Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

1 Dari 3 Orang Tahu Password Pasangannya Secara Diam-diam

Alissa Safiera - wolipop
Rabu, 11 Mei 2016 19:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: thinkstock
Jakarta - Sebesar apapun Anda percaya pada pasangan, ada beberapa hal yang tak perlu dibagi padanya, salah satunya adalah password media sosial. Namun jangan kira pasangan akan menyerah karena Anda tak memberitahukannya, karena mungkin saja si dia adalah salah satu dari penelitian terbaru ini.

Dilansir oleh Voucher Codes Pro, satu dari tiga orang mengetahui password pasangannya tapi tak mau diketahui. Alasannya jelas, mereka menggunakannya untuk mendapat akses ke akun media sosial tanpa perlu izin dari kekasih.

Penelitian ini dilakukan di Inggris dan mengungkapkan jika 51 persen orang akan sangat bahagia untuk menyelidiki dari atas sampai bawah media sosial kekasihnya. Kemudian, ditemukan hanya 21 persen pasangan yang memang berbagi password dengan pasangannya dan membiarkannya mengakses media sosial masing-masing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seraya dengan penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan situs mobilephonechecker, mengungkapkan sebanyak 62% pria diam-diam membuaka ponsel pasangannya tanpa izin, sedangkan 32% wanita mengakui juga melakukannya. Motivasi mereka untuk mengecek ponsel pasangannya adalah mayoritas (89%) karena ingin tahu apakah pasangannya melakukan hubungan romantis terhadap orang lain, yang menunjukkan tanda-tanda perselingkuhan.

Kebiasaan berbagi password ini memang cukup krusial dalam keberlangsungan hubungan. Ada yang menganggapnya sebagai privasi sehingga tidak seharusnya dibagi ke orang lain meskipun itu kekasih sendiri, ada pula yang berpendapat bahwa berbagi password penting demi menjaga pasangan saling percaya.

Lalu, bagaimana dengan pendapat psikolog? Menurut psikolog Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi., tidak mau berbagi password tak selalu menjadi tanda ada yang dia sembunyikan. Sebaiknya tidak langsung menuduh pasangan selingkuh, sebab belum tentu juga si dia telah mendua.

"Kita wajar bila waspada, bukan mencurigai, karena kalau mencurigai artinya kita sudah punya persepsi bahwa dia selingkuh. Kalau waspada kan ada kemungkinan untuk melakukan kalibrasi (verifikasi-red)," tutur Wulan.

Pun pendapat psikolog Ratih Ibrahim yang menyarankan untuk selalu melihat fakta dibandingkan hanya dugaan. Lihat bagaimana pengorbanannya selama ini. Hargai semua yang telah ia lakukan, sehingga Anda dapat yakin seberapa besar ia mencintai Anda.

"Kamu bisa mengganti posesif dengan lebih care, lebih mampu memahami dirinya, buat dia nyaman sharing ke kamu. Jika kamu melakukan hal itu, dia akan setia terhadapmu tanpa kamu harus selalu mengawasi," saran Ratih Ibrahim. (asf/asf)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads