Minggu belum lama ini, Erin bersama bayinya mendatangi Ram Restaurant di Clackamas Town Center, Oregon. Saat tengah asyik makan di restoran tersebut, bayi Isaac minta menyusu. Tanpa ragu Erin pun memberikan bayinya itu ASI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika menyusui Isaac itu tiba-tiba saja manajer restoran mendatanginya. Dia diminta menutupi payudaranya. Menurut sang manajer, konsumen lain ada yang mengeluhkan aksi menyusui Erin.

Erin kaget mendengar permintaan manajer restoran tersebut. Apalagi berdasarkan undang-undang di Oregon, dia memiliki hak untuk menyusui bayinya kapanpun dan dimanapun tanpa perlu merasa malu.

Perlakuan yang didapatkan Erin dari pihak restoran ini mengundang protes dari para ibu lain di Oregon. Seperti dikutip dari CNN, para ibu yang jumlahnya mencapai belasan orang itu pun mendatangi restoran tersebut dan melakukan proses menyusui berama-ramai di sana.

"Kami bukan bermaksud mempermalukan pihak restoan, kami hanya ingin mengedukasi masyarakat mengenai menyusui di publik," kata salah satu ibu Sasha Ruscheinski.

Menggunakan nursing cover atau kain penutup saat bayi menyusu memang bisa menjadi pilihan para ibu ketika memberikan bayi mereka ASI di ruang publik. Namun demikian menurut Sasha, tidak semua bayi menyukainya. Bayi bisa dengan sesuka hati menyibak kain penutup tersebut karena merasa tidak nyaman saat menyusu.

Pihak restoran sendiri kini telah menyadari kesalahannya. "Kami melihat kejadian ini sebagai pelajaran untuk melatih orang-orang kami dan meng-update mereka mengenai undang-undang yang berlaku. Kami akan berusaha menjadi lebih baik," ujar manajer restoran itu Mark Schermerhorn.

(eny/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads