4 Langkah Agar Tidak Melahirkan Secara Caesar
wolipop
Senin, 15 Jul 2013 07:40 WIB
Jakarta
-
Melahirkan secara caesar bukanlah pilihan umum untuk wanita yang tengah hamil. Mereka sebisa mungkin menghindari proses operasi dengan melahirkan bayi secara normal.
Wanita memilih menghindari caesar karena prosedur tersebut biasanya butuh waktu pemulihan lebih lama ketimbang melahirkan normal. Melahirkan secara caesar juga bisa berisiko pada bayi seperti mengalami komplikasi atau masalah pernapasan.
Jika memang Anda tidak mau melahirkan secara caesar, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir proses tersebut harus Anda lalui. Cara-cara ini bisa dijalankan hanya jika memang kondisi Anda dan bayi tidak berbahaya dan harus segera dilakukan prosedur caesar. Berikut ini empat langkah menurunkan risiko melahirkan secara caesar seperti dipaparkan Fit Pregnancy:
1. Hindari Induksi Kecuali Memang Dibutuhkan
Studi yang sudah dilakukan berkali-kali menunjukkan persalinan yang dilalui melalui induksi berisiko menyebabkan caesar. Dr. Michael Klein dari Universitas British Columbia, yang kerap meneliti tentang proses caesar juga mengatakan hal serupa.
Menurut Klein, riset menunjukkan 44% wanita yang baru pertamakali melahirkan dan mendapatkan induksi, berakhir dengan menjalani caesar. Bandingkan dengan mereka yang melahirkan secara alami. Hanya 8% dari mereka yang pada akhirnya terpaksa caesar.
2. Usahakan Tidak Terlalu Buru-buru Datang ke RS
Bagi wanita yang baru pertamakali menjadi ibu, pasti merasakan kekhawatiran dan bingung ketika mengalami kontraksi yang menjadi tanda-tanda awal melahirkan. Saat kontraksi dirasakan, wanita ingin buru-buru datang ke rumah sakit, khawatir sudah terjadi pembukaan. Padahal datang terlalu dini untuk menjalani proses persalinan bisa meningkatkan risiko Anda melahirkan secara caesar.
Dr. Elliott Main, direktur kebidanan di Sutter Health, Californa menyarankan agar para ibu menjalani persalinan awal di rumah sendiri, ketimbang di rumah sakit. Kenapa demikian? Menurut Dr. Elliott ini berkaitan dengan perasaan ibu. "Kegelisahan bisa membuat proses persalinan lebih lambat," jelasnya. Dan ketika berada di rumah sakit, biasanya yang dirasakan adalah ketidaknyamanan. Ruangan yang tidak homey dan kehadiran orang-orang asing serta berbagai pemeriksaan awal saat baru tiba di rumah sakit membuat ibu jadi gelisah, ketimbang tenang.
3. Pilih Dokter dan Rumah Sakit dengan Cermat
Kalau memang Anda sangat ingin melahirkan secara normal, teliti dulu sebelum memilih dokter dan rumah sakit untuk proses persalinan. Banyak-banyaklah membaca dan mencari tahu dokter dan rumah sakit mana yang mendukung ibu melahirkan normal.
Anda bisa membaca forum-forum kesehatan dan parenting di internet untuk mendapatkan informasi mengenai dokter kandungan yang mendukung melahirkan normal. Pengalaman teman atau saudara juga bisa menjadi referensi.
4. Bertanya
Beberapa situasi yang memang darurat, prosedur caesar harus dilakukan sesegera mungkin untuk menyelamatkan nyawa bayi. "Hal itu tidak bisa dinegosiasikan," ujar Dr. Timothy R.B. Johnson, ahli kandungan di Universitas Michigan.
Namun, menurut Dr. Timothy, ada situasi dimana para orangtua bisa bertanya pada dokter apakah memang proses caesar benar-benar perlu dilakukan. Dia mencontohkan, misalnya dokter mengatakan bayi terlalu besar untuk dilahirkan dengan proses normal. "Pembicaraan bisa dilakukan. Anda bisa bertanya, apakah memang bayinya besar? Seberapa besar," ujarnya. "Kemampuan kami menduga ukuran bayi tidaklah absolut. Aku pernah menduga bayi beratnya 11 pound, namun ternyata setelah dilahirkan hanya 7 pound," jelasnya lagi.
(eny/hst)
Wanita memilih menghindari caesar karena prosedur tersebut biasanya butuh waktu pemulihan lebih lama ketimbang melahirkan normal. Melahirkan secara caesar juga bisa berisiko pada bayi seperti mengalami komplikasi atau masalah pernapasan.
Jika memang Anda tidak mau melahirkan secara caesar, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir proses tersebut harus Anda lalui. Cara-cara ini bisa dijalankan hanya jika memang kondisi Anda dan bayi tidak berbahaya dan harus segera dilakukan prosedur caesar. Berikut ini empat langkah menurunkan risiko melahirkan secara caesar seperti dipaparkan Fit Pregnancy:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Studi yang sudah dilakukan berkali-kali menunjukkan persalinan yang dilalui melalui induksi berisiko menyebabkan caesar. Dr. Michael Klein dari Universitas British Columbia, yang kerap meneliti tentang proses caesar juga mengatakan hal serupa.
Menurut Klein, riset menunjukkan 44% wanita yang baru pertamakali melahirkan dan mendapatkan induksi, berakhir dengan menjalani caesar. Bandingkan dengan mereka yang melahirkan secara alami. Hanya 8% dari mereka yang pada akhirnya terpaksa caesar.
2. Usahakan Tidak Terlalu Buru-buru Datang ke RS
Bagi wanita yang baru pertamakali menjadi ibu, pasti merasakan kekhawatiran dan bingung ketika mengalami kontraksi yang menjadi tanda-tanda awal melahirkan. Saat kontraksi dirasakan, wanita ingin buru-buru datang ke rumah sakit, khawatir sudah terjadi pembukaan. Padahal datang terlalu dini untuk menjalani proses persalinan bisa meningkatkan risiko Anda melahirkan secara caesar.
Dr. Elliott Main, direktur kebidanan di Sutter Health, Californa menyarankan agar para ibu menjalani persalinan awal di rumah sendiri, ketimbang di rumah sakit. Kenapa demikian? Menurut Dr. Elliott ini berkaitan dengan perasaan ibu. "Kegelisahan bisa membuat proses persalinan lebih lambat," jelasnya. Dan ketika berada di rumah sakit, biasanya yang dirasakan adalah ketidaknyamanan. Ruangan yang tidak homey dan kehadiran orang-orang asing serta berbagai pemeriksaan awal saat baru tiba di rumah sakit membuat ibu jadi gelisah, ketimbang tenang.
3. Pilih Dokter dan Rumah Sakit dengan Cermat
Kalau memang Anda sangat ingin melahirkan secara normal, teliti dulu sebelum memilih dokter dan rumah sakit untuk proses persalinan. Banyak-banyaklah membaca dan mencari tahu dokter dan rumah sakit mana yang mendukung ibu melahirkan normal.
Anda bisa membaca forum-forum kesehatan dan parenting di internet untuk mendapatkan informasi mengenai dokter kandungan yang mendukung melahirkan normal. Pengalaman teman atau saudara juga bisa menjadi referensi.
4. Bertanya
Beberapa situasi yang memang darurat, prosedur caesar harus dilakukan sesegera mungkin untuk menyelamatkan nyawa bayi. "Hal itu tidak bisa dinegosiasikan," ujar Dr. Timothy R.B. Johnson, ahli kandungan di Universitas Michigan.
Namun, menurut Dr. Timothy, ada situasi dimana para orangtua bisa bertanya pada dokter apakah memang proses caesar benar-benar perlu dilakukan. Dia mencontohkan, misalnya dokter mengatakan bayi terlalu besar untuk dilahirkan dengan proses normal. "Pembicaraan bisa dilakukan. Anda bisa bertanya, apakah memang bayinya besar? Seberapa besar," ujarnya. "Kemampuan kami menduga ukuran bayi tidaklah absolut. Aku pernah menduga bayi beratnya 11 pound, namun ternyata setelah dilahirkan hanya 7 pound," jelasnya lagi.
(eny/hst)
Olahraga
Perut dan Paha Lebih Kencang Tanpa ke Gym? Coba 2 Alat Fitness Rumahan Ini yang Lagi Banyak Dipakai!
Kesehatan
Pegal Hilang Hitungan Menit! Alat Pijat Elektrik 5 in 1 Ini Jadi Solusi Relaksasi Praktis di Rumah
Makanan & Minuman
Cuma Ubi Cilembu dan Yoghurt, Dessert Viral Ini Bikin Penasaran!
Pakaian Wanita
Bingung Cari Kado? Hampers Dompet Wanita Elegan Ini Bisa Jadi Pilihan Praktis
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Viral Verificator
Viral Ramadan Core! Beli Baju Lebaran Lebih Awal, Saat Dicoba Bikin Syok
2
Potret Eks Penyanyi Cilik Maissy Kembali Disorot, Suami Digosipkan Selingkuh
3
Ramalan Zodiak 13 Maret: Scorpio Keuangan Lancar, Sagitarius Jangan Emosi
4
Chloe Kelly Jadi Barbie, Simbol Inspirasi Baru di Dunia Sepak Bola Wanita
5
Ramalan Zodiak 13 Maret: Cancer Masalah Datang, Leo Penuh Perjuangan
MOST COMMENTED











































