Sering digunakan setiap hari, sabun mandi yang umum ditemui biasanya berbentuk batangan atau cair. Pernahkah kamu bertanya-tanya atau menebak mana yang sebenarnya lebih baik?
Sabun batang maupun sabun cair memiliki fungsi yang sama, yaitu mengangkat kotoran dari permukaan kulit. Namun, perbedaan bahan, proses pembuatan, hingga kandungannya membuat masing-masing jenis sabun memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.
Sabun Batang
Sabun batang melalui proses pembuatan yang lebih lama dan berbentuk padat, dikenal dengan istilah saponifikasi. "Sabun batangan melalui proses kaustik yang melibatkan pemanasan minyak dan lilin serta penambahan alkali, lalu campuran tersebut didiamkan selama enam hingga delapan minggu sehingga bahan-bahan kimianya menguap," ujar ahli kimia kosmetik Gabrielle Nekrasas, mengutip Byrdie. Proses ini membuat sabun batang lebih pekat dan minim bahan tambahan.
Kelebihan sabun batang:
- Formula sabun batang cenderung sederhana.
- Karena berbentuk padat, sabun batang tidak memerlukan banyak pengawet.
- Mengandung lebih sedikit bahan dibanding sabun cair sehingga risiko iritasi lebih minim.
Kekurangan sabun batang:
- pH sabun batang relatif tinggi. "Sabun batang memiliki pH antara 9-10, yang tidak dapat diturunkan karena banyaknya tahapan yang diperlukan," ujar Gabrielle Nekrasas. Kondisi ini bisa menyebabkan kulit terasa kering, terutama pada pemilik kulit sensitif.
Simak Video "Video: Tren Skincare 2026"
(eny/eny)