Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Cara Memilih Preschool Berkualitas Ala Mona Ratuliu

wolipop
Selasa, 15 Mei 2012 12:21 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. detikFoto
Jakarta - Aktris Mona Ratuliu tidak mau sembarangan dalam memilih sekolah untuk anak-anaknya. Ada berbagai hal yang dilakukan Mona sebelum mendaftarkan anaknya pada suatu preschool.

Hal pertama yang dilihat Mona dan suaminya, Indra Brasco, sebelum mendaftarkan anak ke suatu sekolah adalah melihat potensi yang dimiliki si anak. Bintang sinetron Dewa itu ingin potensi dari anaknya, semakin berkembang di sekolah, bukan malah potensi tersebut dihambat.

Hal kedua yang diperhatikan Mona adalah tujuan dari orangtua menyekolahkan anak tersebut. "Tergantung goal yang mau dicapai. Kalau aku ingin dia pandai bergaul. Jadi pilih sekolah yang merangsang multiple intelegence, bukan pintar matematika. Tapi kemampuan dia berinteraksi, bergaul, mengobservasi sesuatu yang memang terpakai di kehidupannya," ujar aktris yang tengah menantikan kelahiran anak ketiganya itu saat berbincang dengan wolipop Senin (14/5/2012).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk dua anaknya, Davina Shafa Felisha (9 Tahun) dan Baraka Rahadianezar ( 3 tahun), Mona menyekolahkan di dua sekolah berbeda. Saat berusia dua tahun, Davina didaftarkan ke preschool Nizamia Andalusia yang berada di Jl. Prapanca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sedangkan Baraka atau akrab disapa Raka, kini bersekolah di Cikal, Jl. TB. Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan.

"Aku coba di Cikal ngebandingin juga biar tahu tipe sekolahnya kayak apa," ujar Mona yang kini juga menyekolahkan Davina di SD Nizamia Andalusia.

Mona memang jatuh cinta berat pada Nizamia Andalusia sejak menyekolahkan Davina di sana. Sekolah tersebut menurutnya tidak hanya memberikan anak-anak wawasan nasional dan internasional, tapi juga agama.

Ketika memasukkan Raka ke Cikal, Mona juga menemukan kepuasaan tersendiri. "Banyak banget diajarin. Jadi percaya diri tampil di depan umum. Diajarin presentasi, memelihara binatang. Orangtua jadi interaksi dengan anak karena orangtua bantu nyiapin materi presentasinya," tuturnya.

Selain pertimbangan potensi anak dan materi pelajaran, hal lain yang juga dipikirkan Mona saat mendaftarkan anaknya sekolah adalah lokasi. Diakui wanita 30 tahun itu, ia sebenarnya tertarik pada beberapa sekolah selain Cikal dan Nizamia Andalusia.

"Tapi kejauhan. Aku pengennya nggak jauh dari rumah. Supaya anak-anak nggak terlalu pagi bangunnya," jelas Mona.

Mengenai biaya, tentunya itu jadi pertimbangan Mona. Namun ia sudah sejak dulu menyadari kalau untuk menyekolahkan anak di tempat yang berkualitas tidaklah murah. Oleh karena itu dia dan suaminya sudah mempersiapkan dana pendidikan sejak anak masih bayi.

"Sudah siap mental. Aku dan suami sudah tahu kalau sekolah pilihan kita, bukan hanya sekolah bagus tapi layak, jatuhnya mahal," tuturnya.

Kalaupun suatu hari nanti biaya pendidikan untuk anaknya belum siap, Mona dan Indra pun rela melakukan apapun untuk memenuhinya. "Istilahnya punya mobil yang nyaman, kita rela kok keluarin uang banyak, padahal nilanya menyusut. Sementara pendidikan itu modal yang akan dipakai anak seumur hidup, nggak menyusut. Worth it dibayar dengan mahal," tukas Mona yang kini tengah mengandung tujuh bulan itu.

Sebelum memilih preschool untuk anaknya, Mona biasanya akan mencari informasi dulu. Informasi utama didapatnya dari teman-temannya. Referensi orang terdekat menurutnya bisa sangat berguna karena biasanya sesuai dengan kenyataan yang ada.

"Aku juga datang langsung ke sekolahnya, lihat lingkungannya, ngobrol sama gurunya, kepala sekolahnya. Kalau memang punya passion di pendidikan berasa energinya," kisah Mona.

Dalam memilih suatu sekolah yang juga jadi pertimbangan Mona adalah bahasa. Ia tidak tertarik memasukkan anaknya di sekolah internasional karena tak mau anak-anaknya berinteraksi dengan full berbahasa Inggris dalam keseharian.

"Aku agak kurang tertarik. Soalnya aku menemukan beberapa anak teman yang sudah nyaman sekali dengan bahasa Inggris. Nggak salah sih ya. Tapi kalau aku sih ingin tetap anak-anakku, bahasa ibunya bahasa Indonesia," tandas Mona.

(eny/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads