Demi Memahami Wanita, Bos dan Karyawan Perusahaan Bra Pakai Payudara Palsu
Eny Kartikawati - wolipop
Jumat, 26 Agu 2016 14:41 WIB
Jakarta
-
Bagaimana jadinya jika sebuah perusahaan bra diisi banyak karyawan laki-laki? Inilah yang terjadi di perusahaan bra bernama PrimaDonna. Mereka semua termasuk sang bos harus memakai payudara palsu.
CEO PrimaDonna Ignace Van Doorselaere menyuruh para pekerjanya untuk memakai payudara palsu agar bisa merasakan apa yang dirasakan oleh wanita. Dia meminta karyawanannya menjalani aktivitas di kantor dengan memakai payudara palsu ukuran E-cup.
Kenapa ukuran E-cup? Hal itu tak lain karena PrimaDonna merupakan perusahaan yang memproduksi bra khusus ukuran besar mulai dari untuk wanita berpayudara cup C sampai J.
"Hanya ada satu cara untuk pria memahami seperti apa rasanya memiliki payudara E-cup, yaitu dengan memakainya," kata Ignace dalam tayangan video yang dirilis perusahaannya baru-baru ini.
Eksperimen menjadi wanita dengan memakai payudara palsu itu dinamai sebagai International E CUP DAY for men. Pada satu hari yang ditentukan, karyawan pria tiba di kantor dan langsung menuju loker. Mereka kemudian mengeluarkan 'payudara palsu' dari loker tersebut.
Jangan bayangkan bahwa para pria ini benar-benar memakai payudara palsu yang terbuat dari silikon. Yang dipakai para pria ini adalah beban seberat 1 -1,5 kg, rata-rata berat payudara ukuran cup E. Dua beban dikalungkan ke dada dengan bantuan tali pengait.
"Para pria pasti suka melihat wanita dengan payudara cup E, tapi itu bukan esensi dari bekerja di perusahaan lingerie. Mereka selama ini hanya melihat keuntungannya. Padahal berat payudara bisa mencapai 1 - 1,5 kg. Dan itu berat. Bisa membuatmu sakit leher, sakit punggung," ujar Ignace lagi.
Oleh karena itulah Ignace meminta pada para karyawan prianya memakai 'payudara palsu' itu agar bisa memahami betapa sulitnya memiliki payudara besar. "Bayangkan kamu menjadi wanita yang membawa beban itu sepanjang hari. Oleh sebab itu kamu butuh bra yang bagus. Bukan hanya mampu menopang, tapi juga membuat wanita merasa lebih baik secara fisik dan tetap terlihat menarik," tuturnya panjang lebar.
Dari tayangan video terlihat para karyawan pria di PrimaDonna ini merasakan sulitnya menjadi wanita dengan payudara yang besar. Ada pria yang mengeluhkan lehernya sakit. Ada juga yang mengeluh lehernya jadi memerah karena memakai tali penyangga yang tidak nyaman dan menanggung beban berat.
"Penopang yang baik itu sangat penting. Semua orang di PrimaDonna mengerti itu sekarang," tutup Ignace.
(eny/eny)
CEO PrimaDonna Ignace Van Doorselaere menyuruh para pekerjanya untuk memakai payudara palsu agar bisa merasakan apa yang dirasakan oleh wanita. Dia meminta karyawanannya menjalani aktivitas di kantor dengan memakai payudara palsu ukuran E-cup.
Kenapa ukuran E-cup? Hal itu tak lain karena PrimaDonna merupakan perusahaan yang memproduksi bra khusus ukuran besar mulai dari untuk wanita berpayudara cup C sampai J.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Hanya ada satu cara untuk pria memahami seperti apa rasanya memiliki payudara E-cup, yaitu dengan memakainya," kata Ignace dalam tayangan video yang dirilis perusahaannya baru-baru ini.
Eksperimen menjadi wanita dengan memakai payudara palsu itu dinamai sebagai International E CUP DAY for men. Pada satu hari yang ditentukan, karyawan pria tiba di kantor dan langsung menuju loker. Mereka kemudian mengeluarkan 'payudara palsu' dari loker tersebut.
![]() |
Jangan bayangkan bahwa para pria ini benar-benar memakai payudara palsu yang terbuat dari silikon. Yang dipakai para pria ini adalah beban seberat 1 -1,5 kg, rata-rata berat payudara ukuran cup E. Dua beban dikalungkan ke dada dengan bantuan tali pengait.
"Para pria pasti suka melihat wanita dengan payudara cup E, tapi itu bukan esensi dari bekerja di perusahaan lingerie. Mereka selama ini hanya melihat keuntungannya. Padahal berat payudara bisa mencapai 1 - 1,5 kg. Dan itu berat. Bisa membuatmu sakit leher, sakit punggung," ujar Ignace lagi.
Oleh karena itulah Ignace meminta pada para karyawan prianya memakai 'payudara palsu' itu agar bisa memahami betapa sulitnya memiliki payudara besar. "Bayangkan kamu menjadi wanita yang membawa beban itu sepanjang hari. Oleh sebab itu kamu butuh bra yang bagus. Bukan hanya mampu menopang, tapi juga membuat wanita merasa lebih baik secara fisik dan tetap terlihat menarik," tuturnya panjang lebar.
Dari tayangan video terlihat para karyawan pria di PrimaDonna ini merasakan sulitnya menjadi wanita dengan payudara yang besar. Ada pria yang mengeluhkan lehernya sakit. Ada juga yang mengeluh lehernya jadi memerah karena memakai tali penyangga yang tidak nyaman dan menanggung beban berat.
"Penopang yang baik itu sangat penting. Semua orang di PrimaDonna mengerti itu sekarang," tutup Ignace.
(eny/eny)












































