Review Lhala Peel, Treatment Viral untuk Kulit Glowing Tanpa Downtime
Belakangan ini, berbagai treatment untuk mendapatkan kulit wajah yang lebih halus dan glowing semakin banyak bermunculan. Salah satunya adalah Lhala Peel, perawatan yang cukup ramai diperbincangkan karena diklaim dapat membantu membuat kulit tampak lebih cerah dan sehat tanpa proses pengelupasan yang berlebihan.
Berasal dari Korea, Lhala Peel termasuk treatment peeling yang tergolong ringan. Treatment ini diklaim dapat digunakan untuk berbagai jenis kulit karena tidak membuat kulit mengalami pengelupasan intens seperti beberapa jenis peeling lainnya. Menariknya, Lhala Peel juga disebut tidak memiliki masa downtime sehingga pasien bisa kembali menggunakan makeup seperti biasa setelah treatment.
Kali ini, tim Wolipop berkesempatan mencoba langsung Lhala Peel di Dermies Max, Bassura Mall. Sesampainya di klinik, pasien terlebih dahulu diberikan bandana untuk menjaga rambut agar tidak mengganggu proses treatment. Tim Wolipop juga mendapatkan cleansing wipes untuk membersihkan wajah secara mandiri sebelum mengambil foto kondisi kulit sebelum treatment atau before.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi wajah sebelum treatment Foto: Wolipop/Vina Oktiani |
Setelah itu, masuk ke ruang tindakan. Terapis kembali membersihkan wajah dan leher secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada sisa makeup, minyak, maupun kotoran yang menempel di kulit.
Setelah wajah dan leher bersih, proses Lhala Peel dimulai dengan pengaplikasian cairan pertama. Cairan tersebut dioleskan dengan gerakan cepat dari atas ke bawah.
Pengaplikasian dimulai dari area leher kemudian dilanjutkan ke seluruh wajah. Menariknya, saat cairan pertama diaplikasikan, tidak terasa sensasi perih atau cekit-cekit yang mengganggu. Cairan pertama kemudian didiamkan selama kurang lebih 10 menit sebelum wajah dibilas dan dibersihkan.
Saat cairan Lhala Peel diaplikasikan ke wajah Foto: Wolipop/Vina Oktiani |
Setelah itu, terapis melanjutkan ke tahap kedua menggunakan cairan Lhala Peel yang lebih kuat atau lebih strong. Berbeda dengan cairan pertama yang diaplikasikan menggunakan gerakan cepat, cairan kedua cukup dioleskan menggunakan kuas seperti biasa. Tidak ada gerakan menggosok-gosok kulit.
Pada tahap kedua inilah mulai terasa sensasi sedikit cekit-cekit. Namun, sensasinya masih tergolong nyaman dan tidak sampai membuat ingin menghentikan treatment. Cairan kedua kemudian didiamkan selama sekitar 5 menit sebelum kembali dibersihkan.
Salah satu hal yang menarik dari Lhala Peel adalah tidak adanya masa downtime. Setelah treatment selesai, kulit tidak mengalami pengelupasan. Hasilnya juga dapat langsung terlihat. Kulit terasa lebih halus, lembut, dan tampak glowing setelah treatment.
Kondisi wajah setelah Lhala Peel Foto: Wolipop/Vina Oktiani |
Pada kesempatan kali ini, treatment yang tim Wolipop ambil bukan hanya Lhala Peel. Setelah peeling selesai, perawatan dilanjutkan dengan skin glow booster by DNA Salmon.
Untuk mempersiapkan kulit sebelum skin booster, wajah terlebih dahulu diberikan krim anestesi. Setelah krim bekerja, cairan skin glow booster diaplikasikan menggunakan jarum-jarum kecil pada area wajah.
Tahap inilah yang membuat kondisi kulit setelah treatment menjadi berbeda. Jika setelah Lhala Peel saja kulit terlihat lebih halus dan glowing tanpa downtime, skin glow booster justru memiliki masa pemulihan.
Usai tindakan, wajah tampak kemerahan. Kondisi tersebut merupakan bagian dari reaksi setelah prosedur skin glow booster dan bukan akibat Lhala Peel.
Setelah Lhala Peel dan Skin Glow Booster Foto: Wolipop/Vina Oktiani |
Menurut informasi dari dokter, skin glow booster memiliki masa downtime kurang lebih 7 hari. Untuk membantu meminimalkan risiko peradangan, dokter juga meresepkan krim antibiotik yang digunakan pada pagi dan malam hari selama tujuh hari. Selama masa downtime, pasien juga tidak diperbolehkan menggunakan makeup serta beberapa produk skincare dengan kandungan tertentu.
Jika tertarik mencoba, harga paket untuk treatment Lhala Peel dan Skin Glow Booster by DNA Salmon seperti yang tim Wolipop coba ialah Rp 1,451 juta.
(vio/vio)













































