Mitos Anak Tunggal: Manja, Egois & Bossy. Benarkah?
wolipop
Senin, 03 Sep 2012 10:00 WIB
Jakarta
-
Ketika memutuskan memiliki anak tunggal, pasti akan ada komentar agar Anda sebaiknya menambah momongan lagi. Hal itu karena adanya anggapan anak tunggal nantinya akan tumbuh menjadi egois, manja dan bossy. Benarkah demikian?
Psikolog dari Universitas Rutgers, New Jersey, AS yang juga penulis buku 'Parenting an Only Child' Susan Newman mengatakan anggapan mengenai anak tunggal itu hanya mitos. Mitos itu ada dari zaman dulu dan dipercaya hingga kini.
"Orang-orang masih beranggapan anak tunggal itu manja, agresif, bossy, kesepian dan sulit menyesuaikan diri," ujarnya. "Daftar ini terus bertambah dan bertambah," jelasnya lagi seperti dikutip ABC News.
Sampai saat ini pun ditegaskan Newman belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan kebenaran mengenai streotipe anak tunggal tesebut. Malah menurut penelitian anak tunggal ternyata tidak berbeda dengan anak sulung, tengah atau bungsu.
"Ada beratus ratus penelitian yang menunjukkan kalau anak tunggal tidak beda dengan anak-anak lainnya," tutur wanita yang sudah menulis 14 buku itu.
Untuk membuktikan bahwa memang benar anak tunggal berbeda dengan anak lainnya, ABC News melalui acara mereka 20/20 melakukan survei kecil dengan bertanya pada sekelompok orang di New York. Meeka ditanya apakah memang mitos mengenai anak tunggal itu benar atau tidak.
Apa jawaban para responden? "Aku anak tunggal, aku tidak merasa aku bossy," kata Corinne. "Pasti ada perbedaannya tapi menurutku itu bukan karena anak tunggal. Menurutku semuanya tergantung orangtuanya. Kalau orangtuanya memang memanjakan, kamu punya 30 anak pun semuanya akan jadi anak manja," jelas Ben, seorang responden lainnya.
Meskipun banyak penelitian menunjukkan tidak adanya perbedaan sifat antara anak tunggal dengan anak-anak lainnya, ada riset yang mengatakan anak satu-satunya kebanyakan berkembang menjadi lebih pintar. Penelitian selama 20 tahun menunjukkan kalau orangtua yang mengasuh satu anak akan bisa membuat si anak lebih tinggi pendidikannya, hasil ujiannya dan prestasinya.
Kenapa anak tunggal lebih berprestasi? "Karena mereka menguasai semua sumber daya yang dimiliki orangtua mereka untuk membuat mereka bisa mendapatkan ilmu lebih," jawab Newman.
Hanya saja memang semuanya kembali lagi pada orangtua si anak tersebut. Jika memang orangtua anak tunggal fokus pada si anak, bersedia memberikan seluruh waktu dan perhatiannya, kemungkinan anak tersebut menjadi sukses semakin besar.
(eny/eny)
Psikolog dari Universitas Rutgers, New Jersey, AS yang juga penulis buku 'Parenting an Only Child' Susan Newman mengatakan anggapan mengenai anak tunggal itu hanya mitos. Mitos itu ada dari zaman dulu dan dipercaya hingga kini.
"Orang-orang masih beranggapan anak tunggal itu manja, agresif, bossy, kesepian dan sulit menyesuaikan diri," ujarnya. "Daftar ini terus bertambah dan bertambah," jelasnya lagi seperti dikutip ABC News.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada beratus ratus penelitian yang menunjukkan kalau anak tunggal tidak beda dengan anak-anak lainnya," tutur wanita yang sudah menulis 14 buku itu.
Untuk membuktikan bahwa memang benar anak tunggal berbeda dengan anak lainnya, ABC News melalui acara mereka 20/20 melakukan survei kecil dengan bertanya pada sekelompok orang di New York. Meeka ditanya apakah memang mitos mengenai anak tunggal itu benar atau tidak.
Apa jawaban para responden? "Aku anak tunggal, aku tidak merasa aku bossy," kata Corinne. "Pasti ada perbedaannya tapi menurutku itu bukan karena anak tunggal. Menurutku semuanya tergantung orangtuanya. Kalau orangtuanya memang memanjakan, kamu punya 30 anak pun semuanya akan jadi anak manja," jelas Ben, seorang responden lainnya.
Meskipun banyak penelitian menunjukkan tidak adanya perbedaan sifat antara anak tunggal dengan anak-anak lainnya, ada riset yang mengatakan anak satu-satunya kebanyakan berkembang menjadi lebih pintar. Penelitian selama 20 tahun menunjukkan kalau orangtua yang mengasuh satu anak akan bisa membuat si anak lebih tinggi pendidikannya, hasil ujiannya dan prestasinya.
Kenapa anak tunggal lebih berprestasi? "Karena mereka menguasai semua sumber daya yang dimiliki orangtua mereka untuk membuat mereka bisa mendapatkan ilmu lebih," jawab Newman.
Hanya saja memang semuanya kembali lagi pada orangtua si anak tersebut. Jika memang orangtua anak tunggal fokus pada si anak, bersedia memberikan seluruh waktu dan perhatiannya, kemungkinan anak tersebut menjadi sukses semakin besar.
(eny/eny)
Olahraga
Cari Sepatu buat Daily Run hingga Long Run? Nike Structure 25 Layak Dicoba
Hobbies & Activities
Gitar Akustik yang Cocok untuk Pemula, Yamaha F310 Punya Suara Jernih dan Nyaman Dimainkan
Pakaian Pria
Sepatu Santai untuk Sholat Id! 2 Slide Sneakers Ini Nyaman dan Praktis Dipakai Lebaran
Olahraga
Mau Main Badminton Makin Nyaman? Jangan Sampai Lupa Grip Anti Slip Ini
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Terungkap Isi Goodie Bag Oscar 2026 Senilai Rp 5 M: Ada Skincare Korea Viral
2
Mackenyu Makin Macho di One Piece Season 2, Tubuh Kekar Bikin Terkesima
3
Viral Komentar Aktor China Zhang Linghe Tentang Asia Tenggara, Diduga Rasis
4
Hemat Belanja Kebutuhan Pokok Jelang Idul Fitri! Festival Bazar MCF x Transmart
5
Sinopsis Robin Hood di Bioskop Trans TV Hari Ini
MOST COMMENTED











































