Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Bocah 12 Tahun Bersaksi di Pengadilan Demi Ikut Ekskul Gulat di Sekolah

Eny Kartikawati - wolipop
Selasa, 26 Nov 2013 07:06 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ist.
Jakarta - Audrianna Beattie sangat menyukai olahraga gulat. Begitu sukanya dia pun ingin bergabung dengan tim gulat di sekolah. Namun oleh pihak sekolah, Audrianna dilarang ikut ekstrakurikuler tersebut.

Audriana bersekolah di Line Mountain School District. Dia ingin bergabung dengan tim gulat di sekolah tersebut. Namun pihak sekolah melarang karena tim gulat hanya untuk para pria.

Diskriminasi gender itu membuat orangtua Audrianna, Brain dan Angie Beattie menuntut pihak sekolah secara hukum. Audrianna pun bersaksi di pengadilan pada 21 November lalu untuk memperjuangkan haknya mendapatkan tempat di tim gulat sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak orangtua Audrianna menyebut sekolah telah melanggar pasal yang tercantum dalam 14th Amendment of the U.S. Constitution and the Equal Rights Amendment (ERA). Menurut mereka, seharusnya Audrianna berhak bergabung dalam tim gulat meskipun isi kelompok tersebut didominasi anak laki-laki.

"Tidak masalah aku seorang anak perempuan karena aku juga sama jagonya seperti mereka," begitu kata Audrianna saat memberikan kesaksian di pengadilan untuk memperjuangan haknya.

Seperti dikutip Huffington Post dari Daily Item, anak perempuan yang duduk di kelas tujuh itu memang cukup piawai dalam bergulat. Dia pernah empat kali menang melawan para pegulat pria.

Meskipun Audrianna mampu bergulat, pihak sekolah punya pandangan berbeda. Mereka beranggapan anak perempuan itu tidak mampu melakukan olahraga tersebut dan menangis setelah pertandingan.

"Memang benar aku emosional setelah kalah, aku pernah menangis sekali, tapi anak laki-laki juga emosional. Aku pernah melihat anak laki-laki menangis atau tanrum. Tapi kita akan melupakannya begitu itu berlalu," ujar Audrianna membela diri atas tuduhan pihak sekolah.

Pembelaan Audrianna di atas tetap tidak membuat pihak sekolah yang diwakili Lauren Hackenburg dan Ron Neidig, mengubah pendapatnya. Dalam dokumen setebal 65 halaman, pihak sekolah menjelaskan alasan lainnya mengapa mereka tidak mengizinkan anak perempuan ikut gulat adalah karena hal itu tidak akan disukai anak laki-laki. Neidig khawatir nantinya keberadaan anak perempuan bisa menciptakan kondisi yang tidak mengenakkan untuk para anak laki-laki.

"Kalau mereka menang, mereka dianggap memukuli wanita. Kalau mereka kalah, mereka akan dipermalukan rekan setim karena dikalahkan anak perempuan," begitu katanya. Sampai saat ini belum ada keputusan dari pengadilan soal kasus Audrianna tersebut.

(eny/rma)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads