Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Mengenal Biomimetic Ingredients, Bahan Skincare yang Meniru Cara Kerja Kulit

Almira Riva Az Zahra - wolipop
Senin, 13 Apr 2026 15:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Skincare Gen Z
Foto: Getty Images/JLco - Ana Suanes
Jakarta -

Bahan aktif dalam skincare seperti glycolic acid dan senyawa lain yang bersifat asam sudah cukup dikenal dalam dunia perawatan kulit. Namun, tidak jarang bahan aktif tersebut menimbulkan efek samping seperti kemerahan dan iritasi, ditambah proses kerjanya yang terkadang memerlukan waktu cukup lama.

Karena itulah muncul biomimetic ingredients, yang secara harfiah berarti 'bahan yang meniru kehidupan.' Sesuai namanya, biomimetic ingredients merupakan bahan yang cara kerjanya meniru proses alami kulit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Fungsi bahan-bahan ini adalah meniru peran biologis kulit seperti menjaga hidrasi, mendukung skin barrier, dan lain sebagainya," ujar Zainab Laftah, seorang konsultan dermatolog dari The Shard, London seperti dikutip Vogue Arabia.

Menurutnya, biomimetic ingredients cenderung lebih mudah ditoleransi oleh kulit dan memiliki risiko efek samping yang lebih minimal. Istilah biomimetic ingredients sering kali disalahgunakan dalam pemasaran produk skincare. Sebenarnya, tidak semua bahan alami dapat disebut biomimetik. Ada juga bahan yang lembut dan berbasis bioteknologi, tetapi fungsinya tidak serupa dengan biomimetic ingredients.

ADVERTISEMENT

Biomimetic ingredients meniru molekul alami kulit yang membantu memperbaiki skin barrier serta menghidrasi kulit. Hal ini berbeda dengan bahan aktif lain yang bekerja dengan mempercepat pergantian sel kulit melalui proses yang terkadang memicu iritasi.

Menurut Dr. Laftah, biomimetic ingredients dapat bekerja lebih tepat sasaran dibandingkan bahan aktif tradisional. Efek yang dihasilkan juga cenderung bertahap dan mendukung proses alami kulit.

Meski begitu, seiring berkembangnya teknologi, biomimetic ingredients juga dapat dikombinasikan dengan bahan aktif tradisional atau bahan alami lainnya. "Harapannya formulasi yang dihasilkan akan lebih seimbang dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap orang yang berbeda-beda," ujar Halah Taha, dokter kulit di Anara Clinic.

Contoh bahan biomimetik yang sering ditemukan dalam rangkaian skincare antara lain ceramide, hyaluronic acid, dan peptide. Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda. Ceramide berfungsi memperkuat skin barrier, hyaluronic acid membantu mengunci kelembapan dan menjaga hidrasi kulit, sedangkan peptide bekerja mendukung produksi kolagen yang membantu menjaga struktur kulit.

Manfaat Biomimetic Ingredients, Bahan Skincare yang Meniru Cara Kerja Kulit

Waterbased Vs. Oil Based Skincare

Foto: Getty Images/Nadiia Borovenko

Berikut lima manfaat yang bisa didapatkan dari penggunaan skincare dengan kandungan biomimetic ingredients:

1. Memperkuat skin barrier
Biomimetic ingredients membantu memperkuat lapisan lipid di dalam kulit, melindungi dari polusi dan radikal bebas, sekaligus mengunci kelembapan kulit.

2. Meningkatkan hidrasi kulit
Kulit menjadi lebih kenyal dan terhidrasi karena air di lapisan kulit dapat dipertahankan dengan lebih optimal.

3. Meningkatkan produksi kolagen
Biomimetic ingredients mendukung proses regenerasi alami kulit serta merangsang produksi kolagen. Hasilnya, kulit tampak lebih kencang dan tanda-tanda penuaan dapat diminimalkan.

4. Mengurangi peradangan dan iritasi
Karena bekerja mengikuti proses alami kulit, biomimetic ingredients cenderung lebih lembut, sehingga dapat membantu menenangkan kulit dan meminimalkan risiko iritasi.

5. Kulit lebih halus dan sehat
Dengan produksi kolagen yang optimal dan kelembapan kulit yang terjaga, kulit secara bertahap akan terasa lebih halus, sehat, serta lebih kuat dalam menghadapi berbagai masalah kulit.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads