Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Apakah Buah Hati Anda Mendapat Tidur yang Cukup?

wolipop
Kamis, 29 Mei 2014 09:20 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Semua orang butuh tidur. Mendapatkan tidur yang cukup penting untuk segala hal mulai dari memperbaiki kinerja otak hingga memperbaiki mood. Tentu Anda tahu bukan bagaimana rasanya ketika kurang tidur, mood menjadi tidak karuan, mudah marah atau malah stres.

Dalam tulisannya di CNN, Dr. Jennifer Shu mengatakan, berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention di AS, ada 30% orang dewasa yang waktu tidurnya di malam hari kurang dari 30%. Dan anak-anak serta remaja, hanya ada 31% dari mereka yang bisa tidur delapan jam setiap malam di hari sekolah.

Seperti orang dewasa, anak-anak dan remaja berisiko mengalami kurang tidur. Jika hal ini terjadi, dampaknya berdasarkan jurnal Pediatrics, mereka yang berusia kurang dari tujuh tahun bisa mengalami masalah berat badan dan berdampak buruk pada kesehatan emosional, fisik dan sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertanyaannya sekarang, apakah anak Anda sudah mendapatkan tidur yang cukup? Untuk orang dewasa, waktu tidur yang dibutuhkan adalah antara 7-9 jam. Sedangkan bayi yang baru lahir butuh tidur lebih dari 16 jam per hari. Ketika beranjak ke usia sekolah, mereka perlu tidur 11-12 jam (termasuk tidur siang) dan saat usia remaja setidaknya perlu tidur 9-10 jam setiap harinya.

Lantas apa tandanya anak mendapatkan tidur yang cukup? Menurut Dr. Jennifer salah satu tandanya adalah ketika anak bangun tidur dengan bahagia dan muda dibangunkan di pagi hari. Si anak juga tidak merasa bad mood karena terlalu lelah di sore harinya.

Kalau anak Anda tidak memiliki tanda di atas, bisa jadi dia kurang tidur. Agar anak mendapatkan tidur yang cukup berikut saran Dr. Jennifer:

Tidur = Prioritas
Hal termudah yang bisa dilakukan orangtua adalah dengan menjadikan aktivutas tidur sebagai prioritas dalam kehidupan si anak. Hindari menjadwalkan aktivitas seperti les musik, olahraga atau acara sosial lainnya yang bisa menghambat anak tidur tepat waktu termasuk waktu tidur siang untuk anak yang baru berusia balita.

Konsisten
Waktu jadi faktor penentu. Orangtua sebaiknya konsisten soal jam tidur. Kalau memang anak ingin tidurnya tidak larut malam, jangan biarkan mereka tidur siang terlalu lama. Terapkan juga waktu tidur tersebut pada Anda, agar anak bisa mencontohnya.

Olahraga
Para pakar merekomendasikan anak setidaknya melakukan aktivitas fisik satu jam setiap harinya. Ketika anak melakukan aktivitas fisik di siang hari, hal tersebut bisa membuatnya tidur lebih nyenyak di malam hari. Hindari melakukan aktivitas fisik yang waktunya berdekatan dengan waktu tidur karena bisa membuat anak terus terjaga dan sulit memejamkan mata.

Matikan Peralatan Elektronik
Di zaman sekarang ini, gadget sudah menjadi bagian dari kehidupan anak. Benda itulah yang membuat mereka jadi tidur larut atau terlambat. Sebaiknya buat peraturan agar anak tidak boleh membawa gadget atau perlengkapan elektronik seperti komputer dan televisi di kamar tidurnya. Cahaya yang keluar dari layar gadget atau televisi bisa menghambat pelepasan melatonin yang membuat anak tidak juga mengantuk.

Patuhi Rutinitas atau Jadwal yang Sudah Dibuat
Rutinitas atau jadwal yang sudah dibuat oleh Anda, sebaiknya juga diterapkan oleh anggota keluarga lainnya yang membantu menidurkan anak. Misalnya sebelum tidur, anak dibacakan cerita dan lampu dimatikan, semua pihak harus menerapkan rutinitas tersebut.

(eny/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads