Ini Alasan Pria Lebih Tersiksa Saat Putus Cinta Dibanding Wanita
Kiki Oktaviani - wolipop
Rabu, 29 Nov 2017 19:35 WIB
Jakarta
-
Dari sejumlah penelitian terungkap bahwa pria merasa lebih tersiksa setelah putus cinta dibanding wanita. Seperti penelitian dari Universitas Binghamton di Amerika Serikat pada 2015 menyatakan bahwa wanita lebih emosional saat hubungan berakhir, namun pria lebih lama pulih dari penderitaan saat putus cinta.
Inilah beberapa alasan mengapa pria lebih tersiksa saat putus cinta:
1. Ternyata Sulit Mencari Pengganti Mantan Kekasih
Di balik rasa kesepiannya tanpa kekasih, pria pun memiliki jiwa kompetitif yang tinggi di mana mereka merasa perlu mencari pengganti. Kadang tanpa sadar mereka sebenarnya belum move on sepenuhnya sehingga tidak realistis dalam mencari pengganti wanita baru.
"Pria akan merasa sangat kehilangan dan mereka merasa harus mulai berkompetisi lagi dari awal untuk mencari pengganti yang telah hilang. Buruknya, mereka kemudian menyadari si mantan ternyata tak tergantikan," ujar Craig Morris tim peneliti di Universitas Binghamton seperti dikutip Independent.
2. Pria Tidak Terbuka Tentang Perasaannya
Di awal putus cinta, wanita terlihat lebih depresi. Biasanya mereka akan menyalurkannya dengan curhat ke orang-orang terdekat. Cara ini tentu membuat mereka lebih lega. Berbeda dengan pria yang tidak mudah terbuka dengan orang lain sehingga mereka menderita lebih lama dibanding wanita.
3. Kesedihan yang Telat
Di awal pria tampak nyaman dengan status singlenya. Namun mereka baru menyadari bahwa sebenarnya mereka patah hati setelah beberapa hari atau beberapa minggu putus. Biasanya ini baru terjadi ketika si pria baru menyadari bahwa mantan kekasihnya sebenarnya wanita yang baik untuknya. Pria kemudian merasa bersalah mengapa tidak memperjuangkan hubungannya. (kik/kik)
Inilah beberapa alasan mengapa pria lebih tersiksa saat putus cinta:
1. Ternyata Sulit Mencari Pengganti Mantan Kekasih
Di balik rasa kesepiannya tanpa kekasih, pria pun memiliki jiwa kompetitif yang tinggi di mana mereka merasa perlu mencari pengganti. Kadang tanpa sadar mereka sebenarnya belum move on sepenuhnya sehingga tidak realistis dalam mencari pengganti wanita baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Pria Tidak Terbuka Tentang Perasaannya
Di awal putus cinta, wanita terlihat lebih depresi. Biasanya mereka akan menyalurkannya dengan curhat ke orang-orang terdekat. Cara ini tentu membuat mereka lebih lega. Berbeda dengan pria yang tidak mudah terbuka dengan orang lain sehingga mereka menderita lebih lama dibanding wanita.
3. Kesedihan yang Telat
Di awal pria tampak nyaman dengan status singlenya. Namun mereka baru menyadari bahwa sebenarnya mereka patah hati setelah beberapa hari atau beberapa minggu putus. Biasanya ini baru terjadi ketika si pria baru menyadari bahwa mantan kekasihnya sebenarnya wanita yang baik untuknya. Pria kemudian merasa bersalah mengapa tidak memperjuangkan hubungannya. (kik/kik)











































