Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Liputan Khusus

Pilih Anak Diasuh Babysitter atau Kakek-neneknya?

wolipop
Jumat, 23 Nov 2012 07:46 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Ibu bekerja dan baru punya anak pertama biasanya mengalami dilema saat masa cuti habis. Dilema ibu adalah mengenai pengasuhan si kecil. Ibu bingung memilih apakah anak sebaiknya diasuh babysitter atau kakek dan neneknya.

Mengenai pengasuhan anak ini, psikolog Anna Surti Ariani mengatakan, semuanya tergantung dari ibu dan ayah sendiri. Yang terpenting adalah, siapapun pengasuh anak, dia harus sayang dengan buah hati Anda.

Berdasarkan pengalaman dan pengamatan psikolog yang akrab disapa Nina ini, orangtua yang memilih menggunakan jasa babysitter karena ingin anak dibesarkan sesuai pedoman mereka. Dengan mempekerjakan babysitter, orangtua bebas mengasuh anak tanpa adanya campur tangan kakek atau neneknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terkadang orang lebih enak titip sama babysitter daripada sama orangtuanya sendiri karena kalau orangtua bisa mengatur anak sesuai pedomanannya. Kita nggak bisa mengatur anak sesuai pedomannya, kita nggak bisa mengatur sendiri," jelas Nina saat berbincang dengan wolipop di Medicare Clinic, Menara Kadin, Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (22/11/2012).

Tapi sekarang ini ada cukup banyak orangtua yang memilih mempercayakan pengasuhan anak pada kakek dan nenek. "Karena mereka pasti sayang sama cucunya. Kalau babysitter kan orang lain," ujar Nina.

Siapapun orang yang mengasuh anak, entah itu babysitter atau kakek dan neneknya, Nina menyarankan sebaiknya orang tersebut memang memahami cara membesarkan buah hati. Jangan sampai orangtua mempercayakan pengasuhan anak pada PRT (pembantu rumah tangga) yang tidak memiliki kemampuan tersebut.

Jika memang Anda tinggal tidak satu kota atau berdekatan dengan orangtua yang bisa membantu mengasuh anak, sebaiknya pekerjakan pengasuh yang memang berpengalaman. Dalam mencari pengasuh, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Misalnya apakah dia terlihat bersih dan rapi. Kemudian wawancara untuk mengetahui sejauh mana pengetahuannya tentang pengasuhan si kecil.

Menurut Nina, dengan memiliki pengasuh, orangtua yang bekerja bisa merasa lebih tenang saat meninggalkan anak di rumah. Apalagi jika pengasuh tersebut dekat dan sayang pada anak.

"Kita akan lebih konsentrasi bekerja kalau tahu anak sayang sama babysitternya. Berbeda kalau kita menitipkan pada orang lain, kita bisa merasa khawatir dan membuat pekerjaan buyar, berantakan, nggak konsen," jelas psikolog anak dan keluarga lulusan Universitas Indonesia itu.

Keberadaan pengasuh ini tidak hanya bermanfaat untuk ibu yang bekerja. Ibu rumah tangga pun bisa mendapatkan keuntungan dengan adanya babysitter atau nanny.

"Kadang-kadang beberapa ibu membutuhkan bala bantuan, entah itu berupa babysitter atau pembantu. Tujuannya adalah supaya ibu bisa istirahat karena mengasuh anak terlalu lama bisa capek ya. Makanya nggak dilarang punya babysitter. Yang dilarang itu kalau semuanya dikasih ke babysitter," urai Nina.

(aln/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads