Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Anak Berbohong

wolipop
Selasa, 26 Apr 2011 10:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. thinkstock
Jakarta - Sebagai orangtua pasti Anda selalu mengharapkan si kecil berkata jujur. Namun sering kali harapan itu tidak sesuai dengan kenyataan. Bagaimana caranya menghentikan kebiasaan bohong tersebut?

Menurut Psikolog dari National University Hospital, Jessie Ooh, anak berbohong karena alasan yang berbeda dari orang dewasa. "Anak-anak usia pre school bisa berbohong karena mereka tidak bisa memisahkan antara khayalan dan kenyataan. Mereka suka menceritakan kisah yang tidak nyata," ujarnya.

Ditambahkan Jessie, anak-anak usia pre school belum paham berbohong itu sebuah kesalahan. "Anak-anak berbohong karena mereka ingin disukai orang lain atau temannya atau mereka juga ingin terlihat bisa bekerjasama atau baik dengan orang lain," tuturnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apapun sebabnya, orangtua tetap harus menghentikan kebiasaan bohong anak ini. Orangtua pun sebaiknya tidak berbohong meskipun itu sebuah white lie. Misalnya saja, Anda mengaku tidak punya uang saat anak terlalu sering minta dibelikan mainan.

Berikut beberapa solusi untuk menghentikan kebiasaan bohong anak, seperti dikutip dari Young Parents:

1. Diskusi atau Mengobrol dengan Anak

Lakukan pendekatan dan berikan pengertian pada si kecil bahwa berbohong merupakan perilaku yang buruk. Diskusikan juga dengannya, konsekuensi apa yang akan ia dapat jika masih berbohong. Konsekuensi ini harus dibuat bersama-sama dengan anak, agar dia tidak merasa Anda otoriter.

Selain itu, katakan juga kebiasaannya berbohong itu membuat Anda kecewa. Bilang padanya, berbohong pun dapat membuatnya tidak disukai banyak orang karena orang tidak akan percaya lagi padanya.

2. Cari Tahu Alasan Anak Bohong

Sebelum Anda berpikiran negatif pada si kecil, sebaiknya cari tahu alasannya. Jika ia berbohong untuk menutupi kesalahannya, maka Anda harus lebih waspada dengan kebiasaannya. Tetapi jika ia hanya ingin menceritakan khayalannya, hal tersebut merupakan bagian dari cara si kecil mengembangkan imajinasinya.

3. Berikan Pujian

Memberikan pujian kepada si kecil merupakan bagian penting dalam pola pengasuhan anak. Maka dari itu, jangan segan-segan untuk memberikannya pujian bila telah berperilaku baik, termasuk saat ia telah berkata jujur. Sehingga ia termotivasi untuk  terus menerus melakukan hal tersebut.

4. Jadilah contoh yang baik untuk si kecil

Kemungkinan besar si kecil memiliki kebiasaan berbohong karena ia mencontoh sikap orang tuanya. Jadilah contoh yang baik untuk si kecil dengan memulainya dari hal-hal yang sering terjadi. Misalkan Anda sedang tidak ingin mengangkat telepon, lalu Anda meminta si kecil untuk mengatakan bahwa Anda sedang pergi. Tanpa Anda sadari, hal itu akan menanamkan kebiasaan untuknya. Jika Anda tidak ingin si kecil berbohong, Anda pun harus selalu berkata jujur.


(eny/eya)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads