Tips Bersikap Saat Anak Jadi Korban Perkelahian
wolipop
Jumat, 20 Agu 2010 09:36 WIB
Jakarta
-
Dalam proses interaksi anak yang sedang berkembang, ia akan menjalin komunikasi dengan anak lain. Dalam proses itu, seringkali terjadi pertengkaran. Simak tips mendidik yang mungkin berguna.
Usia dua hingga empat tahun adalah fase eksplorasi sosial. Anak mulai menaruh minat pada eksplorasi sosial yang lebih luas dengan mulai mencari teman untuk bermain bersama. Tidak jarang sering terjadinya konflik saat buah hati Anda bermain dengan teman-temannya dan ia bisa saja mendapat serangan fisik seperti, dipukul, dicubit, ditendang atau ditarik rambutnya. Bagaimana cara menyikapinya?
1. Biarkan menangis
Bila ia mendapat serangan fisik dan langsung bereaksi menangis di depan Anda, itu adalah reaksi yang wajar. Menangis adalah cara untuk memberitahukan kepada orang sekitar bahwa ia merasa terancam dan tidak nyaman dengan perilaku kasar temannya.
Jangan lantas memarahinya balik dan menyuruhnya untuk diam. Ia akan merasa semakin terpojok dan kejiwaannya akan berubah menjadi pendendam atau justru menjadi semakin cengeng.
2. Tidak langsung terlibat
Setiap anak memiliki cara sendiri dalam menyesuaikan bahkan mempertahankan diri. Biasanya anak yang mendapat perlakuan kasar dari temannya akan bereaksi dengan balas memukul, langsung lari begitu dipukul atau diam saja karena takut.
Untuk menyikapi hal ini, sebaiknya jangan langsung menghakimi apa yang telah anak perbuat karena dengan cara itu tidak akan mengajarkan anak bersikap benar dan berani.
3. Biarkan anak mengambil sikap
Latihan memecahkan masalah akan sangat berguna ketika ia akan tumbuh menjadi remaja dan dewasa. Biarkan ia mengambil sikap bagaimana cara menyelesaikannya, tentu Anda harus memberinya masukan. Ajarkan ia menjadi anak yang berani bertanggung jawab dengan tindakannya, dan tidak perlu takut bila ia benar.
4. Rasa percaya diri
Bagi "korban", kalau peristiwa ini sudah lama terjadi, bisa jadi tumbuh perasan minder dan kecil hati dalam dirinya. Orangtua bisa membantu mengembalikan keberanian dan percaya dirinya dengan mengajarkan anak untuk lebih berani dan percaya diri. Coba ajarkan anak untuk bisa merespon perlakuan buruk yang menimpanya dengan kata-kata yang bijak.
(eya/fer)
Usia dua hingga empat tahun adalah fase eksplorasi sosial. Anak mulai menaruh minat pada eksplorasi sosial yang lebih luas dengan mulai mencari teman untuk bermain bersama. Tidak jarang sering terjadinya konflik saat buah hati Anda bermain dengan teman-temannya dan ia bisa saja mendapat serangan fisik seperti, dipukul, dicubit, ditendang atau ditarik rambutnya. Bagaimana cara menyikapinya?
1. Biarkan menangis
Bila ia mendapat serangan fisik dan langsung bereaksi menangis di depan Anda, itu adalah reaksi yang wajar. Menangis adalah cara untuk memberitahukan kepada orang sekitar bahwa ia merasa terancam dan tidak nyaman dengan perilaku kasar temannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Tidak langsung terlibat
Setiap anak memiliki cara sendiri dalam menyesuaikan bahkan mempertahankan diri. Biasanya anak yang mendapat perlakuan kasar dari temannya akan bereaksi dengan balas memukul, langsung lari begitu dipukul atau diam saja karena takut.
Untuk menyikapi hal ini, sebaiknya jangan langsung menghakimi apa yang telah anak perbuat karena dengan cara itu tidak akan mengajarkan anak bersikap benar dan berani.
3. Biarkan anak mengambil sikap
Latihan memecahkan masalah akan sangat berguna ketika ia akan tumbuh menjadi remaja dan dewasa. Biarkan ia mengambil sikap bagaimana cara menyelesaikannya, tentu Anda harus memberinya masukan. Ajarkan ia menjadi anak yang berani bertanggung jawab dengan tindakannya, dan tidak perlu takut bila ia benar.
4. Rasa percaya diri
Bagi "korban", kalau peristiwa ini sudah lama terjadi, bisa jadi tumbuh perasan minder dan kecil hati dalam dirinya. Orangtua bisa membantu mengembalikan keberanian dan percaya dirinya dengan mengajarkan anak untuk lebih berani dan percaya diri. Coba ajarkan anak untuk bisa merespon perlakuan buruk yang menimpanya dengan kata-kata yang bijak.
(eya/fer)
Health & Beauty
Kulit Kusam? Blackmores Ultimate Radiance Skin Bantu Rawat Kulit dari Dalam
Elektronik & Gadget
Cari TWS Baru? AirPods Pro 3 Tawarkan Audio Adaptif dan ANC Lebih Canggih
Makanan & Minuman
Lactose Intolerant? Coba Susu Kedelai Bubuk Ini sebagai Pengganti Susu Sapi
Makanan & Minuman
Cuma Tambah Lauk Ini, Nasi Hangat Jadi 10x Lebih Enak!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Istri Tyson Fury Tak Siap Jadi Nenek di Usia 37, Putrinya Dinikahkan Usia 17
2
40 Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 untuk Kartu & Bingkisan Lebaran
3
Mantan Idol Berharap Setenar BLACKPINK, Dark Jokes-nya Viral Bikin Ngakak
4
5 Gaya Emma Stone Pamer Punggung di Red Carpet Oscars, Seksi-Elegan
5
Ramalan Zodiak 17 Maret: Taurus Bikin Orang Penasaran, Gemini Jangan Cemburu
MOST COMMENTED











































