Bahan aktif dalam skincare seperti glycolic acid dan senyawa lain yang bersifat asam sudah cukup dikenal dalam dunia perawatan kulit. Namun, tidak jarang bahan aktif tersebut menimbulkan efek samping seperti kemerahan dan iritasi, ditambah proses kerjanya yang terkadang memerlukan waktu cukup lama.
Karena itulah muncul biomimetic ingredients, yang secara harfiah berarti 'bahan yang meniru kehidupan.' Sesuai namanya, biomimetic ingredients merupakan bahan yang cara kerjanya meniru proses alami kulit.
"Fungsi bahan-bahan ini adalah meniru peran biologis kulit seperti menjaga hidrasi, mendukung skin barrier, dan lain sebagainya," ujar Zainab Laftah, seorang konsultan dermatolog dari The Shard, London seperti dikutip Vogue Arabia.
Menurutnya, biomimetic ingredients cenderung lebih mudah ditoleransi oleh kulit dan memiliki risiko efek samping yang lebih minimal. Istilah biomimetic ingredients sering kali disalahgunakan dalam pemasaran produk skincare. Sebenarnya, tidak semua bahan alami dapat disebut biomimetik. Ada juga bahan yang lembut dan berbasis bioteknologi, tetapi fungsinya tidak serupa dengan biomimetic ingredients.
Biomimetic ingredients meniru molekul alami kulit yang membantu memperbaiki skin barrier serta menghidrasi kulit. Hal ini berbeda dengan bahan aktif lain yang bekerja dengan mempercepat pergantian sel kulit melalui proses yang terkadang memicu iritasi.
Menurut Dr. Laftah, biomimetic ingredients dapat bekerja lebih tepat sasaran dibandingkan bahan aktif tradisional. Efek yang dihasilkan juga cenderung bertahap dan mendukung proses alami kulit.
Meski begitu, seiring berkembangnya teknologi, biomimetic ingredients juga dapat dikombinasikan dengan bahan aktif tradisional atau bahan alami lainnya. "Harapannya formulasi yang dihasilkan akan lebih seimbang dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap orang yang berbeda-beda," ujar Halah Taha, dokter kulit di Anara Clinic.
Contoh bahan biomimetik yang sering ditemukan dalam rangkaian skincare antara lain ceramide, hyaluronic acid, dan peptide. Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda. Ceramide berfungsi memperkuat skin barrier, hyaluronic acid membantu mengunci kelembapan dan menjaga hidrasi kulit, sedangkan peptide bekerja mendukung produksi kolagen yang membantu menjaga struktur kulit.
Simak Video "Video: Skincare Check Bareng Dokter Tompi: Do's & Don'ts!"
(eny/eny)