4 Cara untuk Menghindari Penumpukan Mainan Anak
wolipop
Selasa, 25 Des 2012 13:02 WIB
Jakarta
-
Tidak sedikit orangtua yang suka membelikan anak-anaknya mainan. Mainan tersebut akan makin bertambah jumlahnya ketika anak baru saja merayakan ulang tahun. Alhasil mainan si kecil pun makin lama semakin banyak dan menumpuk.
Jika rumah Anda cukup besar, jumlah mainan anak yang banyak ini biasanya tidak akan terlalu lihat karena bisa ditaruh di satu ruangan sendiri. Tapi kalau rumah tidak terlalu luas, menumpuknya mainan tentu bisa mengurangi keindahan dan kerapian rumah.
Bukan hanya soal keindahan rumah saja yang berpengaruh ketika mainan anak menumpuk. Menurut pimpinan Adele & Dale Young Child Development Laboratory, Utah State University, Shelley Lindauer, Ph.D., mainan yang menumpuk bisa membuat anak-anak berpikir bahwa semua hal itu bisa tergantikan dan tidak ada yang berharga. Anak jadi tidak bisa belajar bersyukur pada apa yang dimilikinya dan merasa bertanggungjawab untuk merawat mainan-mainannya.
Bagaimana agar mainan anak tidak menumpuk, sementara Anda kerap mengabulkan permintaan si kecil untuk membeli mainan baru? Dua cara yang dapat dicoba adalah dengan mengurangi jumlah mainan itu dan mengurangi penumpukan mainan tersebut.
Untuk mengurangi jumlah mainan Anda bisa mencoba:
1. Sumbangkan
Anak bisa belajar untuk mensyukuri apa yang dimilikinya saat dia membantu orang lain yang kurang mampu. Salah satu cara membantu anak belajar bersyukur adalah dengan mendorongnya untuk menyumbangkan mainan-mainan yang masih layak. Sebelum meminta anak menyumbangkan mainan, ajak dulu mereka melihat kondisi anak-anak lain yang tidak mampu seperti di panti asuhan. Biasanya anak akan tergerak hatinya untuk menolong teman-temannya.
2. Hadiah Non Mainan
Ketika anak berulang tahun atau tiba hari Natal, usahakan Anda dan anggota keluarga lainnya serta kerabat tidak memberikan mereka hadiah berupa mainan. Sebagai orangtua, Anda ajukan permintaan pada kerabat untuk memberikan anak kado lain yang lebih berguna. Misalnya saja tiket untuk menikmati permainan di arena permainan yang memiliki nilai edukasi.
3. Sewa
Jika mainan yang diinginkan anak harganya cukup mahal dan kemungkinan hanya akan terpakai dalam kurun waktu tertentu, tidak ada salahnya mempertimbangkan untuk menyewa. Sekarang ini ada cukup banyak tempat penyewaan mainan anak. Dengan langkah ini, Anda bisa menghindari penumpukan mainan dalam waktu lama.
4. Rotasi Mainan
Rutinlah melakukan rotasi mainan. Anda bisa mencoba dengan menaruh beberapa mainan anak di satu kotak, kemudian letakkan kotak tersebut di gudang atau lemari yang sulit dijangkau si kecil. Sisakan beberapa mainan agar tetap bisa dimainkan anak. Saat anak sudah bosan dengan mainan tersebut, bawa keluar mainan yang Anda simpan di kotak itu. Lakukan rotasi ini dengan mengganti-ganti isi mainannya.
(eny/aln)
Jika rumah Anda cukup besar, jumlah mainan anak yang banyak ini biasanya tidak akan terlalu lihat karena bisa ditaruh di satu ruangan sendiri. Tapi kalau rumah tidak terlalu luas, menumpuknya mainan tentu bisa mengurangi keindahan dan kerapian rumah.
Bukan hanya soal keindahan rumah saja yang berpengaruh ketika mainan anak menumpuk. Menurut pimpinan Adele & Dale Young Child Development Laboratory, Utah State University, Shelley Lindauer, Ph.D., mainan yang menumpuk bisa membuat anak-anak berpikir bahwa semua hal itu bisa tergantikan dan tidak ada yang berharga. Anak jadi tidak bisa belajar bersyukur pada apa yang dimilikinya dan merasa bertanggungjawab untuk merawat mainan-mainannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengurangi jumlah mainan Anda bisa mencoba:
1. Sumbangkan
Anak bisa belajar untuk mensyukuri apa yang dimilikinya saat dia membantu orang lain yang kurang mampu. Salah satu cara membantu anak belajar bersyukur adalah dengan mendorongnya untuk menyumbangkan mainan-mainan yang masih layak. Sebelum meminta anak menyumbangkan mainan, ajak dulu mereka melihat kondisi anak-anak lain yang tidak mampu seperti di panti asuhan. Biasanya anak akan tergerak hatinya untuk menolong teman-temannya.
2. Hadiah Non Mainan
Ketika anak berulang tahun atau tiba hari Natal, usahakan Anda dan anggota keluarga lainnya serta kerabat tidak memberikan mereka hadiah berupa mainan. Sebagai orangtua, Anda ajukan permintaan pada kerabat untuk memberikan anak kado lain yang lebih berguna. Misalnya saja tiket untuk menikmati permainan di arena permainan yang memiliki nilai edukasi.
3. Sewa
Jika mainan yang diinginkan anak harganya cukup mahal dan kemungkinan hanya akan terpakai dalam kurun waktu tertentu, tidak ada salahnya mempertimbangkan untuk menyewa. Sekarang ini ada cukup banyak tempat penyewaan mainan anak. Dengan langkah ini, Anda bisa menghindari penumpukan mainan dalam waktu lama.
4. Rotasi Mainan
Rutinlah melakukan rotasi mainan. Anda bisa mencoba dengan menaruh beberapa mainan anak di satu kotak, kemudian letakkan kotak tersebut di gudang atau lemari yang sulit dijangkau si kecil. Sisakan beberapa mainan agar tetap bisa dimainkan anak. Saat anak sudah bosan dengan mainan tersebut, bawa keluar mainan yang Anda simpan di kotak itu. Lakukan rotasi ini dengan mengganti-ganti isi mainannya.
(eny/aln)
Olahraga
Perut dan Paha Lebih Kencang Tanpa ke Gym? Coba 2 Alat Fitness Rumahan Ini yang Lagi Banyak Dipakai!
Kesehatan
Pegal Hilang Hitungan Menit! Alat Pijat Elektrik 5 in 1 Ini Jadi Solusi Relaksasi Praktis di Rumah
Makanan & Minuman
Cuma Ubi Cilembu dan Yoghurt, Dessert Viral Ini Bikin Penasaran!
Pakaian Wanita
Bingung Cari Kado? Hampers Dompet Wanita Elegan Ini Bisa Jadi Pilihan Praktis
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Viral Verificator
Viral Ramadan Core! Beli Baju Lebaran Lebih Awal, Saat Dicoba Bikin Syok
2
Potret Eks Penyanyi Cilik Maissy Kembali Disorot, Suami Digosipkan Selingkuh
3
Ramalan Zodiak 13 Maret: Scorpio Keuangan Lancar, Sagitarius Jangan Emosi
4
Chloe Kelly Jadi Barbie, Simbol Inspirasi Baru di Dunia Sepak Bola Wanita
5
Ramalan Zodiak 13 Maret: Cancer Masalah Datang, Leo Penuh Perjuangan
MOST COMMENTED











































