3 Sikap Agar Terhindar Dari Kekerasan di Kantor

- wolipop Jumat, 17 Des 2010 11:38 WIB
Jakarta - Jika dalam rumah tangga terjadi KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), di kantor, hal serupa dapat saja terjadi. Kekerasan fisik maupun psikis yang terlontar dari ucapan rekan kerja atau atasan bisa saja terjadi.

Untuk menghindari konflik yang berlarut-larut di dunia kerja, hal paling mendasar yang harus diperbaiki adalah komunikasi.

Pakar psikologi komunikasi FISIP UI, Nina M Armando mengatakan kebanyakan orang selalu minta dipahami, bukan memahami. Itu yang menyebabkan komunikasi menjadi berjalan tidak efektif dan terhambat.

Namun komunikasi yang paling banyak terjadi adalah komunikasi vertikal dari atas ke bawah, yaitu atasan selalu memerintah bawahannya melakukan pekerjaan dan seringkali disertai dengan kritikan pedas.

Seharusnya lanjut Nina, terjadi pula komunikasi dari bawah ke atas, sehingga informasi dari bawahan dapat menjadi bahan pertimbangan atasan untuk membuat keputusan.

Untuk menghindari kekerasan dalam kantor antara atasan bawahan dan sesama karyawan, menurut Nina diperlukan tiga sikap yaitu:

1. Sikap empati
Atasan dan bawahan harus sama-sama memiliki sifat empati, bukan simpati. Empati artinya kita memandang dan mengerti orang lain bukan berdasarkan patokan diri sendiri, tapi patokan orang tersebut. Sikap empati juga artinya seseorang harus
bisa melihat nilai-nilai, pandangan dan kepentingan orang lain tanpa membandingkannya dengan tolok ukur pribadi.

Inti dari empati adalah selalu melihat sesuatu dari tolok ukur orang lain, bukan pribadi. Bukan hanya atasan yang harus berempati pada bawahan, tapi juga sebaliknya.

2. Sikap terbuka

Permasalahan yang biasa terjadi antara atasan dan bawahan adalah masalah keterbukaan. Banyak bawahan yang merasa tidak aman untuk bersikap terbuka pada atasannya. Penyebabnya macam-macam, bisa karena sifatnya yang memang tertutup, ketakutan berlebih atau karena hubungan yang renggang dengan atasan.

Tapi sebaik-sebaiknya komunikasi adalah komunikasi terbuka. Jadi usahakan bersikap terbuka pada atasan apapun risikonya.

3. Sikap memahami

Yang perlu diketahui adalah komunikasi itu bersikap menular, jadi jika kita ingin dipahami orang lain sebaiknya pahami dulu orang lain. Jangan bersikap menuntut pada orang lain.

"Sepanjang dalam komunikasi mengandung tiga unsur itu, maka tidak akan ada tindakan sewenang-wenang di kantor dan hubungan yang harmonis pun akan terjalin antara atasan dan bawahan serta sesama karyawan," kata Nina.

(kik/kik)