×
Ad

Wajah Glowing Tapi Leher Keriput? Ini Kata Dokter Kulit!

Adinda Salma - wolipop
Kamis, 20 Agu 2026 15:30 WIB
Halaman ke 1 dari 2
Foto: Getty Images/FreshSplash
Jakarta -

Wanita pada umumnya memprioritaskan perawatan kulit hanya pada area wajah agar glowing dan awet muda. Jika hanya wajah saja yang dirawat, pemandangan yang tidak seimbang bisa terjadi, di mana area leher akan menunjukkan garis-garis halus serta lipatan yang dalam. Kondisi ini merupakan fenomena penuaan dini, di mana seseorang memiliki wajah kencang tapi leher keriput.

Leher sebenarnya merupakan salah satu area yang paling mudah menunjukkan tanda-tanda penuaan, tetapi sering kali luput dari perhatian dalam rutinitas perawatan kulit. Selain terus terpapar sinar matahari dan mengalami banyak pergerakan saat beraktivitas, kulit leher juga memiliki struktur yang membuatnya lebih rentan kehilangan elastisitas dan mengalami kerutan. Karena itu, memahami karakteristik kulit leher menjadi langkah penting sebelum menentukan perawatan yang tepat.

Memahami Anatomi Kulit Leher

Secara struktur anatomi, jaringan kulit di bawah rahang dan leher memiliki karakteristik yang sangat berbeda dibandingkan kulit wajah. Lapisan kulit leher relatif jauh lebih tipis, baik pada lapisan epidermis, lemak, maupun jaringan otot penyangganya.

"Jaringan di bawah rahang itu kulitnya memang sangat tipis. Mulai dari lapisan ototnya lebih tipis, lapisan lemaknya lebih tipis, lapisan kulitnya lebih tipis, tipis-tipis. Nah kalau dia sudah aging, mulai kendor-kendor, sudah benar-benar bukan tidak terselamatkan lagi. Cuma agak susah dari kita pun mau menolong," ucap dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Reeza Edward, Sp. DVE saat ditemui di acara Evitderma Anniversary di Evitderma Clinic, Hang Lekir, Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2026).

Kesalahan umum yang sering terjadi dalam merawat kulit menurut dr. Reeza adalah ketidakmerataan saat mengaplikasikan skincare. Kamu mungkin sangat rajin meratakan sunscreen di seluruh wajah, namun berhenti persis di garis rahang.

"Orang pakai sunscreen pun sudah rajin di muka kadang-kadang lupa sampai leher kan seperti itu. Dan leher pada beberapa kalangan, apalagi ibu-ibu itu juga sering ter-sensitize secara tidak disadari. Seperti semprot parfum ke leher secara langsung terlalu sering, itu kulit lehernya jadi sensitif," ucap dr Reeza Edward, Sp. DVE.

Perluas Area Perawatan hingga Leher

Agar area leher tidak cepat keriput, mulailah melakukan langkap perbaikan dengan mengubah persepsi dasar mengenai definisi perawatan kulit. Dokter Reeza menegaskan, kulit leher tidak boleh lagi dianggap sebagai area terpisah yang diabaikan. Sebaliknya, leher harus diperlakukan sebagai perpanjangan langsung dari area wajah yang membutuhkan perhatian serupa.

Konsep pemeliharaan ini tidak bertujuan menghentikan proses biologis secara drastis. Tujuan utamanya adalah menjaga fungsi jaringan kulit agar tidak mengalami penurunan kualitas secara dini. Dengan perawatan teratur, kulit leher akan senantiasa lembap, kenyal, serta seimbang dengan kekencangan wajah.

"Kuncinya jangan diabaikan dari awal. Kalau saya pribadi sih dari awal biasanya selalu menekankan ya harusnya sekalian dengan leher, jangan dilewati lehernya," kata dr Reeza Edward, Sp. DVE.



Simak Video "Video: Tips Tidur Nyenyak Tanpa Leher Kaku Ala Menkes Budi"

(eny/eny)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork