Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Perjalanan Bisnis Gabriella Chong, Dari Jualan Bunga Hingga Membangun Bellayu

Kiki Oktaviani - wolipop
Selasa, 15 Sep 2026 13:30 WIB
...
Bellayu Rosy Milk
Gabriella Chong Foto: dok. Bellayu
Jakarta -

Gabriella Chong tidak langsung menemukan bisnis yang kini dijalaninya. Sebelum membangun Bellayu, brand hair tools lokal, ia sempat mencoba berbagai usaha, mulai dari membuka nail salon hingga berjualan bunga palsu.

Perjalanan tersebut justru menjadi bagian penting dari prosesnya sebagai entrepreneur. Setiap bisnis yang dijalani memberinya pengalaman baru, termasuk belajar dari kegagalan dan memahami apa yang ingin ia bangun ke depannya.

Bisnis pertamanya dimulai pada 2009 ketika Gabriella membuka nail salon di Taman Anggrek. Saat itu, ia mendapat banyak dorongan dari sang suami, Gavin, yang juga seorang entrepreneur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nail salon-ku gagal. Dari situ belajar. Ternyata retail space-nya tidak boleh kecil," tuturnya kepada Wolipop.

Setelah itu Gaby mencoba berjualan bunga palsu, dan lagi-lagi peruntungannya tidak di situ. Sempat ada rasa kecewa dengan kegagalan bisnisnya, namun Gaby mendapatkan semangat dari sang suami.

ADVERTISEMENT

"Gavin bilang, 'It's okay, kamu belajar. Anggap saja ini universitas, kuliah yang sesungguhnya.' Setidaknya aku sudah mencoba. ," kata wanita yang akrab disapa Gaby itu.

Sekitar tahun 2016, Gaby kemudian mengambil francise brand hair tools asal AS, Jose Eber untuk pasar Asia. Dari situlah dia mulai belajar membangun bisnis lebih dalam lagi. Dari pengalaman di dunia beauty tersebut, Gabriella kemudian semakin memahami pasar dan melihat adanya peluang di kategori hair tools.

Bellayu Rosy MilkBellayu Rosy Milk Foto: dok. Bellayu

Menurutnya, produk hair tools seperti catokan atau hairdryer yang beredar sering kali berada di dua sisi: memiliki desain menarik tetapi performanya kurang, atau punya performa bagus tetapi tidak menawarkan sisi estetika dan dengan harga yang tinggi.

"Menurut aku ada yang murah banget, ada yang mahal banget. Tapi fokusnya cuma branding dan marketing. Ada yang profesional, bagus, tapi sangat kaku," jelasnya.

Dari situlah Bellayu dibangun pada 2023. Gaby ingin menghadirkan hair tools yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki teknologi dan performa yang baik, dengan harga yang lebih terjangkau.

Salah satu hal yang juga menjadi perhatian Gaby adalah pengalaman konsumen. Ia merasa konsumen seharusnya bisa mencoba produk secara langsung sebelum membelinya, bukan hanya mengandalkan ulasan dari influencer. Bellayu memiliki store agar konsumen bisa mencoba hair tools tersebut. Di pasar yang kini serba online, Gaby percaya masih banyak konsumen yang butuh online store karena ingin mencoab dulu sebelum membeli.

"Alangkah baiknya kalau kita bisa coba sendiri. Bisa pergi ke store sendiri, coba sendiri. Jadi bukan cuma, 'kata dia bagus' atau 'kata dia nggak bagus'," ujarnya.

Dalam membangun Bellayu, Gaby juga tidak ingin terburu-buru mengejar tren. Walaupun industri beauty saat ini berkembang lewat makeup atau skincare, Gaby lebih ingin membangun bisnis yang bisa bertahan dalam jangka panjang.

"Aku percaya longevity. Kalau kita melihatnya 30 tahun, kita bisa build something pelan-pelan," katanya.

Baginya, bisnis bukan perlombaan untuk menjadi yang paling cepat. Setiap tahun tentu memiliki target, tetapi yang lebih penting adalah mengetahui arah yang ingin dituju dalam jangka panjang.

"Apa yang perlu diburu-buru? Kalau kita bisa bikin hype atau viral, ya bagus, tapi 10 tahun dari sekarang apakah Bellayu masih ada? Kalau buatku goal-nya itu bisa bertahan," akunya.

Prinsip tersebut juga membuatnya percaya bahwa seseorang tidak perlu menunggu semuanya sempurna untuk memulai bisnis. Menurut Gaby, ide memang penting, tetapi yang lebih sulit adalah berani mengubahnya menjadi kenyataan.

"Mulai dan perbaiki sambil berjalan," ujarnya.

Bagi Gabriella, perjalanan membangun bisnis pada akhirnya bukan hanya tentang modal atau seberapa cepat seseorang mencapai kesuksesan. Ada proses mencoba, gagal, belajar, kemudian kembali membangun

(kik/kik)
...
Hide Ads