Dinilai Merendahkan Wanita, Nama Lipstik Ini Jadi Kontroversi
wolipop
Senin, 23 Mar 2015 09:50 WIB
Jakarta
-
Von D sendiri sudah mengetahui kontroversi soal lipstiknya itu namun ia menolak untuk meminta maaf. Dalam laman Facebook-nya, seniman tato yang menjadi langganan selebriti Hollywood, termasuk Miley Cyrus ini menulis bahwa ia menciptakan nama itu murni karena alasan kreativitas. Bukan atas dorongan dari brand Sephora.
'Underage Red' merupakan salah satu dari empat warna lipstik original yang telah diluncurkan sejak tujuh tahun yang lalu. Tiga nama seri warna lipstik lainnya adalah 'Hellbent', 'Misfit' dan 'Lolita'.
"Tuduhan liar dan mengerikan yang mengatakan kalau lini make-up saya telah mendukung penurunan derajat wanita, pemerkosaan, perilaku seks, perdagangan manusia, konsumsi alkohol di bawah umur atau bahkan idealisasi kaum muda yang cepat hilang, semuanya bertentangan dengan prinsip saya. Jadi maafkan jika saya menilai artikel dan komentar tersebut mengerikan dan tidak benar," tulisnya.
Von D menambahkan, ketika seseorang membaca kata 'underage' (di bawah umur) dan langsung mengambil suatu kesimpulan yang menjijikkan, ia menantang para kritikus tersebut untuk menanyakan pada diri sendiri apa yang sebenarnya ada di pikiran mereka. Menurutnya, kritikan yang tidak berdasar itu bisa menyebarkan hal-hal negatif.
"Jadi, TIDAK. Saya menolak untuk mengorbankan integritas dan kebebasan saya berkreasi. TIDAK. Saya tidak akan menarik 'Underage Red' dari koleksi saya. Dan TIDAK. Ini bukan permintaan maaf," tegasnya.
Ini bukan pertamakalinya Von D dan Sephora dikritik karena pemilihan nama lipstik. Pada 2012, seri lipstik yang diberinya nama 'Celebutard' juga sempat mengundang kontroversi. Alhasil, Sephora pun menariknya dari pasaran setelah mendapat tekanan dari aktivis pembela kaum difabel dan anak berkebutuhan khusus.
Celebutard merupakan bahasa slang yang merupakan gabungan dari kata 'celebrity', 'debutante' dan 'retard'. Kata ini mengandung arti 'orang terkenal yang bodoh'. Celebutard sering digunakan untuk menyindir selebriti (yang kebanyakan) muda dan kaya raya tapi 'tidak berotak' yang bahkan sulit menyelesaikan kalimat lengkap di depan publik. Kata yang dipermasalahkan adalah 'retard', karena memiliki arti lambat atau keterbelakangan.
Sejumlah aktivis di Amerika kala itu memang gencar mengampanyekan untuk tidak menggunakan kata tersebut dalam bahasa sehari-hari baik secara resmi maupun sebagai lelucon, karena dianggap mendiskriminasi orang atau anak dengan masalah perkembangan mental. Seperti autisme dan down syndrome.
(hst/fer)
Seniman tato Kat Von D kembali dirundung masalah akibat pemilihan warna lipstik yang diluncurkannnya bersama Sephora. Von D dikritik karena memberi nama yang dinilai provokatif dan 'merendahkan' wanita.
Dalam salah satu koleksi lipstiknya, wanita berusia 33 tahun itu memberi nama 'Underage Red'. Nama tersebut dianggap telah mempromosikan seksualitas dan kekerasan seksual dan seks di bawah umur.
Dilansir E! Online, kontroversi bermula saat penulis gaya hidup Parker Marie Molloy mengunggah foto lipstik berwarna merah terang di Twitter. Tak disangka, foto yang menampilkan nama seri lipstik tersebut menjadi heboh di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'Underage Red' merupakan salah satu dari empat warna lipstik original yang telah diluncurkan sejak tujuh tahun yang lalu. Tiga nama seri warna lipstik lainnya adalah 'Hellbent', 'Misfit' dan 'Lolita'.
"Tuduhan liar dan mengerikan yang mengatakan kalau lini make-up saya telah mendukung penurunan derajat wanita, pemerkosaan, perilaku seks, perdagangan manusia, konsumsi alkohol di bawah umur atau bahkan idealisasi kaum muda yang cepat hilang, semuanya bertentangan dengan prinsip saya. Jadi maafkan jika saya menilai artikel dan komentar tersebut mengerikan dan tidak benar," tulisnya.
Von D menambahkan, ketika seseorang membaca kata 'underage' (di bawah umur) dan langsung mengambil suatu kesimpulan yang menjijikkan, ia menantang para kritikus tersebut untuk menanyakan pada diri sendiri apa yang sebenarnya ada di pikiran mereka. Menurutnya, kritikan yang tidak berdasar itu bisa menyebarkan hal-hal negatif.
"Jadi, TIDAK. Saya menolak untuk mengorbankan integritas dan kebebasan saya berkreasi. TIDAK. Saya tidak akan menarik 'Underage Red' dari koleksi saya. Dan TIDAK. Ini bukan permintaan maaf," tegasnya.
Ini bukan pertamakalinya Von D dan Sephora dikritik karena pemilihan nama lipstik. Pada 2012, seri lipstik yang diberinya nama 'Celebutard' juga sempat mengundang kontroversi. Alhasil, Sephora pun menariknya dari pasaran setelah mendapat tekanan dari aktivis pembela kaum difabel dan anak berkebutuhan khusus.
Celebutard merupakan bahasa slang yang merupakan gabungan dari kata 'celebrity', 'debutante' dan 'retard'. Kata ini mengandung arti 'orang terkenal yang bodoh'. Celebutard sering digunakan untuk menyindir selebriti (yang kebanyakan) muda dan kaya raya tapi 'tidak berotak' yang bahkan sulit menyelesaikan kalimat lengkap di depan publik. Kata yang dipermasalahkan adalah 'retard', karena memiliki arti lambat atau keterbelakangan.
Sejumlah aktivis di Amerika kala itu memang gencar mengampanyekan untuk tidak menggunakan kata tersebut dalam bahasa sehari-hari baik secara resmi maupun sebagai lelucon, karena dianggap mendiskriminasi orang atau anak dengan masalah perkembangan mental. Seperti autisme dan down syndrome.
(hst/fer)











































