Hillary Clinton Pernah Dikritik Pakai Jaket Rp 165 Juta Saat Kampanye
Daniel Ngantung - wolipop
Selasa, 27 Sep 2016 18:20 WIB
Jakarta
-
Debat calon presiden AS pertama, Senin (26/9/2016), sempat membuat Hillary Clinton jadi trending topic di Google. Bukan karena perdebatannya, melainkan pilihan busananya, yaitu pantsuit atau setelan bercelana panjang. Sebelumnya, pilihan busana Hillary juga pernah jadi perhatian lantaran harganya yang mahal.
Pada Juni lalu, New York Post dalam sebuah artikelnya mengungkap, Hillary sering memakai busana seharga ratusan juta saat berkampanye.
Salah satunya, jaket Giorgio Armani seharga US$ 12.495 atau sekitar Rp 165 juta yang membaluti tubuh Hillary saat berpidato untuk kemenangannya di pemilihan tahap primary, New York, AS, April lalu. Jaket tersebut merupakan bagian dari koleksi Armani Spring-Summer 2016.
Tidak hanya itu, Hillary juga disebut pernah memakai setelan putih Ralph Lauren yang harganya mencapai lebih dari US$ 2.200 atau sekitar Rp 28 juta. Lalu coat berhiaskan detail beading rancangan Andrew Gn senilai US$ 3.000 atau sekitar Rp 42 juta.
Mantan Menlu AS itu pun langsung jadi bulan-bulanan di media sosial. Menurut para netizen, pilihan busana tersebut mencerminkan gaya hidup Hillary yang konsumtif dan bertolak belakang dengan kampanye Hillary yang vokal mengkritik kesenjangan sosial dan kesetaraan upah pekerja kelas menengah.
"Still tone deaf after all these years: Hillary wore a $12,495 Armani jacket during a speech about inequality," kicau @NickColeman.
Kritikan juga datang dari akun @MTD1954 yang menulis, "Hillary talked income inequality in California recently. Wearing a $12,495 jacket. She was just illustrating her point folks. #Hypocrite."
Tapi tidak sedikit pula yang membela Hillary. Sherman Obaid di akun Twitter-nya mengungkapkan, kritikan tersebut adalah bentuk ungkapan yang seksis karena kritikan serupa tidak pernah ditargetkan kepada politikus pria yang berpenampilan mewah. "How often do you point out how expensive men shoes watches and suits are @cnbc? As sexist as it comes," tulisnya.
Untuk diketahui, Donald Trump, capres dari Partai Republik, pernah memakai setelan Brioni seharga US$ 7.000 atau sekitar Rp 91 juta. Sementara, Barack Obama dengan setelan karya Martin Greenfield berbahan wol mewah asal Italia senilai US$ 2.000.
(dng/dng)
Pada Juni lalu, New York Post dalam sebuah artikelnya mengungkap, Hillary sering memakai busana seharga ratusan juta saat berkampanye.
Salah satunya, jaket Giorgio Armani seharga US$ 12.495 atau sekitar Rp 165 juta yang membaluti tubuh Hillary saat berpidato untuk kemenangannya di pemilihan tahap primary, New York, AS, April lalu. Jaket tersebut merupakan bagian dari koleksi Armani Spring-Summer 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaket Armani membaluti tubuh Hillary Clinton (Spencer Platt/Getty Images) |
Tidak hanya itu, Hillary juga disebut pernah memakai setelan putih Ralph Lauren yang harganya mencapai lebih dari US$ 2.200 atau sekitar Rp 28 juta. Lalu coat berhiaskan detail beading rancangan Andrew Gn senilai US$ 3.000 atau sekitar Rp 42 juta.
Mantan Menlu AS itu pun langsung jadi bulan-bulanan di media sosial. Menurut para netizen, pilihan busana tersebut mencerminkan gaya hidup Hillary yang konsumtif dan bertolak belakang dengan kampanye Hillary yang vokal mengkritik kesenjangan sosial dan kesetaraan upah pekerja kelas menengah.
Jaket Armani membaluti tubuh Hillary Clinton (Spencer Platt/Getty Images) |
"Still tone deaf after all these years: Hillary wore a $12,495 Armani jacket during a speech about inequality," kicau @NickColeman.
Kritikan juga datang dari akun @MTD1954 yang menulis, "Hillary talked income inequality in California recently. Wearing a $12,495 jacket. She was just illustrating her point folks. #Hypocrite."
Tapi tidak sedikit pula yang membela Hillary. Sherman Obaid di akun Twitter-nya mengungkapkan, kritikan tersebut adalah bentuk ungkapan yang seksis karena kritikan serupa tidak pernah ditargetkan kepada politikus pria yang berpenampilan mewah. "How often do you point out how expensive men shoes watches and suits are @cnbc? As sexist as it comes," tulisnya.
Untuk diketahui, Donald Trump, capres dari Partai Republik, pernah memakai setelan Brioni seharga US$ 7.000 atau sekitar Rp 91 juta. Sementara, Barack Obama dengan setelan karya Martin Greenfield berbahan wol mewah asal Italia senilai US$ 2.000.
(dng/dng)
Home & Living
Tidur Jadi Lebih Nyaman! Kasur dari Turu Lana Ini Bikin Tidur Kamu Makin Berkualitas!
Home & Living
Lovise Sofa Anna Tierslice, Sofa Estetik yang Bikin Ruangan Kamu Seperti di Internet!
Health & Beauty
Sering Pegal dan Cepat Capek? Review Swisse Ultiboost Calcium & Vitamin D untuk Kesehatan Tulang
Fashion
Bikin Kamu Tampil Keren dan Tetap Nyaman dengan Pilihan Sepatu Ini
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak 4 Januari: Aries Banyak Peluang, Taurus Jangan Putus Asa
Ramalan Zodiak Cinta 3 Januari: Taurus Lebih Hangat, Gemini Harmonis
Tipe-tipe Zodiak Saat Musim Hujan, Kamu Tim Rebahan atau Tetap Aktif?
Ramalan Zodiak 3 Januari: Capricorn Banyak Godaan, Pisces Perlu Waspada
Ramalan Zodiak 3 Januari: Scorpio Emosi Kurang Stabil, Libra Berhati-hati
Most Popular
1
5 Tren Sneakers yang In dan Out di 2026 untuk Referensi Belanja Sepatu Baru
2
Viral Verificator
Viral! Pria Australia Nikahi Wanita Sumsel, Mahar Fantastis Rp 10 Miliar
3
5 Gaya Melania Trump di Pesta Tahun Baru, Gaun Bling-bling Jadi Sorotan
4
Ramalan Zodiak 4 Januari: Aries Banyak Peluang, Taurus Jangan Putus Asa
5
Viral Verificator
Bukan Mobil Mewah, Viral Pengantin Ini Sunmori Naik Vespa Usai Akad Nikah
MOST COMMENTED












































Jaket Armani membaluti tubuh Hillary Clinton (Spencer Platt/Getty Images)
Jaket Armani membaluti tubuh Hillary Clinton (Spencer Platt/Getty Images)