Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Studi: Orang yang Suka Berbuat Baik Kehidupan Asmaranya Lebih Menyenangkan

Hestianingsih - wolipop
Senin, 25 Jul 2016 15:14 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Jakarta - Berbuat baik dan mempedulikan orang lain di atas kepentingan sendiri ternyata tidak hanya bermanfaat untuk orang lain. Perilaku yang disebut dengan altruisme ini, secara tidak langsung sebenarnya juga menguntungkan diri sendiri.

Setidaknya itulah yang terungkap dalam sebuah penelitian terbaru, yang menunjukkan bahwa orang yang merelakan waktu dan uangnya untuk membantu orang lain sebenarnya sedang menuai keuntungan untuk dirinya sendiri. Dalam hal cinta, maupun seks.

Studi yang dilakukan di Kanada tersebut mengungkapkan, pria dan wanita yang bersedia mendonasikan uangnya untuk membantu sesama yang membutuhkan juga memiliki kehidupan percintaan yang lebih baik. Mereka yang sering menolong orang juga cenderung lebih mudah mendapatkan pasangan dan kehidupan seksnya lebih berkualitas.

Penelitian dilakukan dengan mewawancarai lebih dari 800 orang tentang hubungan asmara mereka. Responden yang rata-rata berusia 20 tahun tersebut juga diberi pertanyaan tentang tindakan altruisme yang pernah mereka lakukan, mulai dari membantu orang lain menyalakan mesin mobil, hingga membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Para responden juga diminta mengevaluasi daya tarik mereka sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai tes terakhir, responden diberikan kuis tentang apakah mereka bersedia menyumbangkan bayaran yang didapatkan dari keikutsertaan dalam penelitian untuk amal. Tes tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah responden seorang altruisme sejati atau bukan.

Hasilnya? Penelitian yang dilakukan Nipissing University, Ontario, Kanada ini menyimpulkan bahwa altruisme secara nyata bisa memberikan keuntungan bagi seseorang dalam perkawinan dan percintaan. Khususnya bagi mereka yang hidup dalam lingkungan dengan budaya Barat.

Baca juga: Foto: 50 Inspirasi OOTD Hijabers Dunia

"Penelitian ini mendukung ide bahwa altruisme mungkin bisa menjadi sinyal tentang kualitas yang diinginkan pada manusia dan muncul dalam bentuk seleksi terhadap seksualitas," demikian tertulis dalam hasil penelitian, yang dipublikasikan di British Journal of Psychology, seperti dilansir Daily Mail.

Studi ini mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa wanita menilai pria terlihat lebih menarik ketika ia berbuat sesuatu yang baik dan heroik meskipun wajah atau penampilannya terbilang standar. Para peneliti dari University of Sunderland dan University of Worcester, Inggris, menganalisa dua karakteristik pria yang dianggap bisa menarik hati wanita; yaitu pria yang menarik secara fisik dan pria altruistik.

Studi melibatkan 202 wanita, masing-masing diperlihatkan foto 24 pria. Para pria memiliki tingkat ketampanan yang bervariasi, yang sebelumnya telah dinilai oleh tiga orang dari tim peneliti.

Beberapa foto menunjukkan pria yang sedang menolong anak kecil yang terjebak di sungai, atau membelikan kopi untuk tuna wisma. Sementara foto lainnya memperlihatkan pria yang menolak memberi pertolongan atau tidak berbuat sesuatu apa pun seperti yang ditunjukkan dalam foto sebelumnya.

"Kami menemukan, bahwa seseorang yang ikhlas atau altruistik lebih baik ketimbang berpenampilan menarik untuk hubungan asmara jangka panjang," ujar Daniel Farrelly, pengajar senior di Institute of Health and Society, University of Worcester, seperti dikutip dari Huffington Post.

Hasil studi ini mengindikasikan bahwa menjadi orang yang ikhlas dan tidak egois akan memberikan kesempatan yang lebih besar bagi pria untuk mendapatkan kekasih. Hanya jika wanita tersebut menginginkan pasangan untuk jangka panjang atau berkomitmen lama. (hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads