Leher Bebas Kerut dengan BlackBerry Facial
wolipop
Jumat, 24 Jun 2011 14:54 WIB
Jakarta
-
Merasa leher Anda berkerut karena terlalu sering menunduk saat memakai BlackBerry? Terapi yang satu ini bisa jadi solusi, BlackBerry Facial. Seperti apa?Bagi sebagian orang, smartphone seperti BlackBerry mungkin menjadi semacam adiksi. Lihat saja tingkah mereka yang selalu menundukkan kepala untuk chatting atau urusan lain.
Nah, kebiasaan itu konon berpotensi menciptakan kerutan di leher. Kerutan atau garis terbentuk akibat terlalu sering menundukkan kepala saat memakai smartphone.
Tentu masih dibutuhkan penelitian ilmiah untuk mengetahui apakah hal itu benar atau tidak. Namun ini tidak menghalangi sebuah salon menawarkan pelayanan khusus yang diberi nama BlackBerry Facial.
BlackBerry Facial ditawarkan salon Paul Labrecque Salon & Spa di kota Manhattan, New York. Mereka melakukan perawatan khusus yang dijanjikan membuat kulit kembali mulus. Meski namanya facial yang seharusnya dominan perawatan muka, BlackBerry Facial lebih ditujukan untuk leher.
Pencetus layanan adalah Joanna Czech dari salon tersebut. Bagi yang berminat dapat melakukan perawatan dengan ongkos US$ 200 atau sekitar Rp 1,7 juta.
"Setelah perawatan selesai, guratan di leher saya agak menghilang. Yang saya rasakan adalah kulit leher menjadi lembut," kata seorang wanita yang sudah mencobanya, seperti dikutip detikInet dari NY Daily News.
Biaya perawatan memang cukup mahal karena prosesnya rumit. Namun dijanjikan dapat membuat leher pecandu smartphone kembali halus.
(fyk/eny)
Nah, kebiasaan itu konon berpotensi menciptakan kerutan di leher. Kerutan atau garis terbentuk akibat terlalu sering menundukkan kepala saat memakai smartphone.
Tentu masih dibutuhkan penelitian ilmiah untuk mengetahui apakah hal itu benar atau tidak. Namun ini tidak menghalangi sebuah salon menawarkan pelayanan khusus yang diberi nama BlackBerry Facial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencetus layanan adalah Joanna Czech dari salon tersebut. Bagi yang berminat dapat melakukan perawatan dengan ongkos US$ 200 atau sekitar Rp 1,7 juta.
"Setelah perawatan selesai, guratan di leher saya agak menghilang. Yang saya rasakan adalah kulit leher menjadi lembut," kata seorang wanita yang sudah mencobanya, seperti dikutip detikInet dari NY Daily News.
Biaya perawatan memang cukup mahal karena prosesnya rumit. Namun dijanjikan dapat membuat leher pecandu smartphone kembali halus.
(fyk/eny)











































