Perhatikan! 10 Bahan Kosmetik Ini Bisa Memperparah Kulit Berjerawat

Rista Adityaputry - wolipop Selasa, 11 Apr 2017 19:05 WIB
Foto: Getty Images Foto: Getty Images

Jakarta - Timbulnya jerawat di wajah bisa membuat seseorang kurang percaya diri. Maka demi menghilangkan jerawat dengan cepat, tak sedikit wanita yang buru-buru mengaplikasikan obat maupun produk jerawat berdasarkan referensi orang lain, iklan atau review di media. Padahal tidak semua bahan di dalam sebuah produk cocok dengan semua jenis kulit. Jerawat juga bisa bertambah parah jika kulit terkena produk tertentu. Ini bahan-bahan skincare yang bisa memperburuk kondisi kulit berjerawat.

Foto: Thinkstock

1. Asam Salisilat
Asam salisilat adalah salah satu bahan yang paling umum ditemukan dalam skincare khusus wajah yang rentan jerawat dan berminyak. Asam salisilat memang ampuh untuk membunuh bakteri di dalam pori-pori yang tersumbat. Namun, Anda disarankan untuk tidak menggunakan bahan ini secara terus menerus terlebih lagi ke seluruh wajah. Menurut Kerri Daniels, konsultan sekaligus dematologist asal New York, asam salisilat yang berlebihan digunakan pada wajah akan mengakibatkan kemerahan, iritasi, bahkan juga bisa membuat wajah terlalu kering. Sebaiknya, gunakan asam salisilat secara berkala atau aplikasikan sebagai spot treatment dengan dosis rendah.

2. Butiran Scrub
Eksfoliasi biasanya menjadi perawatan rutin para wanita yang bisa bermanfaat untuk membersihkan pori-pori dan sel-sel kulit mati. Untuk wajah yang berjerawat, eksfoliasi tidak disarankan karena butiran scrub-nya bisa membuat jerawat semakin meradang sehingga wajah akan semakin memerah dan iritasi, bahkan bisa memicu jerawat baru. Selama wajah masih berjerawat dan meradang, hindari pemakaian scrub atau pilih bahan yang butirannya halus.

3. Parfum
Produk perawatan yang mengandung parfum kurang cocok diaplikasikan pada wajah yang berjerawat, apalagi kalau kulit Anda cenderung sensitif. Kalau setelahnya Anda merasa gatal atau tidak nyaman di area wajah, bisa jadi ini adalah penyebab di balik efek parfum. Mona Gohara, MD, dermatologist sekaligus profesor di Departemen Dermatologi Universitas Yale, menyarankan agar tidak menggunakan skincare yang mengandung parfum agar efek-efek negatif yang dialami bisa berkurang.
Foto: Dok. Getty Images

4. Retinol
Retinol kerap ditemukan dalam produk perawatan anti-aging yang bisa menyamarkan kerutan dan garis halus di wajah, meratakan warna kulit, dan menghilangkan bintik hitam bekas jerawat di wajah. Kelebihan lain yang dimiliki retinol adalah merangsang pergantian sel kulit dan meningkatkan produksi kolagen. Namun pada sebagian orang, retinol bisa menimbulkan efek samping yang cukup agresif seperti kulit yang kemerahan atau iritasi. Sebaiknya, Anda konsultasikan dengan dokter kulit terlebih dahulu untuk menemukan dosis yang pas bagi kulit rentan berjerawat.

5. Alkohol
Meski kandungan alkohol dalam perawatan bisa menghilangkan minyak pada wajah, alkohol bisa menyebabkan kekeringan. Alkohol bisa menghilangkan sebum alami sehingga kulit malah lebih banyak memproduksi minyak untuk menghidrasi dan wajah makin berminyak setelahnya.

"Sebum akan terjebak dalam kelenjar minyak dan bakteri akan masuk. Mereka suka dengan sebum," papar Jane Iredale, founder skincare dan kosmetik mineral Jane Iredale, seperti dikutip dari Reader's Digest.

Jane menyarankan untuk memilih pembersih dantoner yang tidak mengandung alkohol. Micellar water lebih baik digunakan daripada toner beralkohol.

6. Benzoyl Peroxide
Bahan ini memang sering ditemukan dalam kandungan perawatan khusus untuk kulit berjerawat. Benzoyl peroxide terhitung sebagai bahan yang cukup keras untuk wajah, namun dianggap ampuh mengempeskan jerawat dan membunuh bakteri penyebab jerawat. Meski dianggap sebagai bahan yang sangat ampuh, efek sampingnya cukup banyak, seperti iritasi, gatal, nyeri, radang, dan kulit mengelupas. Efek ini bisa dihindari apabila Anda memakainya dengan dosis yang tepat. Jadi untuk kulit yang benar-benar sensitif, sebaiknya minta pada dokter kulit untuk memberikan resep paling ringan.
Foto: Getty Images

7. Minyak Kelapa
Perawatan kulit berbasis minyak memang sedang populer saat ini, seperti minyak tea tree, lavender, rosemary, jojoba, kelapa, grapeseed, dan lain sebagainya. Minyak wajah atau face oil memang dipercaya bisa melembapkan dan memberi nutrisi lebih pada kulit. Namun, perlu diperhatikan jenis minyak yang cocok untuk kulit berjerawat.

Minyak kelapa adalah salah satu yang tidak disarankan untuk wajah berjerawat. Dengan sifatnya yang komedogenik, minyak kelapa bisa menyumbat pori-pori kulit wajah Anda. Sebaiknya, gunakan ini hanya pada kulit siku atau ujung rambut yang sangat kering.

8. Silikon
Apakah Anda mengalami breakout setelah memakai foundation atau primer? Bisa jadi silikon adalah penyebabnya. Silikon dalam bahan kosmetik dan perawatan biasanya disebutkan sebagai Dimethicone. Produk-produk yang mengandung silikon bisa memberikan efek lembut dan ringan saat pertama kali diaplikasikan. Namun, kecepatan produk meresap ke dalam kulit bisa membuat pori-pori Anda tersumbat. Kalau Anda tidak bersih membersihkan wajah setelah mengenakan makeup cukup berat, tersumbatnya pori-pori dengan produk bersilikon ini bisa menyebabkan jerawat.
Foto: Thinkstock

9. Talc
Bahan talc kerap ditemukan dalam bedak dan produk untuk mandi. Meski sudah diklaim sebagai bahan yang aman dalam produk-produk kecantikan, untuk wajah yang rentan dengan jerawat perlu dibatasi pemakaiannya karena bisa menyebabkan wajah mengering dan iritasi. Lebih baik hindari bahan talc jika tidak ingin memperparah kulit wajah yang sensitif atau berjerawat.

10. Paraben
Paraben adalah pengawet dalam makeup dan skincare. Bahan ini juga muncul dengan nama methylparaben, propylparaben, butylparaben, dan ethylparaben. Paraben sebenarnya sudah disetujui sebagai bahan yang aman dalam produk kosmetik dan perawatan kulit, namun sebenarnya ada potensi bahwa kandungan ini bisa memengaruhi hormon Anda sehingga berkontribusi pada munculnya jerawat hormonal. Bukan ide buruk untuk menghindari produk yang mengandung paraben untuk mencegah efek buruk bagi tubuh, seperti kerusakan kulit atau penuaan dini. (hst/hst)