Mengenal <i>Vlogging</i>, Tren Baru di Dunia Beauty Blogger
Intan Kemala Sari - wolipop
Minggu, 07 Jun 2015 15:05 WIB
Jakarta
-
Beauty blogger bisa menjadi suatu profesi yang menjanjikan apabila memiliki kemampuan yang mumpuni. Seiring dengan kemajuan zaman, perkembangan dunia blog pun kini diwarnai dengan sebuah tren yang mulai ramai diperbincangkan, yakni vlogging.
Vlogging adalah singkatan dari video blogging. Para blogger kini tak lagi hanya menulis saja tetapi juga membuat video yang juga diunggah ke dalam blognya. Ada banyak hal yang harus diperhatikan saat membuat video blogging sehingga hasilnya terlihat seperti polesan tangan seorang profesional.
Atas dasar inilah brand perawatan wajah Garnier membuat workshop tentang cara membuat vlog (video blog) yang mengajak para beauty blogger Indonesia. Dituturkan oleh Pandu Brodjonegoro selaku Senior Product Manager Garnier Indonesia, alasan diadakannya acara ini adalah ingin mengedukasi para beauty blogger untuk menjadi wanita yang maju dan 'melek' teknologi.
"Ini suatu konsep baru yang diusung Garnier dalam rangka memberikan pembelajaran kepada beauty blogger. Kita ingin bersama-sama merangkul para beauty blogger untuk membangun industri kecantikan di Indonesia," ujar Pandu saat diwawancarai Wolipop di Hotel Padma Bandung, Jawa Barat, Sabtu, (6/6/2015).
Ada beauty blogger dari beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, dan Ambon yang terpilih untuk mengikuti workshop selama dua hari satu malam ini. Pandu menjelaskan, dipilihnya ke-18 beauty blogger ini berdasarkan produk-produk yang sering di ulasnya.
"Kita lihat konten blognya juga, kalau mereka sering mengulas produk perawatan wajah dan bukan hanya make-up saja, itu yang kita pilih. Bahkan kita lihat kepribadiannya juga. Kita nggak mau yang terlalu berumur, targetnya untuk usia 18 - 29 tahun," lanjutnya lagi.
Workshop yang dipandu oleh Priskila Eirene yang merupakan videografer profesional ini terdiri dari tiga sesi. Sesi pertama adalah mengenai cara pengambilan gambar yang tepat, mulai dari latar belakang video hingga teknik pencahayaan. Di sini para beauty blogger diminta aktif untuk berkeliling di area sekitar hotel untuk mencari lokasi-lokasi yang bisa dijadikan video.
Sesi kedua yaitu belajar tentang cara menyunting video menggunakan perangkat lunak. Para beauty blogger tampak begitu antusias untuk mengeksplor fitur-fitur editing yang terdapat di dalamnya dan tak ragu mencoba untuk menggabungkan potongan-potongan video sehingga membentuk satu video utuh.
Dan yang terakhir adalah sesi mengunggah video serta mempromosikan video yang di buat kepada khalayak umum. Pada sesi ini para beauty blogger diajarkan bagaimana caranya berinteraksi dengan para penonton, serta sikap dan pembawaan diri yang harus dimiliki untuk menghadirkan persepsi yang baik kepada orang yang menontonnya.
Pandu berharap, dengan adanya acara ini bisa menjadi suatu kegiatan pembekalan ilmu yang akan berjalan dengan rutin bersama dengan para beauty blogger. "Kita ingin workshop selanjutnya tidak hanya seputar vlogging saja. Tapi mungkin bisa workshop kepribadian, atau berbicara di depan publik," tutupnya.
(int/hst)
Vlogging adalah singkatan dari video blogging. Para blogger kini tak lagi hanya menulis saja tetapi juga membuat video yang juga diunggah ke dalam blognya. Ada banyak hal yang harus diperhatikan saat membuat video blogging sehingga hasilnya terlihat seperti polesan tangan seorang profesional.
Atas dasar inilah brand perawatan wajah Garnier membuat workshop tentang cara membuat vlog (video blog) yang mengajak para beauty blogger Indonesia. Dituturkan oleh Pandu Brodjonegoro selaku Senior Product Manager Garnier Indonesia, alasan diadakannya acara ini adalah ingin mengedukasi para beauty blogger untuk menjadi wanita yang maju dan 'melek' teknologi.
"Ini suatu konsep baru yang diusung Garnier dalam rangka memberikan pembelajaran kepada beauty blogger. Kita ingin bersama-sama merangkul para beauty blogger untuk membangun industri kecantikan di Indonesia," ujar Pandu saat diwawancarai Wolipop di Hotel Padma Bandung, Jawa Barat, Sabtu, (6/6/2015).
Ada beauty blogger dari beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, dan Ambon yang terpilih untuk mengikuti workshop selama dua hari satu malam ini. Pandu menjelaskan, dipilihnya ke-18 beauty blogger ini berdasarkan produk-produk yang sering di ulasnya.
"Kita lihat konten blognya juga, kalau mereka sering mengulas produk perawatan wajah dan bukan hanya make-up saja, itu yang kita pilih. Bahkan kita lihat kepribadiannya juga. Kita nggak mau yang terlalu berumur, targetnya untuk usia 18 - 29 tahun," lanjutnya lagi.
Workshop yang dipandu oleh Priskila Eirene yang merupakan videografer profesional ini terdiri dari tiga sesi. Sesi pertama adalah mengenai cara pengambilan gambar yang tepat, mulai dari latar belakang video hingga teknik pencahayaan. Di sini para beauty blogger diminta aktif untuk berkeliling di area sekitar hotel untuk mencari lokasi-lokasi yang bisa dijadikan video.
Sesi kedua yaitu belajar tentang cara menyunting video menggunakan perangkat lunak. Para beauty blogger tampak begitu antusias untuk mengeksplor fitur-fitur editing yang terdapat di dalamnya dan tak ragu mencoba untuk menggabungkan potongan-potongan video sehingga membentuk satu video utuh.
Dan yang terakhir adalah sesi mengunggah video serta mempromosikan video yang di buat kepada khalayak umum. Pada sesi ini para beauty blogger diajarkan bagaimana caranya berinteraksi dengan para penonton, serta sikap dan pembawaan diri yang harus dimiliki untuk menghadirkan persepsi yang baik kepada orang yang menontonnya.
Pandu berharap, dengan adanya acara ini bisa menjadi suatu kegiatan pembekalan ilmu yang akan berjalan dengan rutin bersama dengan para beauty blogger. "Kita ingin workshop selanjutnya tidak hanya seputar vlogging saja. Tapi mungkin bisa workshop kepribadian, atau berbicara di depan publik," tutupnya.
(int/hst)










































