Ini Sebabnya Banyak Orang Terobsesi Hubungan Selena Gomez dan Justin Bieber
Rahmi Anjani - wolipop
Sabtu, 11 Nov 2017 13:00 WIB
Jakarta
-
Selana Gomez dan Justin Bieber dikabarkan kembali menjalin asmara. Berita tersebut sukses buat heboh para penggemar, terutama pendukung Jelena (sebutan untuk pasangan Justin-Selena). Banyak orang menyetujui bahkan terobsesi dengan hubungan mereka.
Hal tersebut ternyata bukan tanpa alasan. Dikatakan jika ada alasan psikologis yang melatarbelakangi para pendukung Jelena terobsesi dengan hubungan mereka. Pertama karena Justin dan Selena adalah contoh cerita cinta pertama yang sempurna. Selena dan Justin diketahui mulai berhubungan tujuh tahun lalu saat keduanya masih remaja. Fakta bahwa keduanya masih putus-sambung hingga sekarang membuat sejumlah orang, terutama orang muda merasa gemas.
"Otak kita berkembang pesat di usia 13 dan 25. Di usia tersebut, semua hal menjadi lebih dramatis, warna menjadi lebih terang, hatimu menjadi lebih rapuh. Otak tidak banyak meregulasi diri. Jadi ada lebih banyak drama, beberapa orang mengartikannya sebagai romantis," kata psikolog Dr. Melanie Greenberg kepada Marie Claire.
"Cinta pertama itu magis, menyenangkan, bisa cepat berubah serta susah dilupakan. Jelena mengaktifkan nostalgia bagi orang-orang dewasa. Kita meromantisasi cinta pertama karena ada kesan lugu dan keterbukaan ketika kita mendekati cinta untuk pertama kalinya yang banyak hilang ketika bertambah tua. Kita menjadi lebih terjaga dan dalam banyak hal mencari kembalinya euforia dan gagasan mengenai cinta pertama," jelas psikolog Dr. Azadeh Aalai.
Profesi keduanya sebagai penyanyi juga berperan besar dalam banyaknya pendukung Jelena. Selama ini ada beberapa lagu Justin dan Selena yang dikabarkan bercerita mengenai satu sama lain. Menurut psikolog, hal tersebut 'menambah api' pada kisah cinta mereka karena seolah keduanya tak pernah kehilangan koneksi. Para penggemar merasa seperti mereka sedang duduk di bangku paling depan pertunjukkan drama.
Satu hal lain yang membuat Anda semakin jatuh cinta dengan hubungan Jelena. Yakni kabar mengenai Justin yang dikatakan sudah berubah. Justin selama ini dikenal publik sebagai bad boy yang sering berulah dan gonta-ganti pacar. Fakta bahwa dia ingin menjadi lebih baik dan kembali ke pelukan Selena menambah seru kisah cinta ini. Cerita mereka bak film dan drama romantis.
"Ada fantasi seorang bad boy bertobat dengan usaha dan cintanya karena seorang wanita baik. Stereotype gender itu juga menjadi narasi cerita cinta ini ," ungkap Aalai. (asf/asf)
Hal tersebut ternyata bukan tanpa alasan. Dikatakan jika ada alasan psikologis yang melatarbelakangi para pendukung Jelena terobsesi dengan hubungan mereka. Pertama karena Justin dan Selena adalah contoh cerita cinta pertama yang sempurna. Selena dan Justin diketahui mulai berhubungan tujuh tahun lalu saat keduanya masih remaja. Fakta bahwa keduanya masih putus-sambung hingga sekarang membuat sejumlah orang, terutama orang muda merasa gemas.
"Otak kita berkembang pesat di usia 13 dan 25. Di usia tersebut, semua hal menjadi lebih dramatis, warna menjadi lebih terang, hatimu menjadi lebih rapuh. Otak tidak banyak meregulasi diri. Jadi ada lebih banyak drama, beberapa orang mengartikannya sebagai romantis," kata psikolog Dr. Melanie Greenberg kepada Marie Claire.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Profesi keduanya sebagai penyanyi juga berperan besar dalam banyaknya pendukung Jelena. Selama ini ada beberapa lagu Justin dan Selena yang dikabarkan bercerita mengenai satu sama lain. Menurut psikolog, hal tersebut 'menambah api' pada kisah cinta mereka karena seolah keduanya tak pernah kehilangan koneksi. Para penggemar merasa seperti mereka sedang duduk di bangku paling depan pertunjukkan drama.
Satu hal lain yang membuat Anda semakin jatuh cinta dengan hubungan Jelena. Yakni kabar mengenai Justin yang dikatakan sudah berubah. Justin selama ini dikenal publik sebagai bad boy yang sering berulah dan gonta-ganti pacar. Fakta bahwa dia ingin menjadi lebih baik dan kembali ke pelukan Selena menambah seru kisah cinta ini. Cerita mereka bak film dan drama romantis.
"Ada fantasi seorang bad boy bertobat dengan usaha dan cintanya karena seorang wanita baik. Stereotype gender itu juga menjadi narasi cerita cinta ini ," ungkap Aalai. (asf/asf)
Pakaian Pria
Ini Rekomendasi Celana Chino Pria, Cocok untuk Ngantor-Hangout
Elektronik & Gadget
4 Alasan iPhone 17 Pro Max Jadi HP yang Cocok untuk Anak Muda
Perawatan dan Kecantikan
Kulit Lebih Fresh dalam 15 Menit, Rahasia Glow Alami dengan SKINFOOD Food Mask!
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Kulit Bebas Jerawat Saat Lebaran dengan Numbuzin No.1 Pantothenic B5 Active Soothing Cream, Skincare Favorit dari Korea!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak Cinta 14 Maret: Capricorn Redam Ego, Scorpio Lebih Perhatian
Ramalan Zodiak 14 Maret: Cancer Pemasukan Cukup, Virgo Bijak Kelola Keuangan
Ramalan Zodiak 14 Maret: Aries Dengarkan Pasangan, Gemini Ada Kejutan
Ramalan Zodiak Cinta 13 Maret: Gemini Lebih Perhatian, Taurus Jangan Percaya
Ramalan Zodiak 13 Maret: Aquarius Rindu Terobati, Pisces Jangan Emosi
Most Popular
1
Pesona Rose BLACKPINK Jadi Global Ambassador Levi's, Desain Koleksi Spesial
2
Ramalan Zodiak 14 Maret: Cancer Pemasukan Cukup, Virgo Bijak Kelola Keuangan
3
Gaya Go Youn Jung Viral Pakai Selimut, Kedinginan di Fashion Show Chanel
4
Rama Duwaji Bikin Ilustrasi untuk Esai Aktivis Anti-Israel, Picu Polemik
5
Vina Muliana Ungkap 3 Hal Penting agar Gen Z Tak Bingung Menentukan Masa Depan
MOST COMMENTED











































