Metode Kecantikan Baru yang Kalahkan Operasi Plastik
wolipop
Jumat, 13 Jan 2012 12:40 WIB
Jakarta
-
Hampir 50 persen orang di Indonesia yang ingin mengoreksi kekurangan wajah kini lebih memilih untuk menggunakan injeksi filler atau botoks dibandingkan operasi plastik. Sementara di luar negeri, khususnya negara Barat jumlahnya lebih banyak lagi, sekitar 70 persen pasien operasi plastik kini memilih beralih ke injeksi filler.
Sejak diperkenalkan beberapa tahun lalu, filler atau teknik 'mengisi' jaringan lunak kulit dengan gel asam hialuronat memang menjadi tren baru dalam proses koreksi wajah. Terlebih lagi setahun terakhir ini.
"Filler jaringan lunak kulit telah mengalami perkembangan pesat selama setahun terakhir," ujar dr. Olivia Ong, dipl. AAAM, ahli ilmu estetika medis dan anti-aging kepada wolipop di kliniknya di Jl. Terusan Hang Lekir, Jakarta Selatan, Kamis (11/01/2012).
Mengapa filler kini lebih populer dan disukai daripada operasi plastik atau pembedahan? Menurut Olivia, kepraktisan adalah salah satu alasannya.
Proses 'pengisian' biasanya hanya memakan waktu paling lama 30 menit dan hasilnya bisa langsung terlihat. Dalam sekejap, garis-garis ekspresi wajah seperti smiling line atau bunny line tampak memudar secara signifikan.
Bukan itu saja, filler juga bisa mengoreksi sehingga wajah terlihat lebih proporsional. Misalnya menyeimbangkan bentuk mata yang tidak simetris, membuat rahang persegi jadi lebih lonjong, memancungkan hidung atau meninggikan tulang pipi.
Tak seperti operasi plastik, filler tidak memerlukan 'recovery time' (perlu waktu untuk mengeringkan luka bekas sayatan, bengkak dan memar setelah operasi) sehingga setelah tindakan, pasien bisa langsung beraktivitas seperti biasa.
"Zaman sekarang orang sangat sibuk, lebih banyak mobile dan tidak bisa meninggalkan pekerjaannya terlalu lama. Filler pun jadi salah satu solusi untuk mempercantik wajah bagi mereka yang sibuk," tutur dokter berusia 31 tahun ini.
Di balik berbagai kelebihan, memang ada sedikit kekurangannya, yaitu efeknya tidak permanen. Jika ingin mempertahankan efeknya, pasien harus mere-touch filler setiap 6-12 bulan sekali. Hal ini karena asam hialuronat berangsur-angsur akan memudar seiring bertambahnya waktu. Namun menurut Olivia, ini juga yang menjadi pertimbangan banyak pasien untuk lebih memilih filler.
"Untuk estetika wajah, lebih baik pilih sesuatu yang tidak permanen karena era kecantikan selalu berubah. Misalnya dulu bentuk hidung kecil dianggap lebih cantik, tapi sekarang orang suka bentuk hidung yang lebih tinggi," ungkap Olivia.
Selain itu, faktor usia juga menjadi pertimbangan. Makin bertambah usia, kulit wajah juga semakin turun dan berkeriput. Jika dilakukan perubahan secara permanen, ketika sebagian besar wajah mengendur sementara bagian lain (yang dioperasi) masih terlihat kencang, tentu tampilannya akan tidak proporsional.
Injeksi filler ini, menawarkan koreksi wajah yang bisa dimodifikasi sesuai keinginan dan disesuaikan dengan usia. Kalaupun pasien tak ingin lagi menggunakannya, bisa berhenti kapan saja tanpa khawatir terjadinya efek samping yang membahayakan.
Permintaan akan filler lebih banyak untuk koreksi pada area mata dan wajah. Olivia menyebutkan, beberapa selebriti dunia pun sudah menggunakan prosedur injeksi ini untuk mempertahankan kecantikannya. Beberapa di antaranya Tom Cruise, Jennifer Lopez, George Clooney, Nicole Kidman dan Sharon Stone.
(hst/kik)
Sejak diperkenalkan beberapa tahun lalu, filler atau teknik 'mengisi' jaringan lunak kulit dengan gel asam hialuronat memang menjadi tren baru dalam proses koreksi wajah. Terlebih lagi setahun terakhir ini.
"Filler jaringan lunak kulit telah mengalami perkembangan pesat selama setahun terakhir," ujar dr. Olivia Ong, dipl. AAAM, ahli ilmu estetika medis dan anti-aging kepada wolipop di kliniknya di Jl. Terusan Hang Lekir, Jakarta Selatan, Kamis (11/01/2012).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses 'pengisian' biasanya hanya memakan waktu paling lama 30 menit dan hasilnya bisa langsung terlihat. Dalam sekejap, garis-garis ekspresi wajah seperti smiling line atau bunny line tampak memudar secara signifikan.
Bukan itu saja, filler juga bisa mengoreksi sehingga wajah terlihat lebih proporsional. Misalnya menyeimbangkan bentuk mata yang tidak simetris, membuat rahang persegi jadi lebih lonjong, memancungkan hidung atau meninggikan tulang pipi.
Tak seperti operasi plastik, filler tidak memerlukan 'recovery time' (perlu waktu untuk mengeringkan luka bekas sayatan, bengkak dan memar setelah operasi) sehingga setelah tindakan, pasien bisa langsung beraktivitas seperti biasa.
"Zaman sekarang orang sangat sibuk, lebih banyak mobile dan tidak bisa meninggalkan pekerjaannya terlalu lama. Filler pun jadi salah satu solusi untuk mempercantik wajah bagi mereka yang sibuk," tutur dokter berusia 31 tahun ini.
Di balik berbagai kelebihan, memang ada sedikit kekurangannya, yaitu efeknya tidak permanen. Jika ingin mempertahankan efeknya, pasien harus mere-touch filler setiap 6-12 bulan sekali. Hal ini karena asam hialuronat berangsur-angsur akan memudar seiring bertambahnya waktu. Namun menurut Olivia, ini juga yang menjadi pertimbangan banyak pasien untuk lebih memilih filler.
"Untuk estetika wajah, lebih baik pilih sesuatu yang tidak permanen karena era kecantikan selalu berubah. Misalnya dulu bentuk hidung kecil dianggap lebih cantik, tapi sekarang orang suka bentuk hidung yang lebih tinggi," ungkap Olivia.
Selain itu, faktor usia juga menjadi pertimbangan. Makin bertambah usia, kulit wajah juga semakin turun dan berkeriput. Jika dilakukan perubahan secara permanen, ketika sebagian besar wajah mengendur sementara bagian lain (yang dioperasi) masih terlihat kencang, tentu tampilannya akan tidak proporsional.
Injeksi filler ini, menawarkan koreksi wajah yang bisa dimodifikasi sesuai keinginan dan disesuaikan dengan usia. Kalaupun pasien tak ingin lagi menggunakannya, bisa berhenti kapan saja tanpa khawatir terjadinya efek samping yang membahayakan.
Permintaan akan filler lebih banyak untuk koreksi pada area mata dan wajah. Olivia menyebutkan, beberapa selebriti dunia pun sudah menggunakan prosedur injeksi ini untuk mempertahankan kecantikannya. Beberapa di antaranya Tom Cruise, Jennifer Lopez, George Clooney, Nicole Kidman dan Sharon Stone.
(hst/kik)
Makanan & Minuman
Cari Minyak Goreng Jernih & Tidak Cepat Keruh? Ini Rekomendasinya
Kesehatan
Si Kecil Malas Sikat Gigi? Coba Cara Ini Biar Lebih Semangat
Home & Living
AC Ini Berteknologi Turbo Cool, Bisa Bikin Ruang Dingin Lebih Cepat!
Olahraga
Tecnifibre TFIGHT 285: Raket Tenis Versatile untuk Main Lebih Agresif
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Viral Tren Makeup Blush Putih yang Bikin Wajah Glowing, Begini Cara Pakainya
Gaya Rambut 'Ayam Jantan' Putri Kim Jong Un Dilarang untuk Ditiru
Rekomendasi Parfum Sesuai Zodiak, Wanginya Tahan Lama dari Mewah hingga Unik
Skincare Routine Alyssa Daguise Saat Hamil 8 Bulan, Baby Bump Ikut Glowing
Faktanya Kulit Leher Lebih Cepat Kendur Dibanding Wajah, Ini Cara Merawatnya
Most Popular
1
Ramalan Zodiak Cinta 5 April: Capricorn Bersabar, Leo Jangan Banyak Komentar
2
Ramalan Zodiak 5 April: Aries Kurang Agresif, Taurus Jangan Menyerah
3
Viral Tren Makeup Blush Putih yang Bikin Wajah Glowing, Begini Cara Pakainya
4
Gaya Pacar Cristiano Ronaldo Pakai Tas Langka, Koleksinya Senilai Rumah Mewah
5
5 Tips Penting Saat Berat Badan Susah Turun Meski Sudah Diet dan Olahraga
MOST COMMENTED











































