Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Hanya 32% Ibu di Amerika yang Berhasil Memberi ASI Eksklusif

wolipop
Selasa, 05 Jun 2012 18:33 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Riset terbaru yang dilakukan di Amerika menunjukkan 85% ibu sebenarnya ingin memberi bayi mereka ASI esklusif. Namun dari 85% itu, hanya 32% ibu yang sukses melakukannya.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Centers for Disease Control and Prevention. Dalam meneliti, CDC menggunakan informasi dari penelitian yang sebelumnya sudah ada yang mengikuti kehidupan 3.000 wanita hamil pada 2005 dan 2007. Semua wanita dalam penelitian itu berusia 18 tahun dan tengah hamil setidaknya 35 minggu serta melahirkan bayi yang beratnya minimal 2,3 kg.

Saat diteliti, seluruh responden diminta menjawab sedikitnya 11 kuisioner selama setahun penelitian berlangsung. Kuisioner diberikan mulai mereka diketahui tengah hamil.

Berdasarkan hasil penelitian, 1792 wanita atau sekitar 60% yang mengisi seluruh kuisioner mengatakan mereka ingin memberi bayi ASI hingga periode waktu tertentu. Periode waktunya bervariasi mulai dari beberapa minggu hingga tujuh bulan atau lebih. Dari responden yang berniat memberi ASI tersebut, 85% wanita berencana melakukannya selama tiga bulan atau lebih. Sayangnya berapalama pun niat mereka menyusui, hanya 32% yang berhasil.

Sebagian besar responden yang berniat menyusui selama beberapa bulan itu akhirnya berhenti setelah sebulan memberi bayi mereka ASI. 15% responden malah sudah tidak lagi menyusui bayi sejak masih berada di rumah sakit.

Menurut American Academy of Pediatrics, idealnya seorang ibu yang baru melahirkan menyusui bayinya hingga usia enam bulan. Setelah itu baru bisa mulai diberi makanan padat, namun tetap diberi ASI setidaknya sampai usia setahun.

Pimpinan penelitian dari CDC, Cria Perrine mengatakan ada berbagai hal yang menyebabkan ibu dengan cepatnya menyerah untuk memberi bayi mereka ASI. Salah satunya adalah kecekatan staf rumah sakit untuk memberitahu ibu tentang pentingnya ASI.

"Kami tahu kalau pihak rumah sakit punya peranan penting. Memang periode waktu (di rumah sakit) hanya sebentar, tapi itu justru waktu yang sangat penting," ujar Perrine seperti dikutip Fox News.

Dalam penelitian itu, Perrine dan timnya menemukan beberapa wanita cenderung lebih mudah menyerah untuk menyusui bayi. Mereka yang lebih gampang stop untuk memberi ASI itu adalah ibu yang obesitas dan merokok. Penelitian pada para ibu di Amerika itu juga mengungkapkan wanita yang menikah atau memiliki pasangan lebih sukses menyusui ketimbang mereka yang single.

Bantuan dan perawatan dari pihak rumah sakit juga ikut mempengaruhi apakah ibu sukses atau tidak dalam mencapai target waktunya untuk menyusui bayinya. Ibu yang dengan segera menyusui bayinya setelah melahirkan dan bayi yang tidak diberi susu formula oleh pihak rumah sakit, lebih sukses menyusu dalam jangka waktu lama.

(eny/rma)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads