5 Cara Agar Anak Stop Tidur Larut Malam
wolipop
Senin, 12 Mar 2012 18:46 WIB
Jakarta
-
Apakah si kecil termasuk yang suka tidur larut malam? Membuat anak tidur tepat waktu memang problema tersendiri untuk para orangtua.
Menurut Dr. Richard Ferber, pendiri Center for Pediatric Slepp Disorders di Rumah Sakit Anak-anak, Boston, permasalahan tersebut sebenarnya bukan karena salah anak. Justru orangtualah yang melupakan faktor pentingnya yaitu, konsistensi.
"Keteraturan dan konsistensi biasanya gagal dilakukan saat anak berusia tiga bulan," ujarnya, seperti dikutip People.
Lantas bagaimana menerapkan konsistensi tersebut agar anak bisa tidur tepat waktu? Berikut ini saran Dr. Ferber sesuai apa yang ditulisnya dalam buku 'Solve Your Children's Sleep Problems':
1. Jadwal yang Konsisten
"Waktu jadi faktor penentu," ujar Dr. Ferber. Orangtua sebaiknya konsisten soal jam tidur. Kalau memang anak ingin tidurnya tidak larut malam, jangan biarkan mereka tidur siang terlalu lama. Terapkan juga waktu tidur tersebut pada Anda, agar anak bisa mencontohnya.
2. Ciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman
Konsistensi juga perlu diterapkan dalam lingkungan tidur anak. Hal ini untuk mencegah anak merasa asing dengan suasana kamarnya ketika dia tiba-tiba bangun di malam hari. Menurut Dr. Ferber, jangan lagi percaya pada mitos kalau manusia bisa tidur nyenyak sepanjang malam. "Faktanya kita kerap bangun beberapa kali dalam semalam dan itu juga terjadi pada anak," ujarnya.
3. Hindari Memberi Makan yang Tidak Perlu di Malam Hari
"Orangtua yang datang padaku dengan permasalahan sulit tidur biasanya suka memberi anak-anak mereka makan atau minum terus-menerus di malam hari," ujar Dr. Ferber. "Kebanyakan anak-anak diberi makan atau minum (susu) saat berusia lima bulan dan seterusnya," tambahnya. Aktivitas itu akan sangat berdampak pada pola tidur anak.
4. Jujur
Tips keempat ini masih berhubungan dengan tips kedua. Untuk menciptakan lingkungan dan suasana tidur yang nyaman, orangtua juga harus jujur pada anak. Dr. Ferber menekankan, jangan keluar diam-diam dari kamar anak setelah mereka tidur. Kalau memang Anda ingin meninggalkannya, biarkan anak melihatnya.
"Kebanyakan kasus yang terjadi, anak akan bangun di tengah malam dan melihat orangtuanya tidak ada, di situlah permasalahan muncul," tutur Dr. Ferber. Oleh karena itu ditekankannya, jujurlah pada anak sejak awal.
5. Patuhi Rutinitas atau Jadwal yang Sudah Dibuat
Rutinitas atau jadwal yang sudah dibuat oleh Anda, sebaiknya juga diterapkan oleh anggota keluarga lainnya yang membantu menidurkan anak. Misalnya sebelum tidur, anak dibacakan cerita dan lampu dimatikan, semua pihak harus menerapkan rutinitas tersebut. "Konsistenlah hal yang penting," tegasnya.
(eny/eny)
Menurut Dr. Richard Ferber, pendiri Center for Pediatric Slepp Disorders di Rumah Sakit Anak-anak, Boston, permasalahan tersebut sebenarnya bukan karena salah anak. Justru orangtualah yang melupakan faktor pentingnya yaitu, konsistensi.
"Keteraturan dan konsistensi biasanya gagal dilakukan saat anak berusia tiga bulan," ujarnya, seperti dikutip People.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Jadwal yang Konsisten
"Waktu jadi faktor penentu," ujar Dr. Ferber. Orangtua sebaiknya konsisten soal jam tidur. Kalau memang anak ingin tidurnya tidak larut malam, jangan biarkan mereka tidur siang terlalu lama. Terapkan juga waktu tidur tersebut pada Anda, agar anak bisa mencontohnya.
2. Ciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman
Konsistensi juga perlu diterapkan dalam lingkungan tidur anak. Hal ini untuk mencegah anak merasa asing dengan suasana kamarnya ketika dia tiba-tiba bangun di malam hari. Menurut Dr. Ferber, jangan lagi percaya pada mitos kalau manusia bisa tidur nyenyak sepanjang malam. "Faktanya kita kerap bangun beberapa kali dalam semalam dan itu juga terjadi pada anak," ujarnya.
3. Hindari Memberi Makan yang Tidak Perlu di Malam Hari
"Orangtua yang datang padaku dengan permasalahan sulit tidur biasanya suka memberi anak-anak mereka makan atau minum terus-menerus di malam hari," ujar Dr. Ferber. "Kebanyakan anak-anak diberi makan atau minum (susu) saat berusia lima bulan dan seterusnya," tambahnya. Aktivitas itu akan sangat berdampak pada pola tidur anak.
4. Jujur
Tips keempat ini masih berhubungan dengan tips kedua. Untuk menciptakan lingkungan dan suasana tidur yang nyaman, orangtua juga harus jujur pada anak. Dr. Ferber menekankan, jangan keluar diam-diam dari kamar anak setelah mereka tidur. Kalau memang Anda ingin meninggalkannya, biarkan anak melihatnya.
"Kebanyakan kasus yang terjadi, anak akan bangun di tengah malam dan melihat orangtuanya tidak ada, di situlah permasalahan muncul," tutur Dr. Ferber. Oleh karena itu ditekankannya, jujurlah pada anak sejak awal.
5. Patuhi Rutinitas atau Jadwal yang Sudah Dibuat
Rutinitas atau jadwal yang sudah dibuat oleh Anda, sebaiknya juga diterapkan oleh anggota keluarga lainnya yang membantu menidurkan anak. Misalnya sebelum tidur, anak dibacakan cerita dan lampu dimatikan, semua pihak harus menerapkan rutinitas tersebut. "Konsistenlah hal yang penting," tegasnya.
(eny/eny)
Olahraga
Cari Sepatu buat Daily Run hingga Long Run? Nike Structure 25 Layak Dicoba
Hobbies & Activities
Gitar Akustik yang Cocok untuk Pemula, Yamaha F310 Punya Suara Jernih dan Nyaman Dimainkan
Pakaian Pria
Sepatu Santai untuk Sholat Id! 2 Slide Sneakers Ini Nyaman dan Praktis Dipakai Lebaran
Olahraga
Mau Main Badminton Makin Nyaman? Jangan Sampai Lupa Grip Anti Slip Ini
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Viral Komentar Aktor China Zhang Linghe Tentang Asia Tenggara, Diduga Rasis
2
Istri Walkot New York Rama Duwaji Disindir karena Pakai Crop Top Saat Bukber
3
Curhat Beauty Influencer Syok Wajahnya Berubah Drastis Saat Hamil
4
Gaya Klasik Kate Middleton di Commonwealth Day, Terpancar Aura Ratu Inggris
5
Tips Dokter Gizi Agar Kulit Tetap Glowing Saat Puasa, Hindari Makanan Ini
MOST COMMENTED











































