Tips Atasi Tangis Bayi Saat Berpisah dari Ibu
wolipop
Jumat, 04 Feb 2011 11:43 WIB
Jakarta
-
Berpisah dari anak terutama yang masih bayi adalah hal berat. Namun para ibu bekerja harus melakukan ini setiap hari. Masalahnya, hal itu menjadi semakin berat ketika bayi menangisi keberangkatan sang ibu ke kantor.
Bayi yang belum berusia enam bulan biasanya belum mengalami masalah tersebut. Mereka lebih mudah beradaptasi dengan orang baru yang mengasuh, selama kebutuhan mereka dipenuhi.
Anak-anak mulai merasakan cemas berpisah dari orantuanya ketika mereka memasuki usia 8 bulan dan setahun. Kecemasan ini muncul saat anak sudah mengerti konsep kehilangan. Kecemasan tersebut muncul karena bayi tidak mengerti kapan dan apakah Anda akan kembali atau tidak.
"Seorang bayi tidak memiliki kemampuan konseptual untuk mempercayai bahwa kita selalu akan kembali, sehingga ia merasa hilangnya kita seolah-olah itu suatu peristiwa yang mengancam," jelas Psikolog Anak Laura Markham, seperti dilansir Fit Pregnancy.
"DNA yang ada di dalam dirinya seolah membuatnya terjebak hidup di zaman batu. Bayi tidak tahu kalau dia sebenarnya aman berada bersama pengasuhnya. Baginya, saat Anda meninggalkannya, dia merasa terancam," tambahnya lagi.
Lantas bagaimana mengatasi kecemasan pada bayi saat ditinggalkan orangtuanya terutama ibunya itu? Berikut ini tips dari Markham:
1. Pastikan Anak Merasa Aman
Dari sejak dia lahir, pastikan Anda selalu merespon kebutuhannya dan tangisnya. Dengan melakukan hal tersebut, akan membuatnya percaya kalau dia dicintai sehingga dia bisa mengembangkan kemampuan menenangkan dirinya. Hal itu pun bisa membuatnya lebih mudah mengatasi kecemasan saat Anda tinggalkan,
2. Ajak Bermain
Lakukan permainan seperti petak umpet untuk mengajarkan anak tentang kekonstanan suatu objek. Permainan ini bisa membuatnya mengerti meskipun dia tidak bisa melihat objek tersebut, objek itu sebenarnya masih ada dan akan kembali lagi (sama seperti yang Anda lakukan saat bekerja).
3. Jelaskan Apa yang Akan Terjadi
Meskipun anak Anda masih sangat kecil, besar kemungkinan dia mengerti apa yang Anda katakan. Jadi jelaskan padanya kalau dia akan Anda tinggal bersama orang yang mengasuhnya (baby sitter atau saudara dekat atau neneknya) dan si pengasuh akan terus bersamanya selama dia butuhkan. Beritahukan juga tentang hal-hal menyenangkan yang bisa dia lakukan sepanjang hari bersama orang yang mengaushnya itu. Sebelum Anda pergi, katakan kapan Anda pulang dengan waktu yang dia mengerti misalnya setelah dia bangun tidur sore. Yakinkah dia kalau Anda pasti akan kembali.
4. Jangan Pergi Diam-diam
Jika Anda pergi diam-diam, tanpa pamit hanya karena tak mau membuatnya menangis, hal itu bisa memperburuk keadaan. Sebaliknya, pamitlah padanya dengan memberikan senyuman dan sekali lagi, yakinkan padanya semuanya akan baik-baik saja.
(eny/eny)
Bayi yang belum berusia enam bulan biasanya belum mengalami masalah tersebut. Mereka lebih mudah beradaptasi dengan orang baru yang mengasuh, selama kebutuhan mereka dipenuhi.
Anak-anak mulai merasakan cemas berpisah dari orantuanya ketika mereka memasuki usia 8 bulan dan setahun. Kecemasan ini muncul saat anak sudah mengerti konsep kehilangan. Kecemasan tersebut muncul karena bayi tidak mengerti kapan dan apakah Anda akan kembali atau tidak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"DNA yang ada di dalam dirinya seolah membuatnya terjebak hidup di zaman batu. Bayi tidak tahu kalau dia sebenarnya aman berada bersama pengasuhnya. Baginya, saat Anda meninggalkannya, dia merasa terancam," tambahnya lagi.
Lantas bagaimana mengatasi kecemasan pada bayi saat ditinggalkan orangtuanya terutama ibunya itu? Berikut ini tips dari Markham:
1. Pastikan Anak Merasa Aman
Dari sejak dia lahir, pastikan Anda selalu merespon kebutuhannya dan tangisnya. Dengan melakukan hal tersebut, akan membuatnya percaya kalau dia dicintai sehingga dia bisa mengembangkan kemampuan menenangkan dirinya. Hal itu pun bisa membuatnya lebih mudah mengatasi kecemasan saat Anda tinggalkan,
2. Ajak Bermain
Lakukan permainan seperti petak umpet untuk mengajarkan anak tentang kekonstanan suatu objek. Permainan ini bisa membuatnya mengerti meskipun dia tidak bisa melihat objek tersebut, objek itu sebenarnya masih ada dan akan kembali lagi (sama seperti yang Anda lakukan saat bekerja).
3. Jelaskan Apa yang Akan Terjadi
Meskipun anak Anda masih sangat kecil, besar kemungkinan dia mengerti apa yang Anda katakan. Jadi jelaskan padanya kalau dia akan Anda tinggal bersama orang yang mengasuhnya (baby sitter atau saudara dekat atau neneknya) dan si pengasuh akan terus bersamanya selama dia butuhkan. Beritahukan juga tentang hal-hal menyenangkan yang bisa dia lakukan sepanjang hari bersama orang yang mengaushnya itu. Sebelum Anda pergi, katakan kapan Anda pulang dengan waktu yang dia mengerti misalnya setelah dia bangun tidur sore. Yakinkah dia kalau Anda pasti akan kembali.
4. Jangan Pergi Diam-diam
Jika Anda pergi diam-diam, tanpa pamit hanya karena tak mau membuatnya menangis, hal itu bisa memperburuk keadaan. Sebaliknya, pamitlah padanya dengan memberikan senyuman dan sekali lagi, yakinkan padanya semuanya akan baik-baik saja.
(eny/eny)
Pakaian Wanita
Takut Gerah Pakai Tunik? Yang Satu Ini Justru Adem Sepanjang Hari!
Kesehatan
Jangan Asal Makan Gula Saat Buka Puasa! Pakai Stevia untuk Alternatif yang Lebih Aman
Perawatan dan Kecantikan
Sat-Set Tanpa Keramas! Ini Rahasia Rambut Fresh dalam 1 Menit
Perawatan dan Kecantikan
Kurang Tidur Saat Ramadan? 2 Eye Serum Ini Bikin Mata Tetap Fresh Sampai Lebaran
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Sisi Gelap Aquarius Terungkap: Cerdas Tapi Bisa Dingin & Sulit Dipahami
2
Cantiknya Aaliyah Massaid saat Tedak Siten Baby Arash, Berkebaya & Sanggul
3
Ramalan Zodiak Cinta 15 Februari: Scorpio Abaikan Gosip, Virgo Perbaiki Diri
4
Ramalan Zodiak 15 Februari: Aquarius Tetap Fokus, Pisces Singkirkan Keraguan
5
Ini Usia yang Disarankan untuk Mulai Pakai Retinol
MOST COMMENTED











































