Hanya 33% Orangtua yang Masih Sempat Mendongeng untuk Anak
wolipop
Rabu, 10 Okt 2012 07:08 WIB
Jakarta
-
Saat ini, mendongeng sepertinya jadi aktivitas yang sudah jarang dilakukan orangtua terhadap anak-anak mereka. Survei yang diadakan Disney di Inggris pun membuktikannya. Survei diikuti oleh 1.000 orangtua dan kakek-nenek yang memiliki anak atau cucu berusia di bawah enam tahun. Dari survei tersebut terungkap hanya 1/3 orangtua di Inggris yang masih sempat membacakan cerita pada anak sebelum tidur.
Mereka yang sempat membacakan dongeng sebelum tidur itu, sesuai survei, paling banyak adalah para ibu, kemudian ayah dan disusul kakek-nenek. Sedangkan fakta di lapangan, anak-anak lebih suka jika mereka dibacakan dongeng oleh ibu, lalu kakek-nenek dan terakhir ayah.
Meskipun jumlah orangtua yang sempat membacakan cerita itu sedikit, setengah dari responden percaya mendongeng adalah saat yang tepat untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama anak-anak mereka. 47% orangtua juga tahu bahwa anak-anak sebenarnya senang dibacakan dongeng oleh orangtuanya
Sayangnya sesuai survei tersebut, sekarang ini sebagian besar orangtua kehabisan waktu untuk membacakan anak-anak mereka sebuah dongeng. Hampir sepertiga orangtua yang menjadi responden mengaku terlalu lelah untuk bercerita, terlebih ketika mereka terlambat pulang kantor dan harus melakukan pekerjaan rumah lainnya. Dari survei Disney tersebut juga terungkap, di era digital seperti sekarang ini, 2/3 dari orangtua dan kakek-nenek merasa bahwa teknologi modern sudah menghilangkan tradisi mendongeng.
Salah satu penyebab menurunnya aktivitas dongeng sebelum tidur ini adalah karena kurangnya kepercayaan diri orangtua ketika membacakan cerita untuk anak. Lebih dari 1/3 orangtua dan kakek-nenek berharap mereka bisa menjadi pendongeng yang baik baik.
Dalam urusan membacakan cerita ini, hanya setengah dari kaum pria yang merasa mereka bisa mendongeng dengan baik. Wanita dianggap lebih baik dalam aktivitas dongeng tersebut karena mereka lebih banyak membaca ketika masih anak-anak.
Survei Disney juga menunjukkan bahwa kemampuan mendongeng ditentukan oleh faktor usia, 81% orang yang pandai mendongeng berusia lebih dari 55 tahun, dan 44% dari usia 18-24 tahun. Selain itu, cerita tradisional tetap paling populer karena sebagian besar (84%) dari responden bercerita tentang apa yang mereka baca saat masih anak-anak.
Kelompok usia muda yang bernostalgia ini, yaitu yang berusia 18-24 tahun, yang sering membacakan anak-anak cerita serupa ketika mereka masa kecil. Sementara lebih dari seperempatnya memilih untuk menceritakan kisah-kisah klasik seperti Winnie the Pooh, dan hanya sedikit yang memilih untuk membuat cerita mereka sendiri.
(eny/eya)
Mereka yang sempat membacakan dongeng sebelum tidur itu, sesuai survei, paling banyak adalah para ibu, kemudian ayah dan disusul kakek-nenek. Sedangkan fakta di lapangan, anak-anak lebih suka jika mereka dibacakan dongeng oleh ibu, lalu kakek-nenek dan terakhir ayah.
Meskipun jumlah orangtua yang sempat membacakan cerita itu sedikit, setengah dari responden percaya mendongeng adalah saat yang tepat untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama anak-anak mereka. 47% orangtua juga tahu bahwa anak-anak sebenarnya senang dibacakan dongeng oleh orangtuanya
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu penyebab menurunnya aktivitas dongeng sebelum tidur ini adalah karena kurangnya kepercayaan diri orangtua ketika membacakan cerita untuk anak. Lebih dari 1/3 orangtua dan kakek-nenek berharap mereka bisa menjadi pendongeng yang baik baik.
Dalam urusan membacakan cerita ini, hanya setengah dari kaum pria yang merasa mereka bisa mendongeng dengan baik. Wanita dianggap lebih baik dalam aktivitas dongeng tersebut karena mereka lebih banyak membaca ketika masih anak-anak.
Survei Disney juga menunjukkan bahwa kemampuan mendongeng ditentukan oleh faktor usia, 81% orang yang pandai mendongeng berusia lebih dari 55 tahun, dan 44% dari usia 18-24 tahun. Selain itu, cerita tradisional tetap paling populer karena sebagian besar (84%) dari responden bercerita tentang apa yang mereka baca saat masih anak-anak.
Kelompok usia muda yang bernostalgia ini, yaitu yang berusia 18-24 tahun, yang sering membacakan anak-anak cerita serupa ketika mereka masa kecil. Sementara lebih dari seperempatnya memilih untuk menceritakan kisah-kisah klasik seperti Winnie the Pooh, dan hanya sedikit yang memilih untuk membuat cerita mereka sendiri.
(eny/eya)
Makanan & Minuman
Cari Minyak Goreng Bening dan Tidak Cepat Hitam? Ini Keunggulan SunCo 2L
Pakaian Pria
Cari Sepatu Basket Nyaman & Grip Kuat? Coba Nike Jordan Luka 77 PF
Olahraga
Perut dan Paha Lebih Kencang Tanpa ke Gym? Coba 2 Alat Fitness Rumahan Ini yang Lagi Banyak Dipakai!
Kesehatan
Pegal Hilang Hitungan Menit! Alat Pijat Elektrik 5 in 1 Ini Jadi Solusi Relaksasi Praktis di Rumah
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Gaya Dramatis Barbie Ferreira Setelah Turun Berat Badan, Diduga karena Ozempic
2
Pengakuan Kate Middleton Berhenti Minum Alkohol Setelah Didiagnosis Kanker
3
Masuk Usia 40? Ini Skincare dan Makeup Wajib agar Kulit Tetap Kencang
4
Dirayakan Sederhana, Intip Kado Ultah Mewah Thariq Untuk Aaliyah Massaid
5
Ramalan Zodiak Cinta 13 Maret: Gemini Lebih Perhatian, Taurus Jangan Percaya
MOST COMMENTED











































