Liputan Khusus Pejuang Bayi Tabung

Kisah Para Pejuang Dua Garis Biru Lewat Bayi Tabung, Ada yang Kembar 4

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 18 Apr 2021 17:42 WIB
A newborn baby holding his fathers hand Ilustrasi pejuang dua garis biru melalui bayi tabung. Foto: Getty Images/iStockphoto/blueshot.
Jakarta -

Kehadiran sang buah hati di tengah keluarga, tentunya didambakan oleh setiap pasangan yang sudah menikah. Akan tetapi tak sedikit pasangan yang harus sabar demi mendapatkan buah hati.

Tak pernah berhenti berusaha dan pantang menyerah, menjadi kunci utama bagi ketiga pasangan suami istri ini untuk memiliki buah hati. Ketiga pasangan itu berbagi perjuangannya untuk mendapatkan dua garis biru melalui program bayi tabung kepada Wolipop.

Pasangan Eny Katherin dan Lenny Pasquini menjalani program kehamilan selama 8 tahun. Eny menjalani program hamil (promil) pertama di nashos (promil alami) sampai tiga kali, tapi selalu gagal. Di sela-sela promil alami banyak sekali berbagai macam tes dan obat yang ia konsumsi.

"Setelah promil alami yang ketiga gagal, kita coba promil inseminasi, sampai tiga kali juga dan hasil tetap negatif. Awal 2019 saya putuskan untuk resign dari kerjaan dan fokus untuk rencana promil selanjutnya. Lalu saya mengambil program IVF karena riwayat ektopik dan keguguran berulang," ungkap Eny, kepada Wolipop, Jumat (16/4/2021).

[Gambas:Instagram]

Setelah melewati berbagai kegagalan karena sempat didiagnosa hamil kosong, perjuangannya membuahkan hasil. Pada 23 September 2019, Eny dinyatakan positif hamil anak kembar.

Kisah perjuangan selanjutnya datang dari Riani Ayuningtyas (34 tahun) dan suaminya Rianto (50 tahun) yang mulai program bayi tabung pada Maret 2018 di RS Family Pluit, Jakarta Utara. Keduanya menjalani program bayi tabung selama tiga kali dan belum membuahkan hasil.

Pada September 2019, keduanya mulai program bayi tabung yang keempat kalinya. Perjuangan pun berbuah manis, dokter menunjukkan di layar monitor bahwa ada empat detak jantung buah hati yang berbunyi.

"Subhanallah Alhamdulillah Allahu Akbar. Mujizat Allah benar-benar kami rasakan saat itu. Harapan untuk mendapatkan keturunan satu anak, ditambah Allah bonus menjadi empat bayi kembar. Kami terus berdoa, supaya kehamilan ini berjalan lancar dan semua sehat sehat, baik amih Tyas maupun bayi yang ada di kandungan," tutur Rianto.

Kisah perjuangann bayi tabung Nofiandrianti dan  Hungky Perdana Candra.Kisah perjuangann bayi tabung Nofiandrianti dan Hungky Perdana Candra. Foto: Dok.Instagram @drbennyarifin.

Cerita terakhir datang dari pasangan yang mendambakan buah hati di tengah keluarga mereka selama delapan tahun. Ialah Nofiandrianti (Nofi) dan Hungky Perdana Candra yang usianya sudah menginjak usia 40-an, tetap berikhtiar untuk memperjuangkan kehadiran sang buah hati.

"Saya menikah 8 0ktober 2011, Januari 2019, start mulai ikut program hamil di morula IVF. Sebelum ikut promil saya sebelumnya ikut seminar dulu tentang program bayi tabung itu seperti apa. Setelah itu kita mulai proses IVF pada 19 Januari 2019 yang diawali dengan pemeriksaan ada berapa banyaknya sel telur di sebelah kiri dan kanan ternyata di sebelah kiri indung telur saya ada kista endometriosis dan bentuk rahim saya menukik ke belakang," kata Nofi saat dihubungi Wolipop.

Setelah mengalami berbagai tahapan program hamil dan proses bayi tabung, pada 31 Mei 2019 dinyatakan hamil kembar dari dua embrio yang ditanam berhasil berkembang dengan baik sehingga menjadi dua janin. Kedua buah hatinya itu diberi nama Klarybel Keona Candra dan Leander Alvaro Candra yang kini berusia 15 bulan 6 hari.

Seperti apa kisah perjuangan ketiga pasangan itu dalam memiliki anak selengkapnya? Simak artikel selanjutnya di Wolipop!

(gaf/eny)