Do's & Don'ts Saat Mendongeng untuk Si Kecil
wolipop
Senin, 21 Mei 2012 18:14 WIB
Jakarta
-
Mendongengkan anak sebuah cerita bagi beberapa orangtua, tidaklah semudah yang dibayangkan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar kegiatan tersebut bisa memberikan manfaat maksimal. Apa saja?
Psikolog anak dan dosen di Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Efnie Indrianie, M.Psi, menjelaskan pada wolipop apa saja yang perlu diperhatikan ketika mendongeng untuk si kecil:
1. Hampir semua anak tidak suka diberikan instruksi atau perintah. Apalagi jika ibu atau ayahnya sudah terlalu lelah sepulang bekerja, jadi cenderung marah. Anak yang terlalu diatur biasanya malah semakin memberontak. Melalui dongeng, secara tidak disadari, kita memberikan instruksi pada anak untuk melakukan sesuatu. Kita menghimbau anak melalui cerita yang bersifat inspiratif. Ini merupakan cara yang paling tepat untuk menstimulasi anak memiliki banyak inspirasi positif.
2. Anak sebaiknya dalam kondisi happy saat Anda menceritakan dongeng. Apabila seseorang sedang bahagia gelombang otaknya akan turun ke Alfa. Sedangkan anak yang sedang dalam konsidisi stress, rata-rata gelombang otaknya sampai di level Beta. Kemampuan otak untuk menyerap informasi cerita di level Beta tidak sebaik Alfa. Anda tidak membutuhkan terapi spesifik untuk otak, hanya dengan situasi happy sehari-hari di rumah akan membuat mereka cerdas.
3. Gunakan alat bantu saat Anda menyampaikan dongeng kepada anak Anda, misalnya boneka atau mainan. Kegunaan alat bantu ini akan meningkatkan imajinasi anak Anda. Namun, harus tetap diawasi saat ia sedang berimajinasi dengan alat tersebut.
4. Anatomi otak anak lelaki dan perempuan tidak banyak berbeda. Namun kemampuan konsentrasi anak perempuan lebih multitasking sedangkan anak laki-laki singletasking. Oleh karena itu pada anak laki-laki membutuhkan waktu sedikit lebih banyak waktu untuk menarik perhatiannya dari satu kegiatan. Ambil seluruh atensi anak sebelum memulai bercerita. Karena pada anak-anak fase yang paling berkembang adalah fase oral, maka Anda dapat menarik perhatiannya dengan menggunakan makanan, susu, atau segala jenis makanan yang sehat.
5. Pada anak berkebutuhan khusus (Hyperactive, Autistik, atau Down-Syndrome), proses pembelajaran harus diawali dulu dengan hal-hal yang berhubungan dengan kebutuhan khususnya. Anak sebaiknya diterapi terlebih dahulu selama kira-kira 3 sampai 4 bulan. Setelah anak sedikit lebih tenang baru anak bisa diajak mendongeng. Sedangkan untuk anak tanpa kebutuhan khusus bisa diajak dengan cara yang ringan, seperti dengan mengeksplor sekitar rumah atau melihat benda sekitar.
6. Pada anak-anak berkebutuhan khusus, mendongeng bisa digunakan sebagai alternatif metode untuk mengasah kepekaan. Anak-anak dengan kebutuhan khusus biasanya perkembangan kematangan emosionalnya bisa setengah kali dari usia mental yang sebenarnya. Lakukan kegiatan mendongeng dengan interaktif, penuh kasih sayang melalui sentuhan, dengan dipangku misalnya.
7. Dongeng sangat efektif pada usia rata-rata 7 tahun karena pada umur itu anak-anak cara berpikirnya konkrit. Selain itu, biasanya anak-anak hingga usia 7 tahun memiliki teman khayalan. Biasanya mereka hanya menggunakan boneka atau mobil-mobilan sebagai teman bermain, pada saat inilah stimulasi melalui dongeng menjadi media yang tepat. Saat ini rata-rata anak usia 8 tahun ke atas sudah memasuki masa pra-pubertas, sehingga cara-cara mendongeng seperti anak-anak kurang efektif.
(eny/eny)
Psikolog anak dan dosen di Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Efnie Indrianie, M.Psi, menjelaskan pada wolipop apa saja yang perlu diperhatikan ketika mendongeng untuk si kecil:
1. Hampir semua anak tidak suka diberikan instruksi atau perintah. Apalagi jika ibu atau ayahnya sudah terlalu lelah sepulang bekerja, jadi cenderung marah. Anak yang terlalu diatur biasanya malah semakin memberontak. Melalui dongeng, secara tidak disadari, kita memberikan instruksi pada anak untuk melakukan sesuatu. Kita menghimbau anak melalui cerita yang bersifat inspiratif. Ini merupakan cara yang paling tepat untuk menstimulasi anak memiliki banyak inspirasi positif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
3. Gunakan alat bantu saat Anda menyampaikan dongeng kepada anak Anda, misalnya boneka atau mainan. Kegunaan alat bantu ini akan meningkatkan imajinasi anak Anda. Namun, harus tetap diawasi saat ia sedang berimajinasi dengan alat tersebut.
4. Anatomi otak anak lelaki dan perempuan tidak banyak berbeda. Namun kemampuan konsentrasi anak perempuan lebih multitasking sedangkan anak laki-laki singletasking. Oleh karena itu pada anak laki-laki membutuhkan waktu sedikit lebih banyak waktu untuk menarik perhatiannya dari satu kegiatan. Ambil seluruh atensi anak sebelum memulai bercerita. Karena pada anak-anak fase yang paling berkembang adalah fase oral, maka Anda dapat menarik perhatiannya dengan menggunakan makanan, susu, atau segala jenis makanan yang sehat.
5. Pada anak berkebutuhan khusus (Hyperactive, Autistik, atau Down-Syndrome), proses pembelajaran harus diawali dulu dengan hal-hal yang berhubungan dengan kebutuhan khususnya. Anak sebaiknya diterapi terlebih dahulu selama kira-kira 3 sampai 4 bulan. Setelah anak sedikit lebih tenang baru anak bisa diajak mendongeng. Sedangkan untuk anak tanpa kebutuhan khusus bisa diajak dengan cara yang ringan, seperti dengan mengeksplor sekitar rumah atau melihat benda sekitar.
6. Pada anak-anak berkebutuhan khusus, mendongeng bisa digunakan sebagai alternatif metode untuk mengasah kepekaan. Anak-anak dengan kebutuhan khusus biasanya perkembangan kematangan emosionalnya bisa setengah kali dari usia mental yang sebenarnya. Lakukan kegiatan mendongeng dengan interaktif, penuh kasih sayang melalui sentuhan, dengan dipangku misalnya.
7. Dongeng sangat efektif pada usia rata-rata 7 tahun karena pada umur itu anak-anak cara berpikirnya konkrit. Selain itu, biasanya anak-anak hingga usia 7 tahun memiliki teman khayalan. Biasanya mereka hanya menggunakan boneka atau mobil-mobilan sebagai teman bermain, pada saat inilah stimulasi melalui dongeng menjadi media yang tepat. Saat ini rata-rata anak usia 8 tahun ke atas sudah memasuki masa pra-pubertas, sehingga cara-cara mendongeng seperti anak-anak kurang efektif.
(eny/eny)
Kesehatan
Jangan Asal Makan Gula Saat Buka Puasa! Pakai Stevia untuk Alternatif yang Lebih Aman
Perawatan dan Kecantikan
Sat-Set Tanpa Keramas! Ini Rahasia Rambut Fresh dalam 1 Menit
Perawatan dan Kecantikan
Kurang Tidur Saat Ramadan? 2 Eye Serum Ini Bikin Mata Tetap Fresh Sampai Lebaran
Perawatan dan Kecantikan
Satu Swipe Langsung Cantik! Lip & Cheek Ini Bikin Lebaran Makin Percaya Diri
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
7 Potret El Rumi dan Syifa Hadju Pre Wedding di London, Romantis Bikin Baper
2
Skandal Ji Soo Jadi Sorotan Lagi, Agensi Kena Getah Dituntut Bayar Rp 10 M
3
Viva Cosmetics Luncurkan Moisturizer Gel, Jadikan Shenina Cinnamon BA
4
Jungkook BTS Pakai Jam Tangan Rp 666 Juta, Jadi Global Ambassador Hublot
5
Most Pop: Suraj Chavan Viral Usai Dinobatkan Sebagai Pria Tertampan India
MOST COMMENTED











































