Vogue Banjir Kritikan karena 'Dukung' Sosialita Paksa Anaknya Diet
wolipop
Selasa, 27 Mar 2012 15:15 WIB
Jakarta
-
Dalam edisi terbarunya bulan April, majalah Vogue menampilkan tulisan seorang sosialita yang mengisahkan bagaimana ia membuat putrinya diet di usia tujuh tahun. Artikel tersebut kini banyak dikritik dan dianggap sebagai artikel Vogue terburuk.
'Worst Vogue article ever', begitu menurut situs Jezebel soal artikel yang ditampilkan Vogue tersebut. Situs itu juga menyebut kalau Dara-Lynn Weiss merupakan ibu paling egois yang pernah ditampilkan Vogue dalam majalahnya.
Dara-Lynn Weiss seperti sudah dituliskan wolipop sebelumnya, merupakan sosialita asal New York yang memaksa putrinya, Bea (berusia tujuh tahun) untuk diet. Hal itu karena sang anak diolok-olok di sekolah, disebut gendut. Menurut dokter anak, Bea memang dikategorikan obesitas karena beratnya 42 kg.
Melalui artikelnya di Vogue, Weiss menuliskan bagaimana dia membuat Bea menjalani penurunan berat badan. Wanita cantik itu tidak ragu memarahi sang anak di depan umum karena ingin makan makanan manis, melarangnya makan malam karena si anak sudah banyak mengonsumsi kalori di sekolah hingga langsung membuang segelas minuman di Starbucks karena sang pelayan tidak tahu berapa kalori kandungan minuman tersebut saat Bea membelinya.
Seluruh tindakan Weiss tersebut kini memang sudah membuahkan hasil. Berat badan Bea sudah turun 7 kg. Bea pun dihadiahi berbagai baju baru oleh sang ibu.
Meski berhasil, tentu saja cara Weiss membuat anaknya berdiet itu menuai banyak kecaman. Majalah Vogue pun banjir kritik karena dianggap memberi ruang untuk sosialita itu 'memamerkan' kesuksesannya membuat Bea berdiet, padahal metode yang diterapkannya tidak benar.
Di berbagai forum diskusi online, banyak sekali cacian ditujukan pada Weis dan Vogue. "Aku yakin Weiss sekarang membuat anaknya punya masalah makan di masa depan," tulis salah satu orang di situs New York Magazine.
"Weiss telah mempermalukan anaknya di depan umum. Dia juga bukannya menghitung kadar nutrisi tapi kalori yang dimakan," tulis komentator lainnya dari The Gloss, Lindsay Cross.
Keprihatinan juga datang dari Dr. Leslie Sim, Direktur Klinis di Mayo Eating Disorders Program, Rochester, AS. "Reaksi emosionalnya pada makanan diperlihatkannya pada anaknya. Mengkategorikan makanan baik dan buruk pada anak bisa menciptakan kegelisahan pada anak. Ketika ada banyak sekali perasaan emosional pada makanan itu benar-benar bisa membuat anak mengalami masalah kegelisahan dan gangguan makan," jelasnya pada ABC News.
Sim juga mempertanyakan paksaan yang dilakukan Weiss pada Bea untuk berdiet. "Penelitian menunjukkan remaja yang terlalu mempermasalahkan berat badannya karena pengaruh orang lain, berisiko mengalami kenaikan berat badan nantinya," tukasnya.
Pendapat serupa juga dikatakan ahli diet Louise Goldberg melalui blognya seperti dikutip Daily Mail. "Orangtua harus hati-hati jika bicara pada anak tentang makanan. Mengatakan kenapa suatu makanan tidak sehat, berapa kalorinya, porsinya dan lain-lain seharusnya memang bukan hal tabu. Tapi ada cara untuk mengatakannya, ketimbang merusak anak secara psikologis," tulis Goldberg.
(eny/eny)
'Worst Vogue article ever', begitu menurut situs Jezebel soal artikel yang ditampilkan Vogue tersebut. Situs itu juga menyebut kalau Dara-Lynn Weiss merupakan ibu paling egois yang pernah ditampilkan Vogue dalam majalahnya.
Dara-Lynn Weiss seperti sudah dituliskan wolipop sebelumnya, merupakan sosialita asal New York yang memaksa putrinya, Bea (berusia tujuh tahun) untuk diet. Hal itu karena sang anak diolok-olok di sekolah, disebut gendut. Menurut dokter anak, Bea memang dikategorikan obesitas karena beratnya 42 kg.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh tindakan Weiss tersebut kini memang sudah membuahkan hasil. Berat badan Bea sudah turun 7 kg. Bea pun dihadiahi berbagai baju baru oleh sang ibu.
Meski berhasil, tentu saja cara Weiss membuat anaknya berdiet itu menuai banyak kecaman. Majalah Vogue pun banjir kritik karena dianggap memberi ruang untuk sosialita itu 'memamerkan' kesuksesannya membuat Bea berdiet, padahal metode yang diterapkannya tidak benar.
Di berbagai forum diskusi online, banyak sekali cacian ditujukan pada Weis dan Vogue. "Aku yakin Weiss sekarang membuat anaknya punya masalah makan di masa depan," tulis salah satu orang di situs New York Magazine.
"Weiss telah mempermalukan anaknya di depan umum. Dia juga bukannya menghitung kadar nutrisi tapi kalori yang dimakan," tulis komentator lainnya dari The Gloss, Lindsay Cross.
Keprihatinan juga datang dari Dr. Leslie Sim, Direktur Klinis di Mayo Eating Disorders Program, Rochester, AS. "Reaksi emosionalnya pada makanan diperlihatkannya pada anaknya. Mengkategorikan makanan baik dan buruk pada anak bisa menciptakan kegelisahan pada anak. Ketika ada banyak sekali perasaan emosional pada makanan itu benar-benar bisa membuat anak mengalami masalah kegelisahan dan gangguan makan," jelasnya pada ABC News.
Sim juga mempertanyakan paksaan yang dilakukan Weiss pada Bea untuk berdiet. "Penelitian menunjukkan remaja yang terlalu mempermasalahkan berat badannya karena pengaruh orang lain, berisiko mengalami kenaikan berat badan nantinya," tukasnya.
Pendapat serupa juga dikatakan ahli diet Louise Goldberg melalui blognya seperti dikutip Daily Mail. "Orangtua harus hati-hati jika bicara pada anak tentang makanan. Mengatakan kenapa suatu makanan tidak sehat, berapa kalorinya, porsinya dan lain-lain seharusnya memang bukan hal tabu. Tapi ada cara untuk mengatakannya, ketimbang merusak anak secara psikologis," tulis Goldberg.
(eny/eny)










































