Kamu punya masalah jerawat di pipi? Mari kenali penyebab dan cara mengatasinya.
Jerawat di pipi menjadi salah satu masalah kulit yang cukup umum dialami, baik oleh remaja maupun dewasa. Kondisi ini bisa membuat seseorang kurang percaya diri, terutama ketika jerawat muncul dalam jumlah banyak atau meninggalkan noda kehitaman setelah mereda.
Berbagai faktor dapat memengaruhi kemunculan jerawat di area ini, mulai dari produksi minyak berlebih hingga penggunaan produk perawatan kulit yang kurang sesuai. Meski ingin segera menghilangkannya, jerawat di pipi tidak bisa selalu sembuh dalam semalam.
Perawatan yang tepat membutuhkan waktu dan konsistensi agar peradangan mereda tanpa merusak lapisan pelindung kulit. Selain memilih produk skincare yang sesuai, kebiasaan sehari-hari seperti menjaga kebersihan alat makeup, mengganti sarung bantal secara rutin, dan mengurangi kebiasaan menyentuh wajah juga dapat membantu mengendalikan jerawat.
Jadi, bagaimana cara mengatasi jerawat di pipi agar tidak mudah muncul kembali? Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk merawat kulit berjerawat.
Cara Mengatasi Jerawat di Pipi
1. Bersihkan wajah dengan lembut
Langkah awal untuk mengatasi jerawat di pipi adalah membersihkan wajah menggunakan sabun pembersih sesuai dengan kondisi kulit. Pilih produk bebas pewangi, tidak mengandung minyak yang berpotensi menyumbat pori-pori, serta memiliki formula nonkomedogenik
Pembersih yang lembut dapat membantu mengangkat kotoran dan minyak tanpa membuat kulit terasa kering atau tertarik. Hindari menggosok wajah terlalu keras atau menggunakan produk pembersih yang membuat kulit terasa kesat berlebihan.
Kebiasaan tersebut justru berisiko mengganggu lapisan pelindung kulit dan memperparah iritasi. Cukup bersihkan wajah secara lembut menggunakan air hangat suam-suam kuku, lalu lanjutkan dengan produk perawatan yang dibutuhkan kulit.
2. Gunakan skincare dengan kandungan aktif untuk jerawat
Beberapa bahan aktif dalam skincare dapat membantu mengatasi jerawat ringan hingga sedang. Niacinamide, asam salisilat, asam azelat, benzoil peroksida, serta retinoid seperti adapalene merupakan contoh kandungan yang dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan kulit.
Asam salisilat membantu membersihkan pori-pori, sedangkan benzoil peroksida memiliki aktivitas melawan bakteri yang berperan dalam pembentukan jerawat. Meski begitu, kamu tidak perlu menggunakan semua bahan aktif tersebut sekaligus.
Mulailah dengan satu produk terlebih dahulu untuk mengetahui respon kulit, kemudian gunakan sesuai petunjuk pemakaian. Beberapa kandungan mungkin membutuhkan waktu beberapa minggu untuk menunjukkan hasil. Jika muncul iritasi berat, ruam, pembengkakan, atau rasa perih yang menetap, hentikan penggunaannya dan konsultasikan dengan tenaga medis.
3. Tetap gunakan pelembap
Kulit yang mudah berjerawat tetap membutuhkan pelembap agar lapisan pelindungnya terjaga. Pilih pelembap bertekstur ringan dengan label nonkomedogenik yang tidak mudah menyumbat pori-pori.
Kandungan seperti asam hialuronat, ceramide, dan centella asiatica bisa menjadi pilihan untuk membantu menjaga kelembapan serta memberikan rasa nyaman pada kulit. Jangan langsung menghindari pelembap hanya karena wajah terlihat berminyak.
Kulit yang terlalu kering akibat penggunaan produk antijerawat dapat mengalami iritasi dan terasa semakin tidak nyaman. Gunakan pelembap setelah membersihkan wajah dan mengaplikasikan produk perawatan yang sesuai. Pada pagi hari, lengkapi rutinitas dengan sunscreen untuk membantu melindungi kulit dari paparan sinar matahari.
4. Hindari kebiasaan menyentuh dan memencet jerawat
Tanpa disadari, tangan sering menyentuh pipi ketika sedang bekerja, membaca, atau beristirahat. Padahal tangan dapat membawa minyak, kotoran, dan mikroorganisme yang kemudian berpindah ke permukaan kulit.
Untuk itu, usahakan mengurangi kebiasaan menopang pipi dengan tangan dan pastikan tangan bersih sebelum melakukan rutinitas skincare. Kamu juga sebaiknya tidak memencet jerawat, terutama yang sedang meradang. Tekanan berlebihan dapat memperburuk peradangan dan meningkatkan risiko timbulnya bekas jerawat maupun jaringan parut.
Jika jerawat terasa nyeri, membesar, atau sulit mereda, lebih baik mencari penanganan yang tepat daripada mencoba mengeluarkannya sendiri.
Simak Video "Video: Skincare Check Bareng Dokter Tompi: Do's & Don'ts!"
(eny/eny)