Ketika Kekasih Minta Diputuskan, Apa yang Salah?
Rahmi Anjani - wolipop
Rabu, 30 Mar 2016 19:31 WIB
Jakarta
-
Wanita mana yang tidak terkejut ketika kekasihnya melontarkan kata putus. Ketika perasaan cinta masih sangat besar untuknya, tentu saja keputusan yang diutarakan secara sepihak itu bisa 'mengguncang dunia' Anda. Mungkin Anda sudah mendeteksi perubahannya, tapi mungkin Anda tidak ingin membahasnya. Lalu, Ketika kekasih minta diputuskan begitu saja, apa yang salah?
1. Menganalisa Kesalahan Anda
Psikolog Wolipop, Ratih Ibrahim pernah menyatakan bahwa ketika sebuah masalah datang hal yang pertama adalah instropeksi diri.
"Temukan apa yang harus kamu perbaiki untuk mengurangi masalah. Sampaikan permintaan maaf dan lakukan usaha untuk memperbaiki diri dan memperbaiki keadaan," saran psikolog lulusan Universitas Indonesia itu.
2. Si Dia Tengah Memiliki Masalah Hidup
Tapi bisa juga masalah bukan datang dari Anda atau hubungan kalian, melainkan dari dirinya sendiri. Diungkapkan oleh psikolog Anna Surti Ariani, bisa jadi kekasih tengah mengalami masalah yang cukup berat saat ini sehingga ia tidak ingin memikirkan hubungan.
"Mungkin ia sedang mengalami masalah berat dalam hidupnya beberapa tahun terakhir sehingga krisis dirinya dirasakan saat ini," kata Anna dalam surat konsultasi cinta Wolipop.
Jika memang begitu, psikolog yang memiliki website pranikah itu menyarankan untuk membantunya dalam menyelesaikan masalah. Hindari terus menekannya karena pernyataan putusnya itu.
3. Adanya Keraguan atau Pihak Ketiga
Meski Anda sudah melakukan banyak hal dan pengorbanan untuk kekasih, tidak dipastikan si dia percaya pada Anda. Pria sebenarnya lebih kompleks. Tak jarang hubungan berakhir karena dari pihak pria yang memiliki keraguan pada kekasihnya tanpa alasan yang jelas.
Selain adanya keraguan, mungkin ada pihak ketiga yang kini tengah menjadi perhatiannya. Didasari dengan rasa ragu terhadap Anda sehingga ia mencari wanita yang dianggap lebih baik dari Anda. Ini berarti masalah memang ada di dia. Bukan pada Anda.
4. Hargai Keputusannya
Jika si dia bertahan untuk tetap putus, maka saatnya Anda untuk menerima keputisannya tersebut. Mungkin terasa berat dan sulit, namun Anda harus menghormati keputusannya. Ingat, hubungan tidak bisa dipaksakan. Sebaiknya berhenti untuk memohon kepadanya untuk kembali bersama ketika dia sudah bersungguh-sungguh untuk meninggalkan Anda. Jika memang Anda berniat untuk merebut hatinya lagi, lakukan secara perlahan, jangan tergesa-gesa. (ami/ami)
1. Menganalisa Kesalahan Anda
Psikolog Wolipop, Ratih Ibrahim pernah menyatakan bahwa ketika sebuah masalah datang hal yang pertama adalah instropeksi diri.
"Temukan apa yang harus kamu perbaiki untuk mengurangi masalah. Sampaikan permintaan maaf dan lakukan usaha untuk memperbaiki diri dan memperbaiki keadaan," saran psikolog lulusan Universitas Indonesia itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi bisa juga masalah bukan datang dari Anda atau hubungan kalian, melainkan dari dirinya sendiri. Diungkapkan oleh psikolog Anna Surti Ariani, bisa jadi kekasih tengah mengalami masalah yang cukup berat saat ini sehingga ia tidak ingin memikirkan hubungan.
"Mungkin ia sedang mengalami masalah berat dalam hidupnya beberapa tahun terakhir sehingga krisis dirinya dirasakan saat ini," kata Anna dalam surat konsultasi cinta Wolipop.
Jika memang begitu, psikolog yang memiliki website pranikah itu menyarankan untuk membantunya dalam menyelesaikan masalah. Hindari terus menekannya karena pernyataan putusnya itu.
3. Adanya Keraguan atau Pihak Ketiga
Meski Anda sudah melakukan banyak hal dan pengorbanan untuk kekasih, tidak dipastikan si dia percaya pada Anda. Pria sebenarnya lebih kompleks. Tak jarang hubungan berakhir karena dari pihak pria yang memiliki keraguan pada kekasihnya tanpa alasan yang jelas.
Selain adanya keraguan, mungkin ada pihak ketiga yang kini tengah menjadi perhatiannya. Didasari dengan rasa ragu terhadap Anda sehingga ia mencari wanita yang dianggap lebih baik dari Anda. Ini berarti masalah memang ada di dia. Bukan pada Anda.
4. Hargai Keputusannya
Jika si dia bertahan untuk tetap putus, maka saatnya Anda untuk menerima keputisannya tersebut. Mungkin terasa berat dan sulit, namun Anda harus menghormati keputusannya. Ingat, hubungan tidak bisa dipaksakan. Sebaiknya berhenti untuk memohon kepadanya untuk kembali bersama ketika dia sudah bersungguh-sungguh untuk meninggalkan Anda. Jika memang Anda berniat untuk merebut hatinya lagi, lakukan secara perlahan, jangan tergesa-gesa. (ami/ami)
Olahraga
Outfit Sporty Wanita yang Adem dan Melindungi, Cocok untuk Aktivitas Jogging atau Jalan Santai
Olahraga
Tetap Stylish dengan 4 Pelengkap Outfit Lari untuk Pria yang Bikin Nyaman Sekaligus Percaya Diri
Home & Living
Sering Lesehan dan Cepat Pegal? Kamu Perlu Pakai Alas Duduk yang Tepat
Hobi dan Mainan
Lebih Tenang Traveling Bareng Anabul dengan Tas Transparan Moorpet Pet Cargo
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
4 Zodiak Ini Bisa Punya Pacar Tanpa Kehilangan Sahabat
Ramalan Zodiak Cinta 20 Januari: Gemini Cinta Tak Mulus, Virgo Tetap Sabar
Ramalan Shio 2026
Ramalan Shio Naga 2026: Perluas Jaringan dan Peluang Karier Meningkat
Ramalan Zodiak 20 Januari: Libra Lebih Tegas, Scorpio Jangan Menyerah
Ramalan Zodiak 20 Januari: Cancer Jangan Spekulasi, Leo Lebih Fleksibel
Most Popular
1
7 Foto Kebersamaan Ria Ricis & YouTuber Malaysia yang Sedang Jadi Sorotan
2
Potret Keluarga Beckham yang Dinilai Toxic, Brooklyn Beckham Putus Hubungan
3
Fakta-Fakta Nicola Peltz, Menantu Victoria Beckham Bikin Drama Keluarga Memanas
4
Benarkah Victoria Beckham Tolak Desain Gaun Pengantin Menantu di Menit Akhir?
5
7 Ballerina Sneakers Versi Upgrade di 2026, dari Puma Hingga Adidas
MOST COMMENTED











































