Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Kisah Kakek Jadi Influencer Kecantikan untuk Biayai Pengobatan Cucu

Vina Oktiani - wolipop
Senin, 29 Jun 2026 09:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Zhu Yunchang
Foto: via SCMP
Jakarta -

Seorang kakek berusia 75 tahun asal Provinsi Jiangsu, China, menjadi sorotan setelah memilih menjadi beauty influencer demi membantu biaya pengobatan cucunya yang mengidap penyakit langka. Aksi tersebut dilakukan semata-mata karena rasa sayang kepada keluarga, terutama putri semata wayangnya.

Melansir SCMP, kakek bernama Zhu Yunchang itu biasanya menghabiskan waktu siang hari untuk merawat cucunya yang berusia sembilan tahun, Cao Jingyan. Saat malam tiba, ia melakukan siaran langsung hingga tengah malam sambil mempromosikan berbagai produk kecantikan. Dalam siarannya, Zhu tampak belajar memakai makeup dan mencoba berbagai warna lipstik layaknya kreator konten kecantikan profesional.

Putrinya, Zhu Wei, bahkan mengaku sang ayah kini lebih mahir menggunakan riasan dibanding dirinya. Menurut Zhu, ia merasa memiliki tanggung jawab besar bukan hanya sebagai kakek, tetapi juga sebagai seorang ayah yang ingin melindungi putrinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perjuangan keluarga ini bermula ketika Jingyan didiagnosis menderita spinal muscular atrophy (SMA) tipe 1 saat masih berusia enam bulan. Penyakit genetik langka tersebut menyerang saraf pengendali otot sehingga menyebabkan kelemahan otot yang semakin memburuk dan gangguan pernapasan. Saat itu, dokter memperkirakan Jingyan hanya mampu bertahan hidup hingga usia 18 bulan.

Kabar tersebut membuat Zhu Wei terpukul hingga mengalami tekanan mental yang berat. Melihat kondisi putrinya, Zhu memutuskan mengambil alih sebagian besar perawatan cucunya.

ADVERTISEMENT

Ia bahkan diam-diam mempelajari teknik pijat rehabilitasi di rumah sakit anak dengan berpura-pura menjadi anggota keluarga pasien lain. Setelah menguasai teknik tersebut, Zhu rutin memberikan terapi pijat kepada Jingyan setiap hari. Bahkan ketika dirinya sedang sakit, ia tetap mengenakan beberapa lapis masker agar tidak menularkan penyakit kepada sang cucu.

Perjuangan keluarga semakin berat karena pengobatan SMA membutuhkan biaya yang sangat besar. Saat obat khusus untuk penyakit tersebut mulai tersedia pada 2019, harganya mencapai sekitar 700 ribu yuan atau sekitar Rp 1,8 miliar untuk setiap suntikan, sementara Jingyan membutuhkan dua suntikan setiap tahun.

Demi mendapatkan biaya pengobatan, Zhu menjual apartemennya dan meminjam uang dari kerabat. Putrinya bekerja pada siang hari dan ikut melakukan siaran langsung pada malam hari. Karena tidak ada perusahaan yang ingin menggunakan jasa pria berusia 70-an tahun sebagai endorser, Zhu memanfaatkan produk kecantikan milik putrinya untuk membuat konten.

Kabar baik datang pada 2021 ketika obat tersebut mulai ditanggung oleh asuransi kesehatan di China. Biaya setiap suntikan pun turun drastis menjadi sekitar 33 ribu yuan atau sekitar Rp 86 juta, sehingga pengobatan Jingyan menjadi jauh lebih terjangkau.

Berkat pengobatan yang dijalani, kondisi Jingyan kini terus membaik. Di hari-hari ketika kesehatannya stabil, ia sudah dapat bersekolah dan bermain bersama teman-temannya.

Jingyan juga memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan hingga bangku universitas di Qingdao, tempat ia kini tinggal demi memperoleh perawatan yang lebih baik. Mendengar impian tersebut, Zhu selalu memberikan dukungan penuh.

"Apa pun keputusanmu, Kakek akan selalu mendukungmu," ujar Zhu kepada cucunya.

Kisah perjuangan keluarga ini mengharukan banyak orang. Banyak warganet memuji kasih sayang Zhu sebagai sosok ayah sekaligus kakek yang rela melakukan apa saja demi masa depan anak dan cucunya.

(vio/vio)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads