ADVERTISEMENT

3 Karakter Rekan Kerja Yang Perlu Dihindari

- wolipop Rabu, 16 Feb 2011 10:00 WIB
Jakarta - Rekan kerja yang menyebalkan bukan hanya rekan kerja yang tidak bisa menerima masukan atau rekan kerja yang tidak bisa bekerja dengan tim. Namun keramahan rekan kerja bisa juga menjadi sangat menyebalkan dan dapat mengancam produktivitas Anda.

Berikut ini tiga karakter rekan kerja yang menghambat produktivitas Anda.

Terlalu ramah
Rekan kerja yang ramah tentu saja menyenangkan, namun bagaimana jika dia terlalu ramah? Tentunya sangat mengganggu. Ada saja cerita yang dilontarkan oleh tipe ramah sebagai bahan obrolan. Jika Anda sudah terjebak dalam obrolannya, maka pekerjaan akan terbengkalai.

Jangan ragu untuk memotong pembicaraan dengan mengatakan pekerjaan Anda sedang dikejar deadline. Jika Anda dan dia semakin dekat, maka dia tidak segan-segan untuk selalu bertengger di meja Anda untuk sekedar beramah tamah, untuk itu sebaiknya jangan terlalu menanggapi obrolannya agar dia tidak menjadi kebiasaannya untuk selalu mengobrol dengan Anda.

Tipe penggosip
Entah sebuah gosip benar atau tidak, terkadang gosip terlihat benar-benar nyata bila dibahas oleh tipe penggosip. Sehingga Anda dan rekan lainnya mungkin akan akan ikut larut dalam pembahasan panas itu dan melupakan pekerjaannya. Tidak bisa dipungkiri Anda juga ingin mengetahui gosip yang ada karena gosip sulit untuk dihindari. Cukup dengarkan beberapa inti dari gosip tanpa ikut memberi tanggapan. Jika Anda telah mendapatkan inti dari gosip yang berkembang, Anda bisa meninggalkan rekan lain yang asik bergosip dan kembali bekerja.

Tipe pengeluh
Selalu ada satu orang dalam tim yang tidak bisa bahagia. Cirinya selalu mengeluh tentang pekerjaan, keluarga, kehidupan percintaan dan masalah lainnya. Tentunya beberapa keluhan sah-sah saja untuk diungkapkan, tapi jia si tipe pengeluh selalu merengek dan meratapi nasibnya tentu membuat Anda kelelahan menghadapinya dan energi negatifnya bisa tertular pada Anda. Jadi, sebaiknya hindari dan cuek kepadanya, karena tipe pengeluh tidak ada habis-habisnya untuk mencari simpati pada orang lain.

(kik/kik)