Salah Menyikat Sebabkan Gigi Lebih Sensitif
wolipop
Minggu, 05 Des 2010 14:00 WIB
Jakarta
-
Banyak orang mengalami gigi sensitif karena menggosok gigi dengan cara yang tidak tepat. Oleh karena itu tidak perlu heran, wanita lebih sering mengalami gigi sensitif justru karena lebih sering menyikat gigi.
Berdasarkan riset AC Nielsen pada tahun 2010, 1 dari 2 orang di Indonesia menderita gigi sensitif atau hipersensitivitas dentin. Dari angka tersebut, 67 persen di antara penderitanya adalah kaum wanita.
Angka ini sekilas agak mengejutkan karena pada umumnya wanita cenderung lebih memperhatikan kebersihan gigi dan mulut. Sebab jika kebersihan mulut terjaga, maka seharusnya kesehatan gigi lebih terpelihara sehingga tidak sensitif.
"Ada beberapa hipotesis yang menjelaskan hal ini. Di antaranya cara menyikat gigi dan pengaruh hormonal," ungkap dr Maria Melisa, Dental Detailing Manager GSK Consumer Healthcare dalam media briefing 'Sensodyne Expert Sharing' di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Justru karena lebih memperhatikan kebersihan mulut, wanita biasanya lebih rajin menggosok gigi. Masalahnya, menurut dr Melisa, sebagian besar wanita menggosok gigi dengan cara yang tidak tepat sehingga mudah mengalami pengikisan.
Menipisnya lapisan enamel akibat cara menggosok gigi yang terlalu kuat menyebabkan lapisan dentin terbuka. Lapisan yang terhubung ke syaraf ini menjadi lebih sensitif sehingga mudah merasa ngilu saat menerima rangsang.
Cara menggosok gigi yang terlalu kuat juga berdampak pada letak gigi yang rentan mengalami pengikisan. Gigi taring paling rentan karena letaknya paling pojok, sementara geraham relatif paling aman karena lebih sulit dijangkau saat menggosok gigi.
Untuk mencegah gigi sensitif, cara menggosok gigi yang dianjurkan adalah secara vertikal mengikuti kontur gigi. Jangan terlalu kuat dan gunakan sikat dengan bulu yang tidak terlalu keras atau kasar.
Jika lapisan enamel telanjur menipis, gunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif. Zat aktif dalam pasta gigi yang bisa mengatasi hipersensitivitas dentin antara lain portasion klorida, potasium nitrat dan stronium klorida.
Sedangkan pengaruh hormonal biasanya dialami pada masa kehamilan. Pada masa tersebut wanita lebih mudah mengalami masalah periodontal (mulut), yang merupakan salah satu faktor risiko gigi sensitif.
(up/kee)
Berdasarkan riset AC Nielsen pada tahun 2010, 1 dari 2 orang di Indonesia menderita gigi sensitif atau hipersensitivitas dentin. Dari angka tersebut, 67 persen di antara penderitanya adalah kaum wanita.
Angka ini sekilas agak mengejutkan karena pada umumnya wanita cenderung lebih memperhatikan kebersihan gigi dan mulut. Sebab jika kebersihan mulut terjaga, maka seharusnya kesehatan gigi lebih terpelihara sehingga tidak sensitif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Justru karena lebih memperhatikan kebersihan mulut, wanita biasanya lebih rajin menggosok gigi. Masalahnya, menurut dr Melisa, sebagian besar wanita menggosok gigi dengan cara yang tidak tepat sehingga mudah mengalami pengikisan.
Menipisnya lapisan enamel akibat cara menggosok gigi yang terlalu kuat menyebabkan lapisan dentin terbuka. Lapisan yang terhubung ke syaraf ini menjadi lebih sensitif sehingga mudah merasa ngilu saat menerima rangsang.
Cara menggosok gigi yang terlalu kuat juga berdampak pada letak gigi yang rentan mengalami pengikisan. Gigi taring paling rentan karena letaknya paling pojok, sementara geraham relatif paling aman karena lebih sulit dijangkau saat menggosok gigi.
Untuk mencegah gigi sensitif, cara menggosok gigi yang dianjurkan adalah secara vertikal mengikuti kontur gigi. Jangan terlalu kuat dan gunakan sikat dengan bulu yang tidak terlalu keras atau kasar.
Jika lapisan enamel telanjur menipis, gunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif. Zat aktif dalam pasta gigi yang bisa mengatasi hipersensitivitas dentin antara lain portasion klorida, potasium nitrat dan stronium klorida.
Sedangkan pengaruh hormonal biasanya dialami pada masa kehamilan. Pada masa tersebut wanita lebih mudah mengalami masalah periodontal (mulut), yang merupakan salah satu faktor risiko gigi sensitif.
(up/kee)
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Make Up Ringan yang Tetap Bikin Wajah Glowing
Kesehatan
Mau Mulut Tetap Fresh Saat Puasa? 3 Oral Care Ini Bisa Jadi Penyelamat Bau Mulut dan Sariawan
Kesehatan
Kulit Kusam Padahal Sudah Pakai Skincare? Ini Rahasia yang Banyak Orang Lewatkan
Kesehatan
Kenapa Saat Puasa Banyak Orang Butuh Tablet Tambah Darah? Ini Penjelasannya
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Jun Ji Hyun Punya Body Goals di Usia 44, Menu Diet dan Olahraga Terungkap
2
Gaya Abadi Carolyn Bassette-Kennedy Setelah Meninggal Tragis 30 Tahun Lalu
3
Evolusi Tumi Alpha, Tas Travel Standar Militer Kini Desainnya Gen-Z Friendly
4
Most Pop: Foto Inul Daratista Pakai dan Tanpa Makeup, Kulitnya Jadi Sorotan
5
Jangan Baper Dulu! Ini Cara Hadapi Teman Pacar yang Bikin Kesal
MOST COMMENTED











































