Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Riset: Merasa Bersalah Pada Anak, Ortu Jadi Boros

wolipop
Kamis, 15 Sep 2011 18:28 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Seringkah Anda memanjakan si kecil? Menurut riset terbaru, orangtua sekarang ini cukup sering berbuat boros dengan membelikan anak hadiah dan pakaian mahal karena merasa bersalah.

Dikutip dari Telegraph, penelitian tersebut dilakukan oleh Unicef. Dalam penelitiannya, Unicef melibatkan 250 anak dari Spanyol, Inggris dan Swedia.

Dari hasil penelitian terungkap, orangtua di Inggris kini sudah menjalani budaya materialistis. Orangtua merasa ditekan untuk membelikan anak-anak mereka berbagai barang. Tekanan tersebut karena orangtua merasa bersalah atas kurangnya waktu mereka untuk anak-anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penelitian tersebut juga membeberkan, keluarga sekarang, meski berada dalam satu atap, jarang menghabiskan waktu bersama-sama. Apalagi sekarang ini, orangtua membuat kamar anak seolah-olah seperti ruang tunggu atau keluarga. Orangtua menaruh benda-benda seperti televisi, saluran internet, telepon dan games console yang seharusnya tidak berada di kamar.

Kurangnya waktu orangtua untuk anak itu terjadi karena mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja. Dari hasil penelitian, untuk menebus rasa bersalah tersebut, orangtua di Inggris pun akhirnya menjadi boros karena membelikan anak-anak mereka gadget atau pakaian bermerek.

Para orangtua tersebut mengeluh mereka terlalu lelah untuk bermain atau hanya sekadar mengobrol dengan anak sepulang kerja. Alhasil rasa lelah itu membuat mereka membiarkan anak-anak bermain sendiri di kamarnya.

Sementara dari hasil penelitian Unicef, kebahagiaan anak-anak ternyata tergantung pada berapa lama mereka menghabiskan waktu bersama keluarga dan melakukan banyak hal, terutama aktivitas di luar ruangan. Ketimbang memiliki mainan dengan teknologi terbaru atau pakaian bermerek, anak-anak lebih bahagia jika bisa bersama orangtua mereka.

Menurut penelitian tersebut, ketimbang di Swedia dan Spanyol, orangtua di Inggris kini juga jadi lebih mudah diperintah oleh anak. Penelitian menunjukkan, anak-anak sekarang sering mengabaikan perintah orangtuanya dan bisa menghindar.

(eny/eya)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads