8 Kesalahan Orangtua Dalam Mendisiplinkan Anak (Bag. 2)
wolipop
Jumat, 24 Feb 2012 18:43 WIB
Jakarta
-
Tidak jarang orangtua berbuat kesalahan ketika mengajari anaknya. Berikut bagian kedua dari delapan kesalahan orangtua saat mendisiplinkan anak dan cara memperbaikinya yang dikutip dari Parenting USA. Bagian pertamanya bisa Anda baca di sini.
5. Melanggar Aturan Sendiri
Tanpa disadari, orang tua sering melanggar aturannya sendiri di depan anak. Misalnya, anak tidak diboleh berkata kasar saat berbicara dengan Anda. Namun, malah Anda yang melakukannya.
Solusi:
Coba terapkan peraturan yang sudah Anda buat di depan anak. Berhati-hati dalam berprilaku ketika Anda sedang bersama si kecil. Pola tingkah laku Anda yang akan menjadi panduan bagi anak.
6. Tidak Sabar
Mungkin Anda termasuk orang tua yang tidak memiliki ekstra sabar saat mendisiplin si kecil. Ketika si kecil sedang masa aktif, Anda tidak mau berlama-lama menunggu anak melakukan aktivitasnya yang menurut Anda membuang-buang waktu.
Solusi:
Coba berikan waktu Anda lebih sering berdua dengan si kecil. Ikuti aktivitas anak apa pun yang dia lakukan. Jangan terburu-buru menyuruhnya mengikuti kemauan Anda. Sabar dan pahami apa kemauan si buah hati.
7. Membiarkan Anak
Orang tua terkadang membiarkan anaknya setelah berulang kali menasehati. Misalnya, ibu menyuruh si kecil berhenti bermain. Ibu akan membacakan dongeng sebelum tidur. Mungkin si kecil akan nurut dan berkemas memasuki kamarnya. Namun, tak lama setelah berkemas, dia kembali lagi dengan mainannya. Orang tua yang sudah lelah akan membiarkan balitanya bermain lagi dan berharap dia tidur setelah capek bermain.
Solusi:
Menurut Barnes, “Anak-anak mudah melupakan omongan orang tuanya setelah bertemu dengan sesuatu yang membuatnya senang.” Anda sebagai orang tua harus mengingatkannya kembali atau bahkan memberikan konsekuensi si kecil karena tidak mau megikuti aturan.
8. Terlalu Mengekang Anak
Sebagai orang tua, Anda pasti mempunyai aturan sendiri buat si buah hati untuk mencegah prilaku buruk. Namun, Anda tidak memikirkan apakah peraturan itu bagus untuk perkembangan anak Anda.
Solusi:
Jangan terus-menerus memarahinya karena si anak masih dalam tahap pertumbuhan. Boleh mempunyai peraturan, tapi jangan sampai membuat anak terkekang. Mungkin Anda sebal kalau anak Anda merengek karena sesuatu yang tidak diperbolehkan oleh Anda. Lebih baik Anda menasehati si kecil dengan lembut dan tidak marah berkelanjutan terhadap si buah hati.
(eny/eny)
5. Melanggar Aturan Sendiri
Tanpa disadari, orang tua sering melanggar aturannya sendiri di depan anak. Misalnya, anak tidak diboleh berkata kasar saat berbicara dengan Anda. Namun, malah Anda yang melakukannya.
Solusi:
Coba terapkan peraturan yang sudah Anda buat di depan anak. Berhati-hati dalam berprilaku ketika Anda sedang bersama si kecil. Pola tingkah laku Anda yang akan menjadi panduan bagi anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mungkin Anda termasuk orang tua yang tidak memiliki ekstra sabar saat mendisiplin si kecil. Ketika si kecil sedang masa aktif, Anda tidak mau berlama-lama menunggu anak melakukan aktivitasnya yang menurut Anda membuang-buang waktu.
Solusi:
Coba berikan waktu Anda lebih sering berdua dengan si kecil. Ikuti aktivitas anak apa pun yang dia lakukan. Jangan terburu-buru menyuruhnya mengikuti kemauan Anda. Sabar dan pahami apa kemauan si buah hati.
7. Membiarkan Anak
Orang tua terkadang membiarkan anaknya setelah berulang kali menasehati. Misalnya, ibu menyuruh si kecil berhenti bermain. Ibu akan membacakan dongeng sebelum tidur. Mungkin si kecil akan nurut dan berkemas memasuki kamarnya. Namun, tak lama setelah berkemas, dia kembali lagi dengan mainannya. Orang tua yang sudah lelah akan membiarkan balitanya bermain lagi dan berharap dia tidur setelah capek bermain.
Solusi:
Menurut Barnes, “Anak-anak mudah melupakan omongan orang tuanya setelah bertemu dengan sesuatu yang membuatnya senang.” Anda sebagai orang tua harus mengingatkannya kembali atau bahkan memberikan konsekuensi si kecil karena tidak mau megikuti aturan.
8. Terlalu Mengekang Anak
Sebagai orang tua, Anda pasti mempunyai aturan sendiri buat si buah hati untuk mencegah prilaku buruk. Namun, Anda tidak memikirkan apakah peraturan itu bagus untuk perkembangan anak Anda.
Solusi:
Jangan terus-menerus memarahinya karena si anak masih dalam tahap pertumbuhan. Boleh mempunyai peraturan, tapi jangan sampai membuat anak terkekang. Mungkin Anda sebal kalau anak Anda merengek karena sesuatu yang tidak diperbolehkan oleh Anda. Lebih baik Anda menasehati si kecil dengan lembut dan tidak marah berkelanjutan terhadap si buah hati.
(eny/eny)
Pakaian Pria
Review Footstep Footwear Apollo Black Sneakers, Sepatu Pria Hitam yang Simpel, Clean, dan Siap Dipakai ke Mana Saja!
Pakaian Pria
GIO CARDIN Enzo Triple Back, Sandal Santai Pria yang Siap Temani Berburu Takjil Selama Bulan Ramadan!
Hobi dan Mainan
Ide Ngabuburit Kreatif, Tanah Liat Modeling Andalan untuk Anak & Dewasa yang Seru dan Produktif!
Home & Living
Upgrade Sarung Tarawih yang Lebih Rapi & Nyaman! Intip Pilihan Berikut Ini
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Kontroversi Atlet Ice Skating Pamer Bra Saat Menang Olimpiade Musim Dingin
2
Rahasia Makeup Margot Robbie di Wuthering Heights, Simbol Gairah Tersembunyi
3
Mendekati Usia 40, Wanita Ini Cetak Sejarah di Miss Universe Australia
4
Vetements Jual Kemeja Putih Bekas Setrika Gosong, Harganya Nyaris Rp 20 Juta
5
Foto: Jisoo BLACKPINK Kencan dengan 8 Aktor Ganteng di Boyfriend on Demand
MOST COMMENTED











































