Hubungan Asmara yang Adem Ayem Membosankan? Ini Kata Pakar Percintaan

Hestianingsih - wolipop Rabu, 16 Okt 2019 06:15 WIB
Ilustrasi sepasang kekasih. Foto: iStock Ilustrasi sepasang kekasih. Foto: iStock

Jakarta - Banyak orang percaya kalau cemburu, pertengkaran dan argumen --dalam porsi yang cukup-- adalah bumbu percintaan yang membuat hubungan asmara semakin awet dan tetap hangat. Lalu bagaimana dengan pasangan yang jarang atau bahkan tidak pernah bertengkar? Apakah lantas kehidupan percintaan mereka jadi membosankan?

Faktanya, hubungan asmara yang adem ayem tanpa pertengkaran justru bisa lebih langgeng. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pakar percintaan Art Aron, hanya 12 persen pasangan yang sukses bertahan lebih dari 20 tahun.

Menariknya, pasangan yang hubungan asmaranya awet dalam waktu lama, tingkat aktivitas otaknya sama seperti pasangan yang baru berpacaran. Artinya percintaan yang adem ayem pun juga jadi syarat pasangan agar selalu bahagia.


Seperti dikutip dari Brightside, ini alasan hubungan asmara yang tak pernah 'dibumbui' konflik bisa langgeng.

1. Hubungan Selalu Adem Ayem Bukan Berarti Membosankan dan Stagnan
Foto: iStock

Peneliti Aaron Ben-Zeev mendeskripsikan asmara adem ayem adalah hubungan yang bebas dari elemen-elemen negatif. Misalnya saja konfrontasi, cemburu, dan gelisah. Bukan berarti hubungan kamu dan pasangan tidak berkembang atau tidak ada 'variasi', tapi lebih karena rasa saling percaya.

Hubungan seperti ini terbangun karena ada rasa saling aman dan menyamankan. Secara mental kalian sudah matang sebagai pasangan dan saling mendukung satu sama lain.


2. Lingkungan Percintaan yang Sehat
Foto: iStock

Kenapa pasangan yang adem ayem tanpa pertengkaran bisa bertahan lama? Karena mereka menghargai privasi masing-masing. Bisa menahan emosi, menghindari kritik dan penghakiman yang tidak penting, punya rasa toleransi tinggi dan sabar. Sehingga suasana yang tercipta saat keduanya bertemu selalu diliputi rasa cinta dan nyaman.

3. Hubungan Tak Bisa Adem Ayem Tanpa Rasa Saling Percaya
Foto: iStock

Rasa saling percaya timbul karena keterbukaan. Bukan harus ditunjukkan dengan saling bertukar password ponsel atau media sosial, tapi lebih pada saling berbagi cerita, memahami dan menghargai bahwa setiap orang punya batasan privasi. Sejauh mana dia bisa mencampuri kehidupan orang lain, termasuk pasangan sendiri. Pemahaman itu akan membuat hubungan awet langgeng.

4. Bumbu Cinta Tak Harus dengan Bertengkar
Foto: iStock

Kenapa harus ada kecemburuan dan pertengkaran sebagai 'bumbu' untuk mendekatkan hubungan? Mengapa kelanggengan hubungan tidak dilakukan dengan cara yang lebih tenang tanpa berapi-api?

Pertengkaran memang sangat wajar dalam hubungan. Tapi jika bisa dihindari, kenapa tidak? Kedekatan emosional bisa didapat seiring dengan usia jalinan asmara.


Seiring berjalannya waktu, kamu dan pasangan tentu akan mencapai level kedekatan yang lebih dalam (secara fisik maupun mental) dan kompleks. Pasangan lebih mempelajari dan memahami hal-hal baru tentang mereka satu sama lain, ingin selalu berbagi pengalaman bersama dan pada akhirnya selalu mendapati sesuatu yang baru dalam hubungan tanpa harus melewati fase pertengkaran hebat.

Simak Video "Viral! Pasangan SMP Menikah di Usia 15 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)